URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Selasa, 29 Juli 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV NU GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
SINKRETISME MEMBAHAYAKAN AKIDAH ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/7/2014]
   
Penjelasan Ulama Tentang Hadist Ghadir Khum 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/7/2014]
   
INGIN PANJANG UMUR ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/6/2014]
   
JAGALAH AGAMA ALLAH, NISCAYA ALLAH MENJAGAMU 
  Penulis: Pejuang Islam  [27/6/2014]
   
Pandangan Ulama: Hukum Pengkafiran Terhadap Para Shahabat 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/6/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 29 Juli 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 11 users
Total Hari Ini: 425 users
Total Pengunjung: 1517931 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
MERESPON PEMIKIRAN MASDAR FARID MAS`UDI 
Penulis: Pejuang Islam [ 6/3/2012 ]
 
MERESPON PEMIKIRAN MASDAR FARID MAS`UDI

Luthfi Bashori

Lagi-lagi artikel pemikiran sesat liberalisme, dilemparkan kepada umat, dengan tujuan pendangkalan aqidah dan pembodohan umat, ini sengaja dilakukan oleh Masdar Farid Mas’udi  (Rais Pengurus Besar  Nahdlatul Ulama) pada beberapa waktu lalu, dimuat oleh koran Kompas, terbitan Sabtu 3 Maret 2012. Pemikiran sesat itu mendapat sorotan dari beberapa pihak, khususnya kalangan Nahdliyyin. Berikut artikel karya Masdar Farid Mas’udi yang mengundang kontroversi itu :

Sesat Yang Menyesatkan

Semua orang tahu, sesat artinya salah jalan. Mestinya belok kanan, malah belok kiri sehingga bukannya sampai ke tujuan, justru semakin menjauh.

Sesat atau ‘’tersesat’’ adalah kecelakaan yang tak di kehendaki siapa pun. Jika anda orang budiman, melihat orang tersesat, tentu anda akan menolongnya, dengan memberi tahu yang bersangkutan mana jalan yang benar, dengan kasih  dan kepedulian. Namun, sungguh terjadi, bahkan semakin banyak terjadi, melihat orang lain tersesat malah memakinya, bahkan menyerangnya. Nalarnya: sudah di beri tahu jalan yang benar, kok, ngotot memilih jalan yang salah. Terhadap orang seperti ini, anda memang layak kesal dan geleng-geleng kepala. Namun, kalau sampai memukul, apalagi membunuhnya, yang lebih bermasalah adalah anda, bukan dia yang tersesat.

Main Hakim Sendiri

Dalam kamus umat beragama, sesat artinya salah jalan terkait tujuan akhir kehidupan, untuk kembali pada Tuhan. Pertaruhannya tuntas dan telak. Maunya surga, hidup abadi dalam kebahagiaan dan kemuliaan, tahunya malah ke neraka, alam gelap penuh hina dan nestapa.
Masalahnya, semua agama dengan klaim kebenaran absolut, masing-masing menawarkan gambar dan peta jalan berbeda-beda perihal surga. Mana yang benar? Wallahu a`lam !

Sebab, belum ada seorang pun di dunia ini, baik yang mengaku beriman maupun yang kafir, pernah membuktikan sendiri langsung. live, apa yang diklaimnya sebagai surga ataupun neraka. Bahkan, dari kalangan para pemuka agama yang mengaku paling tahu pun, belum ada yang pernah menyaksikan surga atau pun neraka itu meski demikian semua agama sepakat pada dua hal: pertama bahwa  surga itu ada; apapun konsep kebahagian yang ada di dalamnya. Bukan agama kalau tak menawarkan surga dan mengancam pembangkangnya dengan neraka.

Kedua, semua agama sepakat, di balik konsep surga dan neraka, ada yang di sebut Tuhan, Zat Yang maha Kuasa, Maha Pencipta alam semesta. Yang menjadi masalah dan sekaligus titik konflik di antara agama-agama bahwa setiap mereka menawarkan jalan surga yang berbeda–beda, sekaligus mengklaim hanya jalan mereka yang bisa mejamin orang sampai kesana; sementara jalan yang di tawarkan agama atau keyakinan lain di tuding sebagai kebohongan belaka.

