URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
BERSIFAT MULIA 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/7/2021]
   
MINYAK WANGI BERALKOHOL UNTUK SHALAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/7/2021]
   
ISRTI TAK CIUM BAU SURGA (Bag-2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/7/2021]
   
MEMAKMURKAN MASJID ITU DICINTAI ALLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/7/2021]
   
ISTRI TAK CIUM BAU SURGA? (Bag-1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/7/2021]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Senin, 2 Agustus 2021
Pukul:  
Online Sekarang: 8 users
Total Hari Ini: 94 users
Total Pengunjung: 5397552 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
WAJIB MEMULIAKAN ULAMA LURUS 
Penulis: Pejuang Islam [ 12/7/2021 ]
 
WAJIB MEMULIAKAN ULAMA LURUS

Luthfi Bashori


Ulama lurus adalah para ulama yang selalu berada di baris Syariat Islam, dan tidak berstatemen maupun berperilaku terutama di depan publik, dengan hal-hal yang sengaja menentang hukum Islam.

Sebaliknya tokoh agama yang bengkok adalah figur-figur orang orang yang terlanjur dijadikan idola oleh kalangan masyarakat awwam, namun kerap kali berstatemen dan berperilaku di depan publik, dengan hal-hal yang bertentangan dengan Alquran, Hadits maupun Ijma’ para ulama secara terang-terangan.

Misalnya jika ada tokoh masyarakat yang beridentitas Islam, namun gemar ikut mengucapkan salam kekafiran, atau rajin hadir dalam ritual agama selain Islam, maupun melakukan kemasksiatan dhahir seperti korupsi di depan publik. Figur seperti ini termasuk tokoh bengkok, dan jika ada kalangan awwam maupun media mainstream yang menjulukinya sebagai ulama, maka termasuk ulama suuk (jahat).

Tentu terhadap oknum ulama suuk itu, tidak ada kewajiban sedikit pun bagi umat Islam untuk menghormatinya, bahkan umat Islam haram pula mengikuti perilaku sesatnya mapun mengidolakan figurnya.

Berbeda dengan para ulama lurus, maka ada kewajiban bagi umat Islam untuk menghormatinya, memuliakannya, mengidolakannya, dan terutama mengikuti ajaran-ajarannya, karena mereka tidak berstatemen maupun berperilaku kecuali disetarakan dengan ajaran Syariat. Jika ada kesalahan pun maka akan segera merujuk kepada kebenaran Syariat.

Untuk itu, Rasulullah SAW berpesan kepada umat Islam dengan sabdanya:

“Muliakanlah oleh kalian para ulama, karena mereka adalah pewaris para nabi. Barang siapa yang memuliakan mereka berarti ia memuliakan Allah dan Rasul-nya.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Khatib melalui jalur Sayyidina Jabir RA.

Hadits ini menerangkan tentang keutamaan para ulama sebagai pewaris para nabi. Karena para nabi itu saat wafat, mereka tidak meninggalkan kekayaan harta, melainkan hanya mewariskan ilmu Syariat.

Bagi umat Nabi Muhammad SAW, maka yang menjadi ahli waris beliau SAW adalah para ulama yang lurus. Karena itulah umat Islam diwajibkan untuk menghormatinya, karena dengan menghormati mereka sama halnya dengan menghormati Allah dan Rasul-Nya SAW.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2021 Oleh Pejuang Islam