URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Sabtu, 29 November 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV NU GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
MENANGKAL KEBANGKITAN PKI (BAB 1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/11/2014]
   
HAKIKAT KEKUASAAN ADALAH COBAAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2014]
   
REKAYASA BID`AH  
  Penulis: Pejuang Islam  [4/11/2014]
   
BULLY - BULLY - BULLY  
  Penulis: Pejuang Islam  [1/11/2014]
   
KLARIFIKASI FACE BOOK ``NU GARIS LURUS`` 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/10/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Sabtu, 29 November 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 21 users
Total Hari Ini: 426 users
Total Pengunjung: 2016859 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
BERDOALAH KEPADA ALLAH 
Penulis: Pejuang Islam [ 3/3/2013 ]
 
BERDOALAH KEPADA ALLAH

Luthfi Bashori

Jika dilihat sepintas, berdoa kepada Allah itu seperti kurang ada makna yang dapat dirasakan secara langsung, khususnya jika ditimbang-timbang dengan kepentingan hidup di dunia. Karena itu tidak semua orang Islam mau memulai pekerjaannya dengan berdoa terlebih dahulu kepada Allah.

Dalam dunia modern, sering kali kepercayaan kepada ajaran agama itu sudah luntur dari diri umat Islam. Tidak jarang mereka terpengaruh kehidupan dunia kapitalis, dunia yang menghitung segala sesuatu itu dengan materi. Ibarat jargon: Ada barang ada uang, jika ingin mendapat uang (rejeki) maka satu-satunya jalan harus bekerja, dan tanpa bekerja mustahil seseorang itu akan mendapatkan uang (rejeki).

Pengaruh dunia kapitalis ini sangat merusak aqidah uamt Islam. Karena secara tidak sadar umat Islam akan semakin jauh dari ajaran agama yang diturunkan oleh Allah untuk kepentingan dan kenyamanan hidup di dunia lebih-lebih di akhirat nanti.

Karena pengaruh dunia kapitalis juga, banyak umat Islam yang nekat berbuat jahat dan tidak takut menipu atau mencuri atau menggelapkan barang-barang yang bukan miliknya dan dimanipulasi dengan berbagai macam modus, yang terpenting bagi kalangan ini adalah bagaimana caranya mereka merasa aman dari pengawasan orang lain, sehingga tidak beresiko untuk diperkarakan di pengadilan.

Dalam kondisi demikian, maka tidak ada lagi konsep rasa takut kepada ancaman siksa Allah karena telah melanggar syariat Islam, sekalipun mereka masih tetap merasa dirinya sebagai seorang muslim. Hanya saja yang menjadi prinsip mereka adalah bagaimana caranya dapat meraup kehidupan duniawi yang mapan dan nyaman dalam standar kekinian. Slogan mereka kira-kira berbunyi : Halal atau haram sikat saja, yang penting dapat dinikmati. Atau slogan : Lha mencari harta yang haram saja sulit, apalagi dengan syarat harus halal segala.

Umat Islam sudah selayaknya menyakini ajaran agamanya, karena ajaran agama Islam ini diturunkan oleh Allah kepada umat manusia dalam keadaan sangat sempurna. Bahkan yang berkaitan dengan dunia mengais rejeki pun sudah digariskan oleh ajaran syariat.

Coba perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini :

Dari Abu Ya’la dengan sanad dari Jabir bin Abdullah berkata: Nabi SAW bersabda : Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dapat melindungi diri kalian dari serangan musuh dan dapat menambah rejeki kalian? Yaitu kalian berdoa kepada Allah di waktu malam dan siang hari, sesungguhnya doa itu adalah senjata bagi orang yang beriman.

Jadi, sangat salah jika ada seorang muslim yang ingin mengais rejeki bahkan ingin meraup keuntungan sebanyak-banyaknya namun sengaja meninggalkan doa kepada Allah. Karena harta yang didapatkan dengan tanpa disertai doa, maka hartanya itu tidak akan berbarakah. Akibatnya justru seringkali menimbulkan  problem-problem yang berkaitan dengan dunia bisnisnya.

Intinya, mengais rejeki itu boleh bahkan dianjurkan dalam Islam, namun harus tetap dalam koridor syariat, dan alangkan afdhalnya jika disertai dengan berdoa.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
Tulis Kode Di Bawah
 
 
1.
Pengirim: Muthoin Tsamma Amiin  - Kota: Nanga Pinoh (Kalimantan Barat)
Tanggal: 5/3/2013
 
Asswrwb Ammy... semoga Ammy sekeluarga selalu dalam kesehatan lahir dan batin....

Sebagaimana ana selalu berdoa untuk Ammy... Mohon dengan sangat Ammy juga berkenan mendoakan ana sekeluarga.... Syuron...
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad....
Wasswrwb... 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Semoga kita semua selalu dilindungi oleh Allah.

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2014 Oleh Pejuang Islam