Tidak berhenti di situ: di kalangan penganut agama dan kitab suci yang sama, dengan mazhab atau aliran berbeda, pun bisa terjadi aksi saling tuding dan menistakan satu sama lain sebagai pembawa ajaran sesat dan menyesatkan [dlallun mudlillun].

Arkian, dilihat dari perspektif internal masing-masing, semua agama/keyakinan adalah benar dengan klaim kesanggupan mutlak mengantarkan penganutnya ke surga. Namun, pada saat yang sama, di lihat dari sudut pandang agama/keyakinan pihak lain, semunya hanya dusta yang sesat dan menyesatkan pengikutnya ke dalam neraka. Dengan logika ini, harus dikatakan bahwa pada dasarnya tak ada penganut agama/keyakinan berhak menghakimi agama atau keyakinan lain.

Sebab, semua agama dan penganutnya, di mata pihak lain, sama posisinya sebagai tertuduh. Saling menghakimi di antara tertuduh itu lah dan aksi ‘’main hakim sendiri’’ yang tidak bisa di terima oleh logika apa pun.

Allah Yang Menghakimi

Agama sebagai ‘’keyakinan’’ adalah sesuatu yang tersembunyi di relung hati: tidak seorang pun bisa mengetahui secara persis sosok dan anatomi keyakinan orang lain. Menghakimi keyakinan orang lain adalah absurd dan tak bisa di terima akal sehat. Khalifah Umar r.a. ra berkata, ‘’Nahnu nahkum bidzzhawahir, wallahu yatawallas saraair [kita manusia hanya bisa menghakimi yang tampak, sementara perihal yang tersembunyi [keimanan] dalam hati, Allah saja yang mengetahui].’’

Demikian pula jalan keselamatan [syariat/mansak] antara satu umat lain bisa berbeda-beda dan demikian faktanya. Maka, nasihat Al-Qur’an, ‘’janganlah kalian saling bertengkar dan saling menghakimi perihal ini, berdo’alah saja kepada Allah’’ [Q.S. Al-Hajj {22}: 67]. Jika harus ada penghakiman, biarlah Allah yang jadi hakimnya. Itu pun bukan di dunia ini, melainkan di akhirat nanti, Allah yang akan menghakimi perselisihan di antara kalian, di hari kiamat nanti [Q.S. Al-Hajj {22}: 69].

Kebinekaan agama dan keimanan adalah kehendak Allah yang tak bisa kita tolak atau hindari. Setiap orang berhak dan sepantasnya berbangga dengan agama dan keyakinannya tanpa harus menuding keyakinan orang lain sebagai kepalsuan dan kesesatan. Tak pantas akhlak agamawan kalah dengan kaum kapitalis: mereka sanggup mempromosikan produknya setinggi langit tanpa melecehkan prorduk pihak lain. Cukup katakan: keyakinan saya atau kami memang berbeda dengan keyakinan anda. ‘’kami tidak menyembah yang kalian sembah; sebagaimana anda juga tidak perlu menyembah apa yang kami sembah. Bagiku agamaku dan bagimu agamamu ‘’ [Q.S. Al-Kafirun {109}: 6].

Beda agama atau keyakinan bukan suatu kejahatan, melainkan realitas kehidupan yang sepenuhnya terjadi atas kehendak-Nya. ‘’Sekiranya Allah menghendaki, niscaya semua manusia akan dihimpun dalam satu agama atau keyakinan yang sama. Akan tetapi Allah ingin membuktikan mana di antara kalian yang lebih baik amalnya dari pada yang lain. Maka, berlombalah dalam berbuat kebaikan untuk sesama [bukannya saling mencela, menistakan, dan memaksakan keyakinan atas sesama]’’ [Q.S. Al-Maidah {5}: 45].  < SELESAI >.

Berikut adalah dialog ringan kalangan para pembaca artikel di atas yang mewakili jutaan warga NU grasroot, sbb:

WARGA NU : Aww. Silahkan baca tulisan Kang Masdar di Kompas hal 6, Sabtu 3 Maret 2012 dengan judul : SESAT YANG MENYESATKAN. Masya Allah. Begitukah pendapat seorang Rais Syurya PBNU ? Www.

