URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
AHLI IBADAH YANG SAKIT 
  Penulis: Pejuang Islam  [31/1/2023]
   
MENGAPA KAU MENANGIS ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
HAKIM EMOSI 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
RINDUKU KEPADAMU 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
ALHAMDULILLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/1/2023]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 9 Februari 2023
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 58 users
Total Pengunjung: 5748438 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
MANUSIA BERSIFAT RAKUS 
Penulis: Pejuang Islam [ 25/12/2022 ]
 

MANUSIA BERSIFAT RAKUS


Luthfi Bashori

Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya anak Adam (manusia) telah memiliki ternak (harta) yang memenuhi dua lembah, niscaya ia masih mencari untuk yang ketiganya, dan tiada sesuatu pun yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah. Allah mengampuni orang yang bertobat kepada-Nya.” (HR. Imam Syaikhan).

Hadits ini menerangkan bagaimana rakusnya sifat manusia pada umumnya, yang selalu merasa tidak akan pernah puas dengan kepemilikan harta yang sudah ada di tangannya, tema ini terlepas dari masalah hukum halal dan haram.

Gambaran yang sering terjadi dan terdengar di tengah masyarakat tentang hal ini adalah, jika ada orang yang telah diberi kaki sehat hingga ia mampu untuk berjalan, niscaya ia akan berkeinginan memiliki sepeda gowes, setelah mampu memiliki sepeda gowes tentu ia berharap memiliki sepeda motor.

Setelah memiliki sepoda motor, ia pun akan berupaya memiliki mobil, jika mobil keluarga sudah ada digarasi rumahnya, ia bakalan ingin menambah unit mobil lain yang lebih wah dan jumbo, barangkali semacam bus.

Tatkala ia mampu membeli bus, rasanya ingin juga dapat membeli kereta api. Kalaupun ia mampu membeli kereta api, ia pun tetap akan berandai untuk dapat membeli pesawat pribadi, demikian dan seterusnya, bahwa sifat rakus terhadap kepemilikan duniawi itu tak akan pernah habis-habisnya dalam diri seseorang, bahkan hingga berusia tua renta. Sifat kerakusan seperti ini hanya bisa berhenti, jika orang tersebut telah ditimbun di dalam tanah.

Kecuali orang-orang yang diberi taufiq dan hidayah oleh Allah, sehingga yang ada dalam hatinya lebih dominan dipenuhi urusan akhirat, sehingga ia selalu berpikir bagaimana cara untuk dapat meraih kehidupan yang lebih hakiki dan yang lebih abadi di dalam sorga kelak.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2023 Oleh Pejuang Islam