URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
ORANG KEPERCAYAAN RASUL 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/7/2022]
   
SELALU BERHARAP DAN BERDOA ITU JAUH LEBIH BAIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/7/2022]
   
AYOO PULANG KAMPUNG, MENCARI SURGA FIRDAUS !! 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/7/2022]
   
MEMBANGUN RUMAH YANG SYAR’I 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/7/2022]
   
BERSIFAT QANA’AH 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/7/2022]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 14 Agustus 2022
Pukul:  
Online Sekarang: 7 users
Total Hari Ini: 376 users
Total Pengunjung: 5648461 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
AYOO PULANG KAMPUNG, MENCARI SURGA FIRDAUS !! 
Penulis: Pejuang Islam [ 5/7/2022 ]
 
AYOO PULANG KAMPUNG, MENCARI SURGA FIRDAUS  !!

Luthfi Bashori


Seburuk apapun kelakuan umat Islam di dunia ini, tentu di dalam hatinya ada sedikit keinginan untuk masuk surga dan ada perasaan takut masuk neraka.

Apalagi di dalam hati orang-orang yang shalih dan ahli ibadah, tentu terbersit harapan besar untuk masuk surga dan ada rasa ketakutan yang sangat saat mendengar ancaman neraka.

Orang-orang baik, yaitu mereka yang dapat menjaga kehidupannya di dunia ini, berusaha menjauhi perbuatan yang diancam masuk neraka, dan selalu berusaha mengerjakan kebaikan-kebaikan yang dirasa dapat men-support dirinya untuk dapat meraih kenikmatan surga.

Surga itu hakikatnya adalah kampung halaman ‘milik’ orang tua para ahli kebaikan, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan selalu berusaha berbuat kebajikan. Mereka yang jika suatu saat terjerumus ke dalam kemunkaran, maka akan segera memohon ampunan kepada Sang Pemilik surga. 

Nabi Adam dan ibu Hawa-lah kedua orang tua bagi para calon penghuni surga. Dahulu kala, rumah beliau berdua adalah surga, dan itulah kampung halaman yang sesungguhnya bagi umat manusia. Karena itu anak cucu Nabi Adam AS janganlah tersesat saat mereka akan pulang menuju kampung halaman.

Agar kerinduan untuk pulang menuju kampung halaman itu tidak tersesat, maka Rasulullah SAW memberikan gambaran tentang kondisi surga yang sebenarnya, yang dijanjikan bagi orang-orang yang telah membeli tiket dengan keimanan, “Di dalam surga terdapat seratus tingkat, jarak antara tingkat ke tingkat lainnya sama dengan jarak antara bumi dan langit, dan tingkat yang paling tinggi adalah surga Firdaus. Dari surga Firdauslah mengalir sungai-sungai surga yang empat itu, dan di atas surga Firdaus terdapat Arasy. Apabila kalian meminta kepada Allah, maka mintalah kepada-Nya surga Firdaus.” (HR. Imam Hakim).

Di waktu yang lain, Rasulullah SAW bersabda: “Di dalam surga terdapat kenikmatan yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terbetik dalam hati manusia.” (HR. Imam Thabrani melalui Imam Abu Said RA).

Semuanya itu telah disediakan oleh Allah SWT bagi anak cucu Nabi Adam AS yang shalih, ahli ibadah dan selalu menjaga keimanan serta senantiasa berbuat kebajikan, agar tidak tersesat di jalan menuju kampung halaman.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2022 Oleh Pejuang Islam