KH. MUHYIDDIN ABDUSSHAMAD  (Syurya NU Jember) : Apa dia tidak pernah baca istilah dhalal (sesat) yang banyak disebutkan di dalam Alquran ? Atau kalau dia tidak yakin pada kebenaran mutlaq Islam … silahkan pindah saja pada agama lain.

WARGA NU :
Kenapa orang liberal seperti itu tetap dipertahankan sebagai Rais Syurya PBNU?

KH. MUHYIDDIN ABDUSSHOMAD : Untuk menguatkan pemikiran Ketua Umumnya, Said Aqiel itu setali tiga uang dengan Kang Masdar.

LUTHFI BASHORI : Kaum liberal memang dari `sono-nya` diciptakan sebagai underbow KomPas (Komando Pastur).

MASDAR FARID MAS`UDI : Sasaran utama tulisan itu adalah kaum Syiah dan Wahhabi yang:

  * Selalu menyesat-nyesatkan kita (penganut aswaja/NU)

  * Sekaligus saling menyesatkan, bahkan bernafsu saling menghabisi antar mereka berdua.

LUTHFI BASHORI : Masalahnya, Pak Masdar tidak berani memberikan diskrepsi yang jelas. Sedangkan Said Aqiel Siraj, Ulil Abshar Abdalla dan cs-nya, tidak mengenal `SESAT` dalam persepsi mereka pada konsep kebebasan beragama dan beraqidah:

* Padahal Nabi SAW saja mengajarkan kewaspadaan terhadap aliran dan pemahaman SESAT DAN MENYESATKAN: (fa-aftau bighairi ilmin fa dhallu wa adhallu = lantas mereka itu berfatwa tanpa ilmu agama yang memadai, maka mereka TERSESAT dan MENYESATKAN).

*   Atau Pak Masdar takut menghadapi Said Aqiel dan takut untuk melengsernya dari PBNU ?

*   Atau Pak Masdar sedang memerankan jurus `taqiyyah` yang jika mengatakan kepada kami (saya dan teman-teman), seakan-akan Pak Masdar satu aqidah dengan kami. Sedangkan jika bertemu Said Aqiel dan cs-nya, Pak Masdar mengatakan satu aqidah dengan mereka. Padahal aqidah kami itu sangat berlawanan dengan aqidah Said Aqiel dan cs-nya. Mudzabdzabiina baina dzaalika (kanan-kiri oke di antara keduanya / bersama kami oke dan bersama mereka juga oke).

*  Perlu Pak Masdar perhatikan ayat: innas sam`a wal bashara wal fuaada kullu ulaaika kaana `anhu mas-uulan (Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan lintasan hati itu, semuanya kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah).

MASDAR FARID MAS`UDI : Matur nuwun katah Gus (Terima kasih banyak Gus)... Salam.

KH. MUHYIDDIN ABDUSSHOMAD : Loh, kok diputus begitu ?.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
1.
Pengirim: abumukim  - Kota: lhok seumawe,aceh
Tanggal: 6/3/2012
 
orang nu dah meleset dari khittahnya 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Oknum-oknum NU yang sudah meleset dari khitthahnya. Antara lain, Said Aqiel, Masdar F, Ulil Abshar, Guntur Ramli, Abdulmuqsit Ghazali, Ghazali Said, dan cs-nya. Kiblat pemikiran mereka adalah pemahaman orientalis, bukan merujuk syariat Islam yang baik dan benar.

2.
Pengirim: abumukim  - Kota: lhokseumawe,aceh
Tanggal: 8/3/2012
 
kalau dah jadi benalu jangan dipelihara lagi, singkirkan aja supaya pohon nu lebih subur lagi 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Keinginan kita semacam itu, tapi sistem pemilihan Kepemimpinan dalam Ormas NU, sudah banyak campur tangan dari oknum-oknum tertentu, jadi sulit untuk standarisasi Calon Pengurus dengan kemurnian aqidah seperti yang kita inginkan.

