URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
BERSIFAT MULIA 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/7/2021]
   
MINYAK WANGI BERALKOHOL UNTUK SHALAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/7/2021]
   
ISRTI TAK CIUM BAU SURGA (Bag-2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/7/2021]
   
MEMAKMURKAN MASJID ITU DICINTAI ALLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/7/2021]
   
ISTRI TAK CIUM BAU SURGA? (Bag-1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/7/2021]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Senin, 2 Agustus 2021
Pukul:  
Online Sekarang: 6 users
Total Hari Ini: 106 users
Total Pengunjung: 5397576 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
KIAT ATASI KANTUK 
Penulis: Pejuang Islam [ 9/7/2021 ]
 
KIAT ATASI KANTUK

Taushiah: KH. Luthfi Bashori
Transkrip: Rizal Affandi

SANTRI: Biasanya kita para santri sering sekali mengantuk pada saat belajar maupun mengaji, bagaimana cara mengatasi ngantuk pada saat belajar?

KYAI: Cara mengatasi ngantuk pada saat belajar adalah dengan berwudu, itu cara paling praktis.

Tapi yang paling hebat adalah dengan niat, "Saya niat mengaji dan tidak tidur di tempat pengajian." Maka akan timbul semangat, itu adalah cara paling baik.

Seperti halnya para Kyai atau ustadz waktu mengajar, mereka tidak mengantuk. Kenapa?

Guru-guru mulai dari awal pengajian sampai akhir pelajaran tidak mengantuk, karena memang ada semangat untuk menyampaikan ilmu agama.

Jadi semangat itu yang menyebabkan giat dan tidak tidur.

Seperti halnya puasa sunnah. Kalau ada orang yang semangat dari hatinya untuk berpuasa sunnah, dia benar-benar berniat, maka puasanya akan terlaksana.

Dia akan mampu berpuasa dari pagi hingga malam, kenapa? Karena dia semangat.

Tapi kalau ada orang tidak semangat berpuasa, walaupun dia diberi tahu rahasia dan fadhilah berpuasa, maka dia tidak akan mampu berpuasa. Pikirannya hanya ingin makan.

Orang yang tidak punya semangat berpuasa sunnah, sekalipun diberi buku yang berisi tentang fadhilah dan keutamaan puasa sunnah, maka buku itu pun tidak akan berpengaruh, dia tidak akan berpuasa karena tidak ada semangat dari hatinya.

Begitu juga pekerja, kalau ada orang bekerja yang mempunyai semangat ketika bekerja, maka semangat itu menjadikan orang tidak pulang-pulang, bahkan mampu bermalam hingga dua hari dua malam di tempat pekerjaannya, dan itu mampu dia lakukan dikarenakan ia mempunyai semangat yang kuat.

Mengaji pun demikian. Kalau dari awal dia malas, maka dia akan melampiaskan tidur di tempat pengajian.

Jadi santri yang tidur ketika di kelas itu sebabnya adalah dia malas, tidak punya semangat yang membaja.

Walaupun disemprot air, maka pengaruhnya tidak akan lama. Awalnya setelah disemprot bisa bangun, tapi tidak lama lagi dia akan kembali tidur. Hal itu dikarenakan dia aslinya malas.

Tapi kalau dia mempunyai semangat tinggi, seperti kalian yang mengaji sekarang ini, saya lihat matanya terbuka lebar, ini tanda mengajinya bersemangat.

Tapi kalau masuk kelas tidak ada semangat, maka matanya mulai terkatuk, lama-lama menjadi tertidur.

Kemudian apa caranya supaya timbul semangat?
Ya bisa dibantu oleh temannya, atau oleh pengawasnya dengan sedikit dipukul atau disiram air.

Kalau ada santri tidur di kelas, kalau disemprot air sedikit kok tidak bangun, maka perlu dibawakan air satu gayung, kemudian `digambyorkan` kepadanya, agar mengajinya jadi semangat.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2021 Oleh Pejuang Islam