URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
PENASIHAT ITU DIPERCAYA 
  Penulis: Pejuang Islam  [31/12/2023]
   
PEGANGAN SYARIAT ITU BERAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [29/12/2023]
   
MERAMPAS TANAH YANG BUKAN HAKNYA 
  Penulis: Pejuang Islam  [28/12/2023]
   
PEMIMPIN MUSLIM YANG BAIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/12/2023]
   
SUNNAH ADZAN UNTUK BAYI 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/12/2023]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 21 Februari 2024
Pukul:  
Online Sekarang: 1 users
Total Hari Ini: 13 users
Total Pengunjung: 5854448 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
MENGANDALKAN AKAL & MENINGGALKAN SYARIAT ? 
Penulis: Pejuang Islam [ 11/2/2023 ]
 
MENGANDALKAN AKAL & MENINGGALKAN SYARIAT ?

Luthfi Bashori


Sebagian orang lebih senang mendahulukan akalnya daripada merujuk kepada ajaran syariat.

Padahal kemampuan akal manusia itu sangat terbatas.

Allah menciptakan manusia dengan bentuk tubuh yang cukupan besar, namun diberi akal yang bentuknya kecil, hikmahnya agar manusia itu tidak hanya mengandalkan akalnya dalam menjalani kehidupan di dunia, jika mengharapkan kebaikan akhiratnya.

Rasulullah SAW bersabda: “Tiada sesuatu pun yang diciptakan oleh Allah di bumi ini lebih kecil daripada akal, dan sesungguhnya akal di bumi ini merupakan hal yang lebih kecil daripada (kibrit ahmar/ pospor merah). (HR. Imam Ibnu Asakir melalui Sayyidina Mu’adz RA).

Menurut para ahli di bidangnya, pospor merah adalah aditif flame retardant (retardan api/penghambat nyala) yang terkenal untuk poliamida 66. Posfor merah dalam jumlah kecil pun cukup untuk memberikan karakteristik penghambat nyala yang baik untuk termoplastik yang hampir tidak berdampak pada sifat mekanik.

Allah menurunkan syariat Islam yang wajib diamalkan oleh umat manusia itu, tentu sudah disesuaikan dengan standar ukuran yang dibutuhkan oleh manusia dan mereka mampu untuk mengerjakannya jika benar-benar berharap mendapat ridha dari Allah.

Hanya manusia-manusia sombong dan terlaknat saja yang sengaja meninggalkan aturan syariat dan terlalu berbangga dalam menggunakan kekuatan akal serta selalu mengandalkannya.

Allah tetap memperbolehkan setiap manusia untuk menjadikan akalnya sebagai alat untuk berpikir hingga dapat menentukan langkah kehidupan yang teerbaik bagi dirinya, namun Allah tidak mengijinkan manusia itu menggunakan akal pikirannya untuk menentang aturan syariat yang telah diturunkannya.

Karena syariat itu adalah dustur ilahi yang wajib ditaati oleh setiap orang, maka barangsiapa yang menentang syariat-Nya, pasti akan dimasukkan ke dalam neraka.


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2024 Oleh Pejuang Islam