URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
HOBI BEREBUT HARTA DAN TAHTA 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/1/2022]
   
JADILAH NU AKHIRAT, JANGAN JADI NU DUNIA !! 
  Penulis: Pejuang Islam  [29/12/2021]
   
UANG RISYWAH TRAYEK NERAKA 
  Penulis: Pejuang Islam  [26/12/2021]
   
DOA ORANG YANG TERDZALIMI ITU TEMBUS LANGIT 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/12/2021]
   
PEGAWAI JUJUR DICINTAI ALLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/12/2021]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Sabtu, 22 Januari 2022
Pukul:  
Online Sekarang: 6 users
Total Hari Ini: 186 users
Total Pengunjung: 5516751 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
JADILAH NU AKHIRAT, JANGAN JADI NU DUNIA !! 
Penulis: Pejuang Islam [ 29/12/2021 ]
 
JADILAH NU AKHIRAT, JANGAN JADI NU DUNIA  !!

Luthfi Bashori

Perjalanan usia ormas NU itu sudah 98 tahun, tentu selama ini, dinamika yang terjadi dalam tubuh ormas NU sangat banyak dan bervariasi. Karena pada setiap masa itu ada penghuninya, dan di setiap penghuni masa itu berbeda karakter serta situasi yang dihadapinya.

Sebagaiman yang terjadi di dalam perkembangan dunia Islam pun banyak mengalami perubahan, hingga Rasulullah SAW perlu memberi batasan, bahwa generasi terbaik di lingkungan umat Islam itu terletak pada 3 generasi awwal mereka, dan pada penghuni 3 generasi pertama, atau yang dikenal sebagai genersi ulama Salaf inilah yang bisa dijadikan rujukan bagi umat Islam dari masa ke masa, barang siapa yang menyelisihi mereka maka sangat rawan menjadi kelompok sesat dan menyesatkan.

Dalam dunia NU pun, tentu banyak mengalami perubahan, baik dalam paradigma keorganisasian maupun dalam beramaliyah. Maka agar warga NU tetap lurus dan tidak melenceng dalam melaksanakan ke-NU-an, sudah selayaknya tetap istiqamah berkiblat kepada aturan main dan pemahaman para tokoh nahdliyyin generasi pertama, yaitu ajaran dan amaliyah para pendiri NU beserta banomnya dalam ke-NU-an.

Contoh kecil, bahwa NU itu didirikan bukan sebagai ormas yang berorientasi pada profit oriented, atau bisnis yang semata-mata untuk memperoleh keuntungan materi yang dianggap dapat mensejahterakan para pengurus maupun warganya. Namun murni bertujuan untuk menjaga, melestarikan serta mengembangkan dakwah Islamiyah yang dilakukan tanpa pamrih sedikitpun.

Namun paradigma di akhir-akhir ini, NU sudah berubah menjadi sebuah ormas yang sangat layak dijual suaranya, entah itu untuk kepentingan dunia politik, atau dunia bisnis kaum oligarki, serta untuk kepentingan perebutan jabatan keduniaan di berbagai kalangan.

Saran bagi warga NU yang ingin mendapatkan keselamatan baik di dunia maupun di akherat, terutama yangberada di penghujung kehidupan jagat raya sebelum terjadi hari Qiamat, hendaklah dengan sadar diri meninggalkan figur-figur tokoh yang sengaja menjadikan NU untuk memperebutkan kepentingan duniawi semata. 

Raulullah SAW bersabda: “Dunia (harta) adalah benda yang ada sekarang, orang yang bertaqwa dan orang yang durhaka sama-sama makan sebagian daripadanya. Sedangkan akhirat merupakan janji yang benar, di hari akhirat keputusan berada pada Raja Yang Maha Adil (Allah), Dia memenangkan perkara yang hak dan mengalahkan perkara yang batil. Karena itu jadilah kalian ‘Anak-anak akhirat’ dan janganlah kalian menjadi ‘Anak-anak dunia’, karena sesungguhnya setiap ibu itu pasti diikuti oleh anaknya masing-masing.” (HR. Imam Muslim).

Orang yang berorientasi untuk kehidupan akherat akan selamat, sedangkan yang berebut untuk kepentingan dunia akan terlaknat.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2022 Oleh Pejuang Islam