URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
PENASIHAT ITU DIPERCAYA 
  Penulis: Pejuang Islam  [31/12/2023]
   
PEGANGAN SYARIAT ITU BERAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [29/12/2023]
   
MERAMPAS TANAH YANG BUKAN HAKNYA 
  Penulis: Pejuang Islam  [28/12/2023]
   
PEMIMPIN MUSLIM YANG BAIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/12/2023]
   
SUNNAH ADZAN UNTUK BAYI 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/12/2023]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 21 Februari 2024
Pukul:  
Online Sekarang: 1 users
Total Hari Ini: 24 users
Total Pengunjung: 5854462 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
MENAHAN EMOSI ITU INDAH 
Penulis: Pejuang Islam [ 9/3/2023 ]
 
MENAHAN EMOSI ITU INDAH

Luthfi Bashori

Menurut istilah kamus, emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi juga merupakan reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu.

Kata "emosi" berasal dari kata bahasa Prancis, émotion, dari émouvoir, `kegembiraan` dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) `luar` dan movere `bergerak`.

Kebanyakan ahli meyakini bahwa emosi lebih cepat berlalu daripada suasana hati. Sebagai contoh, bila seseorang bersikap kasar, manusia akan merasa marah.

Perasaan intens kemarahan tersebut mungkin datang dan pergi dengan cukup cepat, tetapi ketika sedang dalam suasana hati yang buruk, seseorang dapat merasa tidak enak untuk beberapa jam bahkan beberapa hari.

Menahan emosi atau amarah itu bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan oleh setiap orang, namun bagi yang mampu mengontrol emosinya, pertanda ia termasuk orang yang telah matang dalam mengatur kejiwaaannya.

Rasulullah SAW bersabda: “Tiada suatu tegukan pun yang lebih disukai oleh Allah SWT daripada tegukan seseorang hamba terhadap amarahnya, tidak sekali-kali seorang hamba menelan amarahnya kecuali Allah SWT memenuhi hatinya dengan keimanan.” (HR. Imam Ibnu Abbas RA).

Orang yang mampu menahan amarah dan tidak melampiaskan secara frontal, maka Allah SWT memenuhi rongga hatinya dengan keimanan, karena sesungguhnya marah sesaat itu merupakan ajakan setan, jadi orang yang mampu menahan amarahnya, berarti ia dapat mengalahkan setan.

Namun, tidak mudah bagi setiap orang itu untuk dapat menahan emosi, kecuali mereka yang bersungguh-sungguh belajar untuk meredakan tensi amarah saat merasa hatinya merasa tidak senang.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2024 Oleh Pejuang Islam