URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
AHLI IBADAH YANG SAKIT 
  Penulis: Pejuang Islam  [31/1/2023]
   
MENGAPA KAU MENANGIS ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
HAKIM EMOSI 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
RINDUKU KEPADAMU 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
ALHAMDULILLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 9 Februari 2023
Pukul:  
Online Sekarang: 2 users
Total Hari Ini: 59 users
Total Pengunjung: 5748439 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
SUKA MENJILAT & IRI HATI 
Penulis: Pejuang Islam [ 23/1/2023 ]
 
SUKA MENJILAT & IRI HATI

Luthfi Bashori


Rasulullah SAW bersabda: “Sikap menjilat dan iri hati bukanlah akhlak seorang mukmin, kecuali (diperbolehkan bersikap demikian) dalam mencari ilmu. (HR. Imam Bukhari melalui Sayyidina Muadz RA).

Maksud menjilat (tamalluk menurut bahasa hadits), dalam bab ini adalah usaha berbuat sesuatu untuk mendapat pujian atau kenaikan pangkat, atau merayu dan mengambil hati atasan, atau mencari muka namun dengan cara yang tidak benar, semisal ada niatan menghancurkan reputasi kawannya dengan cara menjilat atasannya.

Sedangkan yang maksud iri (hasad menurut bahasa hadits), saat ini sering juga disebut julid, yaitu sifat iri dan dengki dengan keberhasilan orang lain, biasanya dilakukan dengan cara menulis komentar, status, atau pendapat di media sosial yang sifatnya menyudutkan orang tertentu.

Baik tamalluk maupun hasad, adalah sifat tercela yang wajib dijauhi oleh umat Islam, karena kedua sifat buruk ini sangat merugikan orang lain, dan tentunya tergolong perbuatan dosa di hadapan Allah SWT.

Menjilat dan iri hati ini hanya boleh dilakukan di saat mencari ilmu agama. Namun yang dimaksud dengan pengertian menjilat dan iri hati dalam mencari ilmu agama adalah yang mengandung makna positif, bukan yang negatif.

Dalam bahasa hadits, sifat menjilat dan iri yang diperbolehkan itu disebut ghibthah. Yaitu seseorang yang merasa iri positif kepada kawannya yang telah berhasil mendapatkan ilmu agama bahkan telah menjadi alim, hingga dirinya ingin juga menjadi seperti keberhasilan kawannya itu, namun tanpa berharap kawan tersebut jatuh terpuruk, bahkan jika dirinya berhasil maka sang kawan itu pun akan dijadikan mitra dalam diskusi keilmuan.

Sedangkan menjilat yang diperbolehkan itu, semisal usaha seorang murid dengan melakukan perilaku yang mulia di hadapan syaikhnya, seperti di samping upaya belajar ilmu agama, ia pun niat berkhidmat  kepada syaikhnya dengan sungguh-sungguh dan penuh ikhlas, agar syaikhnya tersebut merasa cinta kepada dirinya, sehingga syaikhnya itu diharapkan sering mendoakan dirinya serta memberikan sirr (rahasia keberhasilan) kepada dirinya.

Usaha ini pun tanpa harus afda niatan untuk menjatuhkan orang lain yang sama-sama belajar kepada sang syaikh tersebut. Namun semua kawan yang sedang belajar kepada syaikhnya itu justru diajak untuk berkhidmat secara bersama-sama pula secara ikhlas.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2023 Oleh Pejuang Islam