URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Selasa, 21 Oktober 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV NU GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
BAHAYA MENYAKITI TENTANGGA 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/10/2014]
   
BERMANFAAT BAGI EMPAT KETURUNAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/10/2014]
   
KISAH AL-‘UTBI DALAM BERTAWASSUL 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/9/2014]
   
MASYARAKAT MADANI DI PERSIMPANGAN - (3) 
  Penulis: Pejuang Islam  [21/9/2014]
   
MASYARAKAT MADANI DI PERSIMPANGAN - (2) 
  Penulis:  [19/9/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 21 Oktober 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 38 users
Total Hari Ini: 1251 users
Total Pengunjung: 1822213 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KREATIFITAS SANTRI
 
   
Sifat Takabbur (Sombong) 
Penulis: M. Jamaluddin [ 23/6/2009 ]
 

                                       Sifat Takabbur (Sombong)

                                                                   M. Jamaluddin



 Termasuk orang yang sombongkah kita ini? Sebuah pertanyaan remeh, namun perlu kita perhatikan. Sifat sombong saat ini menjadi penyakit umum di kalangan masyarakat, dan termasuk penyakit menular yang sangat membahayakan. Karena itu perlu dibasmi secara serius. Mengapa demikian? Karena penyakit ini sudah menembus angka signifikan yaitu hampir 60 % masyarakat Indonesia mengidapnya.

Bukan hanya itu, bahkan bisa dikatakan umat Islam di seluruh dunia saat ini sudah banyak yang mengidap penyakit sombong. Belum lagi penyebaran penyakit ini, ternyata juga perlu kita waspadai, karena tidak hanya melanda kota-kota besar, namun sudah masuk  ke daerah-daerah terpencil. Bahkan di desa yang terisolirpun ikut terkena wabah penyakit ini.

Coba kita perhatikan, jika ada gadis yang mempunyai kecantikan lebih dibanding teman-temannya di desa itu, apakah tidak rawan terserang penyakit sombong? karena merasa paling cantik, atau jika kita temui seseorang yang merasa paling kaya serta paling terhormat di lingkungan desanya, tidakkah rawan juga  terjangkitnya penyakit ini? Rasulullah SAW telah bersabda tentang penyakit sombong ini yang artinya:

“Tidak akan masuk surga orang yang ada di dalam hatinya terdapat sekecil dharrah (atom) dari sifat takabbur (sombong). Sahabat bertanya: Bagaimana seandainya ada seorang yang ingin memakai baju yang indah dan sepatu yang bagus? Nabi Muhammad menjawab: Sesungguhnya Alah itu indah dan menyukai keindahan. Takabbur (sombong) itu ialah menolak kebenaran, dan menganiaya (merendahkan) orang lain.  
}
 Hadis di atas telah menerangkan bahwa tidak akan masuk surga apabila kita terus-menerus menyombongkan diri dan menolak nasihat orang lain, apalagi jika merendahkan orang yang sudah menasehati kita. 

 Sebuah fakta  sejarah, bahwa umat Islam meyakini penyakit ini ternyata sudah ada sejak zaman Nabi Adam AS. Saat diciptakannya nabi Adam A.S, Allah SWT menyuruh jin untuk menyembah kepada nabi Adam sebagai suatu penghormatan, Namun jin tidak mau menyembah nabi Adam karena sifat sombong dan angkuh yang membuat jin berperilaku demikian. Kesombongan inilah yang mengakibatkan jin diusir dari surga.

Karena itu, di dunia ini janganlah kita memanjakan penyakit sombong ini dan membiarkannya hidup tenang dalam hati kita. Marilah kita senantiasa bersikap tawadlu dan mengasihi satu sama lain, sehingga kita dapat membrantas penyakit sombong ini.

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Kreatifitas Santri
 
 
 
  Situs © 2014 Oleh Pejuang Islam