URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
AHLI IBADAH YANG SAKIT 
  Penulis: Pejuang Islam  [31/1/2023]
   
MENGAPA KAU MENANGIS ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
HAKIM EMOSI 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
RINDUKU KEPADAMU 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
ALHAMDULILLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 9 Februari 2023
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 72 users
Total Pengunjung: 5748460 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
SIKAP WIBAWA ORANG BERILMU 
Penulis: Pejuang Islam [ 1/1/2023 ]
 
SIKAP WIBAWA ORANG BERILMU

Luthfi Bashori


Rasulullah SAW bersabda, “Taqwa itu bukan terletak pada pakaian yang indah dan penampilan (yang memukau), melainkan terletak pada ketenangan dan keagungan.” (HR. Imam Ad-Dailami melalui Ibnu Sa’id).

Sikap ketenangan dan keagungan dalam menyampaikan pendapat itu, merupakan sikap dan ciri khas bagi orang yang berilmu dan bertaqwa. Wibawa seseorang itu bukan terletak pada pakaian yang mewah serta penampilan fisik yang memikat, namun ketaqwaan itu terpancar melalui sikap dan amaliah keseharian.

Sebagaimana Rasulullah SAW juga bersabda, “ Kefasihan seseorang itu bukan terletak pada banyaknya pembicaraan, melainkan terletak pada pembicaraan yang tegas dalam hal-hal yang diridlai oleh Allah dan Rasul-Nya, sedangkan kelemahan dalam berbicara itu bukan terletak pada sulitnya berbicara, melainkan terletak pada sedikitnya pengetahuan tentang perkara yang hak/benar. (HR. Imam Ad-Dailami melalui Sayyidina Abu Hurairah RA).

Perkataan tegas dari seorang muslim yang sesuai dengan aturan syariat serta norma kemasyarakatan, tanpa harus takut dimusuhi orang pihak lain, atau khawatir kehilangan pengaruh dan ditinggal massa, maka ketegasasn itu akan dapat  memisahkan antara perkara yang hak dan yang batil.

Jadi, penilaian terhadap ucapan lisan yang tidak fasih atau lemah dalam berbicara, maupun penilaian terhadap kejelasan pembicaraan seseorang itu, bukan terletak pada banyaknya berbicara atau lamanya durasi penyampaian, melainkan terletak pada penyampaian yang tegas dan lugas dalam standar ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Terrhadap perkara yang hak hendaklah dikatakan hak dan yang batil dikatakan batil, tanpa harus ditutup-tutupi. Di sisi lain, kebodohan seseorang itu bukan dinilai dari kesulitan berbicara, melainkan karena diketahui minimnya ilmu dan pengalaman yang dimilikinya, terutama jika pendapatnya itu bertentangan dengan aturan syariat yang baku.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2023 Oleh Pejuang Islam