URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Jumat, 31 Oktober 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV NU GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
Ucapan dan Perbuatan yang Menyebabkan Kemurtadan (1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [12/10/2014]
   
Seseorang Itu Tidak Dilihat Dari Pakaiannya 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/10/2014]
   
BAHAYA MENYAKITI TENTANGGA 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/10/2014]
   
BERMANFAAT BAGI EMPAT KETURUNAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/10/2014]
   
KISAH AL-‘UTBI DALAM BERTAWASSUL 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/9/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Jumat, 31 Oktober 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 22 users
Total Hari Ini: 267 users
Total Pengunjung: 1871962 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
STATUS AHLI KITAB DI JAMAN NABI SAW 
Penulis: Pejuang Islam [ 6/11/2012 ]
 
STATUS AHLI KITAB DI JAMAN NABI SAW

Luthfi Bashori

Ada empat golongan besar di antara penganut agama dan keyakinan yang berkembang di jaman kelahiran Nabi Muhammad SAW hingga menjelang beliau SAW diangkat menjadi seorang rasul utusan Allah SWT, yaitu golongan Yahudi, golongan Nasrani, Majusi  dan kaum Paganis.

Kaum Yahudi di jaman itu sekalipun mereka termasuk Ahli Kitab, artinya termasuk berasal dari agama samawi, namun hakikatnya mereka itu sudah berubah dan mereka  menyembah dua tuhan, yaitu Tuhan Allah dan Uzair yang diyakini sebagai anak Allah, sebagaimana diterangkan dalam Alquran surat Attaubah ayat 30: Waqaalatil yahuudu uzairun ibnullah (berkata orang-orang Yahudi, bahwa Uzair itu adalah anak Allah).

Kaum Nasrani di jaman itu, sekalipun mereka termasuk Ahli Kitab, artinya termasuk berasal dari agama samawi, namun hakiaktnya mereka itu sudah berubah dan mereka menyembah tiga tuhan, yaitu Tuhan Allah, Nabi Isa dan Ruh Qudus, sebagaimana diterangkan dalam Alquran yang artinya: Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: TUHAN ITU TIGA, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (QS Annisaa, 171).

Kaum Majusi di jaman itu adalah golongan penyembah api, yang mana api itu diletakkan di satu tempat yang tinggi, lantas disembah. Umumnya agama Majusi ini dianut oleh kaum Persia yang sekarang terkenal dengan sebutan negeri Iran.

Kaum Paganis, yaitu golongan penyembah berhala, yang saat itu banyak dilakukan oleh kaum kafir Quraisy, mereka menyembah berbagai macam berhala yang berserakan di sekitar Makkah. Ada berhala yang diberi nama tuhan Hubal, tuhan Allaat, tuhan Uzza, dan sebagainya.

Khusus golongan Ahli Kitab, yaitu kaum Yahudi dan Nasrani, sebenarnya mereka itu tahu jika di jaman itu akan lahir seorang utusan Allah. Karena di dalam kitab Taurat dan Injil telah diterangkan akan kedatangan Nabi Akhir Jaman dengan sifat-sifat yang jelas, hingga seakan-akan ya`rifuunahu kamaa ya`rifuuna abnaa-ahum (mereka mengenal sifat Nabi Akhir Jaman itu seperti mereka mengenal sifat anak-anak mereka sendiri).

Namun kaum Ahli Kitab itu bersumpah sekali-kali tidak akan mau meninggalkan agama yang  mereka anut  untuk berpindah ke agama baru yang dibawa oleh Nabi Akhir Jaman itu, sehingga mereka benar-benar  mendapatkan bukti-bukti nyata berupa turunnya kitab suci baru yang berisi firman-firman Allah.

Anehnya, tatkala Allah menurunkan kitab suci Alquran kepada seorang Nabi yang Ummi (tidak dapat membaca dan menulis), namun dapat menyampaikan ayat-ayat Alquran yang sangat sempurna ditinjau dari berbagai sudut pandang, maka pertama kali orang yang mengingkarinya justru adalah dari kalangan Ahli Kitab itu sendiri.

Untuk itulah Allah mengungkap kejahatan aqidah Ahli Kitab di dalam surat Albayyinah :

1). Orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata

2). (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Alquran)

3). Di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus

4). Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Alkitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

5). Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (agama Islam).

6). Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

7). Sesungguhnya orang-orang yang beriman (Islam) dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

8). Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah sorga `Aden yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
Tulis Kode Di Bawah
 
 
1.
Pengirim: sigit  - Kota: Blora
Tanggal: 9/11/2012
 
lalu bagaimana dg ayat yang membolehkan kita menikahi ahli kitab tadz?? ahli kitab yg dimaksud yg mana 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Menurut madzhab Syafi`i, wanita Ahli kitab yang boleh dinikahi oleh pria muslim adalah yang Ahli Kitab yang asli dan beribadahnya mengikuti Nabi-nya, dan tidak kecampuran penyembahan kepada selain Allah. Tentu di jaman Rasulullah SAW itu ada juga penganut Ahli Kitab yang aqidahnya masih murni sebagai pengikut Nabi-nya AS, seperti Waraqah bin Naufal pamanda St. Khadijah, yang berjanji jika beliau hidup sampai jaman Nabi Muhammad sudah diutus menjadi Rasul, maka Waraqah akan beriman serta meninggalkan agamanya untuk pindah menjadi seorang muslim. Namun takdir Allah menentukan bahwa beliau wafat sebelum Nabi SAW diangkat menjadi Rasul.

2.
Pengirim: Amrun Nasution  - Kota: natal, medan
Tanggal: 8/9/2013
 
terimakasih atas postingnya yang telah menambah wawasan saya. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Semoga bermanfaat

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2014 Oleh Pejuang Islam