3.
Pengirim: rizal  - Kota: medan
Tanggal: 10/3/2012
 
sebelum bicara revolusi indonesia kayaknya Warga NU Harus bersatu untuk revolusi di pengurus NU yang udah kenah Fitnah Dajal Liberal  
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Sangat mendukung. Semoga Allah memberi jalan keluar yang baik.

4.
Pengirim: Wawan  - Kota: malang
Tanggal: 13/3/2012
 
mohon pencerahan sebagai orang awam dibagian manakah yg salah dari tulisan kang Masdar tersebut ?  
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Salah satunya : Setiap orang berhak dan sepantasnya berbangga dengan agama dan keyakinannya tanpa harus menuding keyakinan orang lain sebagai kepalsuan dan kesesatan. (Padahal dalam surat Alfatihah saja, dikatakan kaum Yahudi itu adalah Almaghdhuub (yang dimurkai Allah) dan kaum, Nasrani itu Addhaalliin (yang sesat). Lihat terjemahan Depag.

Untuk itulah direspon oleh KH. Muhyiddin dengan pertanyaan : Apa dia tidak pernah baca istilah dhalal (sesat) yang banyak disebutkan di dalam Alquran?

5.
Pengirim: sulthonsasmith  - Kota: surabaya
Tanggal:
 
klo pimpinan NU sdah melenceng dari kithoh nya.. kami yg warga nahdhiyin gk ngerti. bisa jadi mereka arahkan umat untuk bentrok dg elemen yg amar ma`ruf nahi munkar 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Itu adalah ulah oknum-oknum pimpinan NU struktural, yang jika meminjam istilah Pak Harto saat menjadi presiden, setiap oknum yang nakal itu dijuluki: SETAN GUNDUL.

Tentunya masih banyak juga para pemimpin NU yang tergolong sebagai para ulama shalihin, yang patut dijadikan tauladan bagi umat Islam.

6.
Pengirim: Abu Affan  - Kota: Cirebon
Tanggal: 22/3/2012
 
Kita sebetulnya kasihan sama orang2 JIL, saya usulkan ajaklah mereka debat terbuka dan kalau tidak mau, kita serahkan saja kepada Allah SWT.  
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
1. Sudah sering diadakan debat terbuka.

2. Sudah diserahkan kepada Allah juga.

3. Menampilkan pendapat sesat mereka dengan disertai tanggapan ilmiah, bertujuan agar umat Islam tidak terbawa arus kesesatan JIL.

Seperti juga konon di jaman awwal Nabi Adam diciptakan, ada `seekor` Iblis yang menentang perintah Allah saat diperintah untuk tunduk menghormat kepada Nabi Adam AS.

Dengan hanya mengandalkan pemikiran dan logika akal, semata-mata karena merasa dirinya lebih mulia dari pada Nabi Adam, maka Iblis itu berani meninggalkan ketaatan murni kepada perintah Allah, hingga si Iblis berani berargumen kepada Allah : Engkau menciptakan diriku dari api dan mencptakan Adam dari tanah.

Dalam pemikiran sesat Iblis, bahwa api itu lebih mulia dari pada tanah, maka tidak sepantasnya makhluk yang diciptakan dari api harus tunduk menghormat kepda makhluk yang diciptakan dari tanah.

Pemikiran liberal si Iblis ini banyak diungkapkan oleh Allah di dalam kitab-kitab suci para Nabi, khususnya di dalam Alquran, agar tidak diikuti oleh umat manusia. Namun si Iblis juga bersumpah akan terus membangun jaring-jaring untuk menjerat anak cucu Nabi Adam, agar mengikuti pemikiran pemikiran liberalnya, hingga korbannya terjerumus ke dalam kekafiran seperti dirinya.

Hasil jerih payah jebakan yang dipasang oleh Iblis ini, maka di hampir semua jaman, terdapat anggota Jaringan Iblis Liberal. Sebut saja di jaman Nabi Adam AS saat turun ke bumi dan beranak pianak, ada seorang keturunan Nabi Adam yang bernama Qabil bin Nabi Adam, tega membunuh saudaranya yang bernama Habil, hanya karena urusan wanita.

