URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
AHLI IBADAH YANG SAKIT 
  Penulis: Pejuang Islam  [31/1/2023]
   
MENGAPA KAU MENANGIS ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
HAKIM EMOSI 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
RINDUKU KEPADAMU 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
ALHAMDULILLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 9 Februari 2023
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 80 users
Total Pengunjung: 5748478 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
MAKNA JIHAD YANG LEBIH LUAS 
Penulis: Pejuang Islam [ 2/1/2023 ]
 
MAKNA JIHAD YANG LEBIH LUAS

Luthfi Bashori

Jangan salah dalam memaknai jihad di jalan Allah itu, dengan beranggapan hanya sebatas orang yang mengangkat senjata berperang di jalan Allah dalam merlawan ofrang-orang kafir, karena makna jihad itu sangat luas cakupannya.

Di antara definisi jihad yang disabdakan oleh Rasulullah SAW adalah sebagai berikut: “Jihad itu bukan (hanya) seseorang memukulkan pedangnya di jalan Allah, melainkan seseorang yang menjamin (kehidupan) kedua orang tuanya, dan menjamin (kehidupan) anaknya, maka dialah termasuk orang yang berjihad, dan barang siapa menjamin dirinya sendiri agar ia tidak meminta-minta kepada orang lain, maka dia termasuk orang yang berjihad.” (HR. Imam Ibnu Asakir melalui Sayyidina Anas RA).

Dari hadits ini dapat dipahami, bahwa ternyata banyak aktifitas keseharian sesorang muslim, selain angkat senjata melawan orang-orang kafir itu yang dikategorikan sebagai jihad, tentunya jika aktifitasnya itu diniati karena mencari ridla Allah, dan sekaligus tidak bertentangan dengan aturan syariat Islam. 

Contoh, bekerja mencari ma’isyah untuk menghidupi keluarganya, jika dikerjakan secara baik dan benar sesuai dengan aturan syariat, serta yang dikejar dalam pekerjaannya itu bukan semata untuk kenikmatan duniawi, melainkan karena mengharap ridla dari Allah dalam melaksanakan kewajiban tersebut, maka termasuk jihad yang diberi pahala.

Membantu sesama muslim terutama dalam menjaga aqidah keislaman mereka, mendirikan tempat pendidikan bagi akan-anak muslim, serta kegiatan positif lainnya yang niatnya diperuntukkan bagi kemashlahatan umat Islam, juga termasuk dikategorikan jihad di jalan Allah.

Namun yang tak kalah pentingnya, yaitu jihad dalam melawan hawa nafsu diri sendiri dari pelanggaran terhadap aturan syariat, maka hal inilah termasuk jihad yang paling berat.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2023 Oleh Pejuang Islam