URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
ORANG KEPERCAYAAN RASUL 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/7/2022]
   
SELALU BERHARAP DAN BERDOA ITU JAUH LEBIH BAIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/7/2022]
   
AYOO PULANG KAMPUNG, MENCARI SURGA FIRDAUS !! 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/7/2022]
   
MEMBANGUN RUMAH YANG SYAR’I 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/7/2022]
   
BERSIFAT QANA’AH 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/7/2022]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 14 Agustus 2022
Pukul:  
Online Sekarang: 8 users
Total Hari Ini: 382 users
Total Pengunjung: 5648504 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
PENCACI ALLAH ITU KAFIR & MUSUH 
Penulis: Pejuang Islam [ 26/7/2022 ]
 
PENCACI ALLAH ITU KAFIR & MUSUH

Luthfi Bashori


Dalam hadits Qudsi, Allah SWT berfirman yang artinya: “Anak Adam telah mancaci-Ku, padahal tidak layak baginya mencaci-Ku, dan anak Adam telah mendustakan Aku, padahal tidak layak baginya mendustakan-Ku. Adapun caciannya kepada-Ku ialah perkataannya, sesungguhnya Aku mempunyai anak, padahal Aku Allah yang Maha Esa tempat bergantung segala sesuatu, Aku tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tiada seorangpun yang setara dengan-Ku. Adapun pendustaannya terhadap-Ku ialah perkataannya, bahwa Allah tidak akan mengembalikan saya menjadi hidup kembali sebagaimana Dia menciptakan saya pada permulaannya, padahal tidaklah penciptaan yang pertama itu lebih mudah bagi-Ku daripada mengulanginya kembali.” (HR. Imam Nasa’i melalui Imam Abu Hurairah RA).

Menyekutukan Allah atau meyakini bahwa Allah itu punya istri, punya anak dan yang semisalnya, adalah perbuatan terkutuk, karena sama halnya dengan menghina dan mencacimaki Allah.

Karena itu para pelaku perbuatan penyukutuan terhadap Allah ini kelak tidak akan diampuni sedikitpun, dan pasti akan dimasukkan ke dalam nereka untuk selama-lamanya.

Termasuk terhadap segala macam bentuk kekafiran kepada ketuhanan Allah, maka ancamannya adalah akan dijadikan sebagai penghuni neraka untuk selama-lamanya secara kekal dan abadi.

Mengingkari adanya hari berbangkit serta tidak percaya terhadap adanya hari perhitungan amal di akhirat nanti, merupakan perbuatan yang sangat hina dina lagi nista, dan perilaku yang demikian ini hanya dilakukan oleh orang-orang kafir maupun orang-orang murtad sebagai musuh utama Allah.


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2022 Oleh Pejuang Islam