Di jaman Nabi Musa AS, ada anggota Jaringan Iblis ini, yang berani mengaku sebagai Tuhan, yaitu si Firaun karena merasa berkuasa atas nyawa orang lain. Firaun merasa dirinya menjadi Tuhan, karena merasa mampu menghidupkan orang (maksudnya membiarkannya hidup) dan mematikan orang (maksudnya membunuhnya).

Di jaman Nabi Muhammad SAW berdakwah menyebarkan agama Islam, juga ada sekelompok anggota Jaringan Iblis yang berpikiran liberal, sebut saja Abu Lahab, Ubay bin Salul, dan pentolan-pentolan kafir Quraisy lainnya, yang merasa dirinya lebih mulia dibanding Nabi SAW, maka mereka berargumen, bahawa tidak sepantasnya mereka masuk Islam dengan tunduk dan mengikuti ajakan Nabi SAW.

Nah, tentunya perangkap jaring-jaring Iblis ini tidak akan ada kesudahannya hingga kelak datang hari Qiamat.

Maka betapa bangga dan gembiranya hati si Iblis. manakala jaring-jaring liberalnya mendapat respon dari kalangan manusia, yang pada Akhirnya terdaftar sebagai anggota JIL (Jaringan Iblis Liberal). Karena keanggotaannya itu adalah sebagai estafet bagi lestarinya perjuangan Iblis yang dirintisnya sejak masih berada di sorga hingga diusir dan diturunkan ke bumi.

7.
Pengirim: Maksum, S.Ag  - Kota: Tangerang
Tanggal: 23/3/2012
 
mas Masdar memang dididik seperti itu untuk menciptkan suasana yang dikalangan mereka tp grah dipihak kami itu ada utungnya dl dunia tp tidak diakhirat dia nyeleneh aneh bin membingungkan tp itulah dia, dia pasti benar dl pandanganya krn berpegang pada poros otkanya saja yang telah di ajari untuk bebas berpikir dl hal apaun termasuk agama krn Tuhan sendidri tdk melarangnya itu pandanganya selama untk kemaslahatan manusia, tp aku yakin dia salah berpegang pd satu aturan yaitu kebebasan berpikir ................ yang tanpa melihat dasar yg mutlak .....yayaya itulah sosok dia......yang haus akan kebebasan ..................... 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Orang yang memilih hidup beragama, itu berarti telah memilih hidup dengan segala macam peraturan yang telah menjadi ketentuan agama yang dianutnya.

Jika ada orang yang tidak mau terikat dengan peraturan agama, maka sesungguhnya dia itu adalah orang yang tidak beragama.

Di Indonesia, kelompok orang yang tidak beragama itu dinamakan: PKI.

