URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
ORANG KEPERCAYAAN RASUL 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/7/2022]
   
SELALU BERHARAP DAN BERDOA ITU JAUH LEBIH BAIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/7/2022]
   
AYOO PULANG KAMPUNG, MENCARI SURGA FIRDAUS !! 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/7/2022]
   
MEMBANGUN RUMAH YANG SYAR’I 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/7/2022]
   
BERSIFAT QANA’AH 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/7/2022]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 14 Agustus 2022
Pukul:  
Online Sekarang: 8 users
Total Hari Ini: 379 users
Total Pengunjung: 5648490 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
BERSIFAT QANA’AH 
Penulis: Pejuang Islam [ 1/7/2022 ]
 
BERSIFAT QANA’AH

Luthfi Bashori


Qana’ah adalah sifat dimana seseorang selalu merasa berkecukupan dengan segala pemberian rezeki dari Allah seberapapun nilainya.

Walaupun ia tetap berusaha dengan bekerja, namun pekerjaannya mencari uang itu tidak menjadikan dirinya tergantung kepada hiruk pikuk dan gemerlapnya dunia.

Orang yang berhati qana’ah, tidak akan melihat pengumpulan harta itu sebagai tujuan hidup, namun saat bekerja mencari uang itu semata-mata hanya sebagai salah satu anjuran agama.

Karena itu, ia tidak akan pernah meninggalkan kewajiban beribadah hanya karena alasan sedang bekerja. Ia tidak akan memilih tempat pekerjaan yang ada larangan terhadap pegawainya untuk melaksanakan shalat. Ia juga tidak merasa iri terhadap keberadaan orang lain yang telah diberi rezeki oleh Allah dengan pemberian yang melimpah ruah.

Rasulullah SAW bersabda: “Berkecukupan adalah tidak mengharapkan apa yang ada di tangan orang lain, dan janganlah engkau bersikap tamak, karena sesungguhnya sifat tamak itu merupakan kemiskinan di masa sekarang.” (HR. Imam Al Askari melalui Imam Ibnu Abbas RA).

Dikatakan: Bahwa orang kaya itu adalah kaya hati. Maksudnya, hakikat kaya itu ada di dalam hati, jika hatinya selalu merasa cukup dengan segala pemberian dari Allah sekalipun nominal hartanya sedikit, maka itulah kekayaan yang sesungguhnya. Namun jika ada orang yang banyak memiliki harta berlebih-lebihan, tapi hatinya merasa kurang dan kurang, bahkan berani meninggalkan ibadah demi mencari uang, maka hakikatnya ia adalah seorang yang miskin dan perlu dikasihani. Jadi kaya yang sesungguhnya adalah kaya jiwa walaupun miskin harta, bukan kaya harta, tetapi miskin jiwa.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2022 Oleh Pejuang Islam