URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Jumat, 25 Juli 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV NU GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
SINKRETISME MEMBAHAYAKAN AKIDAH ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/7/2014]
   
Penjelasan Ulama Tentang Hadist Ghadir Khum 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/7/2014]
   
INGIN PANJANG UMUR ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/6/2014]
   
JAGALAH AGAMA ALLAH, NISCAYA ALLAH MENJAGAMU 
  Penulis: Pejuang Islam  [27/6/2014]
   
Pandangan Ulama: Hukum Pengkafiran Terhadap Para Shahabat 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/6/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Jumat, 25 Juli 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 20 users
Total Hari Ini: 625 users
Total Pengunjung: 1506302 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
ADAB SOPAN SANTUN BERDOA 
Penulis: Pejuang Islam [ 4/1/2013 ]
 
ADAB SOPAN SANTUN BERDOA

Luthfi Bashori

Doa adalah sentral ibadah, demikianlah menurut Nabi Muhammad SAW. Setiap orang yang beribadah kepada Allah pasti terikat dengan doa, entah itu terucapkan lewat lisan maupun yang tersirat dalam niat di hati. Yang jelas, setiap ibadah itu harus disertai doa, agar ibadahnya diterima oleh Allah.

Jika ada seseorang yang  mengamalkan sebuah bentuk ibadah, namun tanpa disertai niat atau doa, maka amalannya itu tidak dinilai sebagai ibadah, sekalipun bentuk amalannya serupa dengan ibadah. Bahkan Allah tidak memberi pahala sedikitpun terhadap apa yang ia kerjakan itu.

Karena itu sangat penting bagi seseorang untuk mengetahui perbedaan amal ibadah dengan kegiatan yang tidak termasuk ibadah, agar tidak salah di dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari.

Seseorang yang makan nasi, jika berniat bahwa dengan makan nasinya itu dirinya berharap agar menjadi sehat, dan jika dirinya sehat maka akan dipergunakan untuk shalat atau ibadah fisik lainnya, maka amalan makan nasinya itu termasuk ibadah yang diberi pahala oleh Allah. Sebaliknya, jika dirinya hanya makan nasi tanpa disertai niat ibadah, sbagaimana umumnya yang dilakukan orang,  maka ia hanya akan mendapatkan rasa kenyang tanpa ada tambahan pahala dari Allah.

Adapun orang yang ingin doanya diterima dan dikabulkan oleh Allah, maka hendakkah mengikuti tata karma atau adab sopan santun berdoa, di antaranya:

1. Jika seseorang yang hendak berdoa, hendaknya ia mencari-cari waktu yang mulia, seperti di hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jumat dan waktu Sahur di akhir malam, seperti yang disebutkan dalam Alquran yang artinya: Dan selalu memohonkan ampun di waktu pagi sebelum fajar. (QS Adz-Dzaariyaat: 18)

2. Jika seseorang ingin berdoa, hendaknya ia mencari keaadaan yang mulia, seperti ketika ia berada di medan perang di jalan Allah, ketika turunnya hujan, ketika iqamat untuk shalat fardhu, ketika selesai menunaikan shalat fardhu, waktu di antara adzan dan iqamat, dan ketika sedang bersujud. Intinya seorang yang ingin dikabulkan doanya, maka hendaknya ia mencari waktu yang baik dan keadaan yang baik, seperti di waktu hatinya sedang bersih, ikhlas dan hatinya tidak kotor.

3. Ketika sedang berdoa, hendaknya ia menghadap ke arah Qiblat, mengangkat kedua tangannya setinggi diperkirakan sampai warna putih kedua ketiaknya dapat terlihat. Kemudian ia mengusapkan kedua tangannya ke wajahnya setelah ia berdoa. Sayyidina Umar RA berkata:  Biasanya jika Rasulullah SAW telah mengangkat kedua tangannya ketika berdoa, maka beliau SAW tidak akan mengakhiri doanya sampai setelah beliau SAW mengusapkan kedua tangannya ke wajahnya. Sayyidina Abdullah bin Abbas RA berkata: Biasanya jika Rasulullah SAW sedang berdoa, maka beliau SAW mengangkat kedua tangannya dan menjadikan telapak tangannya berada di wajah beliau SAW. Tata krama tersebut adalah cara yang terbaik bagi seseorang yang berdoa dan hendaklah ia tidak melihat ke atas langit.

4. Jika seseorang sedang berdoa sendirian, hendaknya ia berdoa perlahan-lahan dan tidak mengeraskan suaranya, seperti yang disebutkan oleh Sayyidatina Aisyah RA tentang firman Allah yang artinya:  Katakanlah:  Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman, dengan nama yang mana saja yang kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkan suaranya, dan carilah jalan tengah di antara kedua itu. (QS Al-Isra’: 110). Allah memuji Nabi Zakaria as ketika beliau berdoa dengan suara yang pelan, seperti yang disebutkan dalam firman Allah yang artinya:  Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. (QS Maryam: 9). Allah berfirman yang artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS Al-A’raf: 55). Namun, jika seseorang sedang memimpin masyarakat banyak untuk berdoa, maka hendaklah ia memperdengarkan suaranya sekira semua hadirin dapat mendengarkannya, hingga para hadirin bisa khusyuk saat mengamininya. Konon saat Nabi SAW melaksanakan haji wada’ beliau SAW memberi nasehat di depan banyak orang sekaligus berdoa, dan suara beliau SAW dapat didengarkan olah para hadirin, termasuk didengarkan oleh Shahabat Jabir bin Abdillah  yang meriwayatkan hadits ini dalam kitab Shahih Muslim.

