URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
PENASIHAT ITU DIPERCAYA 
  Penulis: Pejuang Islam  [31/12/2023]
   
PEGANGAN SYARIAT ITU BERAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [29/12/2023]
   
MERAMPAS TANAH YANG BUKAN HAKNYA 
  Penulis: Pejuang Islam  [28/12/2023]
   
PEMIMPIN MUSLIM YANG BAIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/12/2023]
   
SUNNAH ADZAN UNTUK BAYI 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/12/2023]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 21 Februari 2024
Pukul:  
Online Sekarang: 1 users
Total Hari Ini: 17 users
Total Pengunjung: 5854453 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
SAKIT PENGGUGUR DOSA 
Penulis: Pejuang Islam [ 22/5/2023 ]
 
SAKIT PENGGUGUR DOSA

Luthfi Bashori


Rasulullah SAW bersabda: “Tiadalah bagi seorang muslim yang tertimpa oleh suatu penyakit, seperti tertusuk duri (pada kakinya) hinggalebih daripada itu, kecuali Allah SWT menggugurkan sebagian dari dosa-dosanya (melalui penyakit tersebut), sebagaimana pohon menggugurkan daun-daun (kering)nya.” (HR. Imam Syaikhan melalui Imam Ibnu Mas’ud RA)

Sakit itu termasuk dari jenis musibah. Siapa pun dari kalangan umat Islam yang tertimpa musibah dan ia ridha terhadap musibah yang menimpanya, maka Allah akan mengampuninya.

Arti ridha di sini bukan berarti tidak boleh berobat atau tidak boleh berusaha untuk selamat, namun yang dimaksud adalah bahwa hamba yang ditimpa musibah itu tidak memprotes terhadap ketentuan Allah.

Sedangkan usaha untuk sembuh dengan berobat, atau berusaha untuk menyelamatkan diri dari kecelakaan yang menimpa, adalah suatu ikhtiar yang diperintahkan oleh Syariat.

Yang mana di samping orang itu berikhtiar, maka hendaklah hatinya memasrahkan diri kepada ketentuan Allah, tanpa harus marah apalagi protes terhadap ketentuan Allah tersebut, semisal mengucapkan nada protes: “Allah itu tidak adil, pahadal saya sudah rajin ibadah, kok masih saja dikirim bencana kepadaku !”

Sebenarnya, beruntunglah menjadi orang mukmin yang tertimpa musibah, karena semua musibah yang menimpa dirinya itu dianggap sebagai pencuci dosa, mulai dari musibah yang paling kecil hingga musibah yang besar, maka jika diterima dengan ikhlas, akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh sang hamba.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2024 Oleh Pejuang Islam