URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
AHLI IBADAH YANG SAKIT 
  Penulis: Pejuang Islam  [31/1/2023]
   
MENGAPA KAU MENANGIS ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
HAKIM EMOSI 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
RINDUKU KEPADAMU 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
ALHAMDULILLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 9 Februari 2023
Pukul:  
Online Sekarang: 7 users
Total Hari Ini: 77 users
Total Pengunjung: 5748474 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
MENCARI KEBAHAGIAAN DUNIA & AKHIRAT 
Penulis: [ 15/1/2023 ]
 
MENCARI KEBAHAGIAAN DUNIA & AKHIRAT

Luthfi Bashori

Manusia itu saat menjalani hidup di dunia hanyalah sekali saja dan durasi waktunya pun sangat terbatas, sedangkan untuk hidup di akhirat itu akan dijalani selama-lamanya.

Menikmati kehidupan di dunia itu tidak dilarang oleh agama, asalkan saat menjalaninya itu dengan menyesuaikan aturan syariat yang telah diturunkan oleh Allah.

Banyak cara bagi seseorang yang ingin menikmati kehidupan duniawi, seperti dengan mencari rezeki yang dapat mencukupi kehidupan duniawinya, namun ia tetap mempertimbangkan untuk meraih kebahagiaan hidup di akhirat nanti yang jauh lebih baik.

Rasulullah SAW bersabda: “Bukanlah orang yang terbaik di antara kalian, seseorang yang mengabaikan urusan duniawinya demi urusan akhiratnya, dan bukan pula seseorang yang mengabaikan urusan akhiratnya demi urusan duniawinya sehingga ia mendapatkan keduanya secara bersamaan. Sesungguhnya dunia itu merupakan sarana atau jalan untuk menuju ke akhirat, dan jangan sekali-sekali orang lain. (HR. Imam Ibnu Asakir melalui Sayyidina Anas RA)

Tentang hal ini, Allah berfirman pula yang artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qashash: 77).

Untuk mengukur kemampuan diri, rasanya perlu juga seseorang itu memahami prosesi status social yang umum terjadi di masyarakat, dan berikut ini di antaranya:

10 PROSESI STATUS SOSIAL DALAM KEHIDUPAN

1. Disuapi orang orang tua.
2. Makan sendiri.
3. Belajar mandiri.
4. Bekerja mencari ma’isyah (rezeki).
5. Berumah tangga.
6. Menanggung kebutuhan kelaurga.
7. Memenuhi keinginan keluarga.
8. Memenuhi kesenangan dan hobi pribadi yang berkelas.
9. Memiliki tabungan rezeki yang berkelebihan.
10. Membantu pihak lain secara all out.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2023 Oleh Pejuang Islam