URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
BERSIFAT MULIA 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/7/2021]
   
MINYAK WANGI BERALKOHOL UNTUK SHALAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/7/2021]
   
ISRTI TAK CIUM BAU SURGA (Bag-2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/7/2021]
   
MEMAKMURKAN MASJID ITU DICINTAI ALLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/7/2021]
   
ISTRI TAK CIUM BAU SURGA? (Bag-1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/7/2021]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Senin, 2 Agustus 2021
Pukul:  
Online Sekarang: 7 users
Total Hari Ini: 87 users
Total Pengunjung: 5397530 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
JANGAN JADI ORANG KE LIMA 
Penulis: Pejuang Islam [ 11/7/2021 ]
 
JANGAN JADI ORANG KE LIMA

Luthfi Bashori


Rasulullah SAW bersabda, “Jadilah kamu seorang yang alim (pengajar agama), atau santri (pelajar), atau mendengarkan (ilmu agama), atau mencintai (ilmu agama), dan janganlah kamu menjadi orang yang kelima, kamu pasti menjadi orang yang celaka.” (HR. Imam Baihaqi)

Yang dimaksud dengan orang yang kelima adalah bukan sebagai pengajar, pelajar, gemar mendengarkan pengajian, dan bukan pecinta pengajian, melainkan sebagai orang yang bodoh, apalagi jika membenci empat golongan yang sebelumnya.

Maksud dari pesan Rasulullah SAW ini adalah, janganlah seseorang itu menjadi orang yang bodoh (dalam masalah agama) karena akibatnya pasti celaka, baik di dunia maupun di akhirat.

Menurut peribahasa, bahwa Annaasu a’daau maa jahilu (manusia orang itu menjadi musuh dari apa-apa yang tidak diketahuinya). Bahaya kebodohan dapat berakibat fatal, bahkan dapat pula membunuh.

Dulu ada orang Arab bernama Tuma, dia mengkonsumsi ular hitam padang pasir hingga mati keracunan. Kronologinya si Tuma figur yang tergolong enggan belajar dan bodoh ini, kebetulan membaca satu tulisan yang menurutnya berbunyi “Alhayyatus saudaak dawaa-un min kulli daak (ular hitam itu obat segala penyakit).”

Padahal asli tulisannya itu berbunyi, “Alhabbatus saudaak, dawaa-un min kulli daak (jintan hitam itu obat segala penyakit)”.

Selidik punya selidik, ternyata pada lembar kertas yang dibaca oleh Tuma itu ada kotoran kutu yang berdekatan dengan titik huruf baak, hingga terkesan seperti huruf yak. Semestinya dibaca Alhabbatu (jintan) tapi oleh Tuma dibaca Alhayyatu (ular).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2021 Oleh Pejuang Islam