5. Jika seseorang sedang berdoa, hendaknya ia tidak berdoa secara bersajak.

6. Jika seseorang sedang berdoa, hendaknya ia menundukkan hatinya dengan khusyu’ penuh harap dan takut, seperti yang disebutkan dalam firman Allah yang artinya:  Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS Al-A’raf: 55).

7. Jika seseorang sedang berdoa, hendaknya ia yakin doanya akan dikabulkan dan hendaknya ia berdoa dengan sungguh-sungguh, seperti yang disebutkan dalam sabda NAbi SAW yang artinya:  Jangan ada seorangpun di antara kalian jika ia berdoa maka ia mengucapkan: “ Ya Allah, berilah aku ampunan-Mu jika Engkau mau dan berilah aku rahmat-Mu jika Engkau mau.  Hendaknya seorang yang berdoa itu bersungguh-sungguh ketika  berdoa. Karena Allah tidak bisa dipaksa oleh siapapun untuk mengabulkan doa seseorang. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Jika seseorang di antara kalian sedang berdoa, maka hendaknya ia berdoa dengan bersungguh-sungguh pengharapannya, karena Allah tidak dapat dipaksa oleh siapapun. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Berdoalah kalian kepada Allah dengan keyakinan bahwa doa kalian akan dikabulkan oleh Allah. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa siapapun yang hatinya lalai dan tidak peduli.”
8. Jika seseorang sedang berdoa, hendaknya ia bersungguh-sungguh ketika berdoa dan mengulangi doanya sebanyak tiga kali dan hendaknya ia minta dipercepat pengabulannya.

9. Jika seseorang hendak berdoa, hendaknya ia mengawali doanya dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi SAW serta mengakhiri doanya dengan shalawat  dan kalimat Alhamdulillah.

10. Adapun tata krama batin yang harus dilakukan oleh seseorang yang sedang berdoa, hendaknya ia selalu bertaubat, mengembalikan hak-hak orang lain yang telah dizaliminya dan hendaknya ia bersungguh-sungguh berharap penuh agar dikabulkan doanya, karena harapan yang besar menyebabkan terkabulnya doa.

(Disarikan dari kitab Abwabul Faraj, karangan Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki Alhasani).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
1.
Pengirim: udien  - Kota: solo
Tanggal: 7/1/2013
 
Lha kalo di syair2 Qosidah atau puji - pujian sebelum sholat dimulai apakah itu termasuk sanjak karena berdoa dilagukan 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Syair sajak pujian atau shalawatan yang dibaca untuk mengajak umat Islam shalat berjamaah itu diperbolehkan mengeraskan suara, namanya juga ajak-ajak orang kampung yang masih berada di rumah-rumah, maka salah satu metodenya ya harus mengeraskan suaranya.

2.
Pengirim: udien  - Kota: solo
Tanggal: 8/1/2013
 
menurut keterangan diatas berdo'a dengan disanjakan tidak boleh, maaf kyai jawabanya ko mboten metc kalian pertanyaan . Babnya kan berdoa . Makasih 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Dalam kondisi tertentu boleh berdoa dengan syajak, shahabat Hassan bin Tsabit sering menciptakan syair/syajak doa dan pujian dan beliau bacakan di hadapan Rasulullah SAW.

3.
Pengirim: ahmad  - Kota: bekasi.
Tanggal: 17/1/2013
 
assalammualaikum..
Pak ustad saya mau nanya boleh gak kita bikin kaligrafi tapi di kanan kirinya ada gambar kartu manusia??

Gimana pandangan islam tentang penggambaran manusia? Apakah di bolehkah walau pun itu manusia berbentuk kartun ? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
1. Membuat patung manusia dan hewan hukumnya haram, tanpa ada perbedaan pendapat.

2. Melukis manusia dan hewan secara utuh, mayoritas ulama melarangnya, sekalipun ada juga yang memberi toleran.

3. Foto dan hasil shoting, mayoritas ulama memperbolehkannya karena diqiyaskan dengan bayangan cermin. bahkan Nabi SAW mengajarkan doa bercermin.

4. Melukis wajah Nabi Muhammad SAW dan para shahabat, maka para ulama menghukuminya HARAM.

4.
Pengirim: muhammad amin adnan  - Kota: poso
Tanggal: 22/1/2013
 
do'a adalah senjata orang beriman maka pertajamlah.... 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Addu-aa mukhkhul 'ibaadah.

5.
Pengirim: anamunjianah  - Kota: ambarawa
Tanggal: 17/5/2013
 
semoga Alloh merahmati dan menjadikan amal jarizah bapak. amin
 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Amiiin, demikian juga dengan ukhti.

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2014 Oleh Pejuang Islam