8.
Pengirim: abbasi jm  - Kota: Jember
Tanggal: 25/3/2012
 
Assalämu'alaykum Warohmatullöh
mf ikut nimbrung...saya pribadi udah lama ikut prihatin akan kondisi NU(scr struktural saya bkn warga ormas manapun). saya sring btanya2 mau dbawa kmana NU oleh Tokoh yg skrg..? jauh banget dg ULAMA'2 sepuh NU zaman dlu..yg skrg bnyk yg genit (maaf) n haus popularitas,cari simpati, mnjilat pmerintah,dahaga kkuasaan..! merekalah yg mncoreng nama NU...! Ada yg mnghujat poligami-lah(tokoh muslimat pd acara dialog SCTV bbrp thun lalu),ada yg ingin jdi Wapres, dan yg trbaru ada yg mau mwacanakan FATWA wajib berKB gara2 udh ddatangi org BKKBN(Republika 15-3-2012 klau tdk slah)..btul2 terlalu..! Sy cuma bisa mngelus dada n mrs ksihan kpd pr pndiri n sesepuh NU...! Btul2 saat ini ulama' suu' udh gentayangan..! Jujur saya katakn bhw sy tdk pcaya (sllu curiga) kpd pngurus Tanfizdiyah NU,ttpi lbh pcaya kpd Pngurus SYURIYAH n ULAMA yg tdk ksorot kamera...! Tpi sy jg heran n sering bertanya2...Para pngurus SYURIYAHnya pd kmana y..kq sprtinya jg tdk berkutik dg sikap/pnyataan ptinggi NU yg sring tdk mncerminkn sbgai pmimpin ummat..?? Pdhal sjauh yg saya ktahui pngurus Tanfizdiyah hrs tnduk kpd Syuriyah..?? heran..!
Skian..mhon maaf jk ada kkasaran n kesalahan..! Smg ALLAH mngampuni kita semua n smg kita sllu dlm hidayahNYA...
www.ambulu.tk
http://abbasijm.wapka.mobi 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Salah satu keprihatinan kami, seperti yang akhi rasakan, maka sengaja kami beri tambahan nama dalam situs ini dengan mana: NU GARIS LURUS, bukan sekedar untuk sindiran, tapi sungguh karena rasa kecewa yang mendalam, maka kami mencoba untuk merintis kebenaran mengikuti NU-nya KH. Hasyim Asy`ari, yang ternyata banyak berseberangan pemahaman dengan oknum-oknum pengurus (setan gundul, dalam istilah Pak Harto) dalam tubuh jam`iyyah NU itu dewasa ini.

9.
Pengirim: Ahmad  - Kota: Jakarta
Tanggal: 31/3/2012
 
Asww, masya Allah, bagus sekali info diatas, bisa mengingatkan kita agar selalu waspada. Namun yang ingin saya tanyakan dialog antara KH Masdar, KH Muhyiddin maupun Ustadz Lutfi apakah benar2 terjadi??? Maksudnya saling menelpon, sms, atau benar2 ketemu??? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kami saling ber- SMS. Demi Allah, itulah yang terjadi.

10.
Pengirim: Arba' Arifi  - Kota: Batang
Tanggal: 10/3/2013
 
Jangan bawa NU segala kali ya.. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Justru sebagai warga NU maka harus dapat mengoreksi kesalahan NU dari dalam. Qulil haqqa walau kaana murran (Katakan yang benar sekalipun itu pahit)

11.
Pengirim: abu hana  - Kota: jakarta
Tanggal: 2/6/2013
 
kayaknya strategi jil menggerogoti akidah umat sedikit demi sedikit, seperti pa masdar mengomentari penggunaan speaker masjid, nanti di lain waktu buat statemen liberal untuk mendangkalkan akidah. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Makanya kita harus terus waspada.

12.
Pengirim: ach. fauzi  - Kota: banyuwangi
Tanggal: 12/7/2013
 
Innaa lillah wa innaa ilaihi roji'un,,, agamanya bwahan trgantung agamax atasan.,, pmahaman keagamaan Masdar sdh kluar dr pmahaman NU yg trtuang ϑΐ AD/ART. Falyatafakkar!!! Ȋ̝̊̅̄n musibah besar bagi kita,, 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Pemahaman liberal Masdar F semacam ini sama dengan kesesatan pemahaman Said Agil Siraj, Ulil Abshar Abdallah dan liberal Gusdur.

13.
Pengirim: hanif  - Kota: Jember
Tanggal: 14/7/2013
 
Bismillahirahmanirahim
Saya sebagai kader NU sgt bahagia karena pada akhirnya ada tokoh NU spt Kyai Masdar yg berani menyuarakan Islam yg humanis. Selama ini kita umat Islam yg awam tentang agama spt terlalu beringas dlm menyikapi sbuah perbedaan.... 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Apakah anda adalah penganut Sekte Liberalisme yang telah divonis SESAT oleh MUI Pusat?

Perbedaan furu'iyah itu boleh terjadi, namun perbedaan aqidah/ketahuhidan itu dilarang oleh syariat. Nabi SAW perintah: Man baddal diinahu faqtulhu (Barangsiapa yang merubah/mengganti agamanya/murtad, maka perangilah).

Kalau anda menemukan orang murtad (aliran sesat) apakah anda akan ikut ajakan Pak Masdar, atau ikut perintah Nabi SAW?

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2014 Oleh Pejuang Islam