URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
TIPS MAKAN DAN MINUM YANG BAIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/9/2021]
   
SEHARUSNYA MUSUH ITU TAKUT 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/9/2021]
   
MENOLAK PENDIRIAN GEREJA 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/9/2021]
   
APA USTASZ DI LUAR NU ITU SESAT ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/9/2021]
   
“HUNUSKAN PEDANGMU SAAT DIBUTUHKAN !” 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/9/2021]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 26 September 2021
Pukul:  
Online Sekarang: 2 users
Total Hari Ini: 109 users
Total Pengunjung: 5435639 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
HORMATILAH KUBURAN MAYIT ! 
Penulis: Pejuang Islam [ 2/9/2021 ]
 
HORMATILAH KUBURAN MAYIT !

Luthfi Bashori


Demi menghormati kuburan mayit, maka setiap kali Rasulullah melewati taman pekuburan, beliau selalu mengucapkan salam kepada ahli kubur, “Assalamualaika ya ahlal kubur, yang artinya salam sejahtera kepada kalian wahai para penghuni kuburan, insyaallah kami akan berjumpa dengan kalian."

Termasuk faedah berziarah serta menghormati makam pekuburan, adalah untuk mengingatkan seseorang terhadap kematian. Bahwa kematian itu pasti datang, baik cepat atau lambat. Untuk itulah Syariat mengajarkan sedemikian rupa agar umat Islam tetap menghormati orang mati atau kepada orang-orang yang ada di dalam kuburan, karena suatu saat mereka juga pasti meninggal dunia dan bermukim  di dalam kuburan.

Termasuk cara menghormati orang yang telah wafat, maka Rasulullah SAW berpesan: “Janganlah kalian kencing di kuburan, karena perbuatan tersebut dapat menyebabkan penyakit barash/supak/belang.” (HR. Imam Ad-Dailami).

Hadits ini memperingatkan agar jangan ada yang berlaku kurang beradab terhadap penghuni kuburan, terlebih lagi melakukan perbuatan yang tidak senonoh seperti buang air kecil atau buang air besar.

Imam al-Mawardi sebagaimana dinukil dalam kitab Mughni al-Muhtaj, menyatakan termasuk larangan saat seseorang berada di lingkungan makam pekuburan: “Bahwa hukum menyalakan api di sisi kuburan itu adalah makruh (atau dibenci oleh Syariat).”

Ironisnya, di sebagian taman pekuburan umum, terkadang penjaganya belum memahami larang ini, hingga saat ia menyapu dan mengumpulkan sampah yang berserakan, semisal sampah dari rerontokan daun kering, lantas dengan serta merta akan membakarnya di lingkungan makam pekuburan tersebut.

Semestinya hendaklah sampah itu di angkut dan dibuang di tempat penampungan sampah. Atau jika harus dibakar, maka selayaknya dilakukan agak jauh dari lingkungan makam pekuburan.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa setiap muslim itu wajib mengormati kuburan, di antaranya Imam Abu Ishaq asy-Syayrazi dalam at-Tanbih menyebutkan: “Tidak boleh seseorang itu duduk di atas kuburan, tidak boleh menginjak-injak kuburan, kecuali karena ada kebutuhan yang mendesak, dan makruh hukumnya bermalam di pemakaman. (Abu Ishaq asy-Syayrazi, at-Tanbih fi al-Fiqh asy-Syâfi’i, Beirut: ‘Alam al-Kutub, cetakan pertama, 1983, juz 1, hal. 52).


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2021 Oleh Pejuang Islam