URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Kamis, 23 Oktober 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV NU GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
BAHAYA MENYAKITI TENTANGGA 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/10/2014]
   
BERMANFAAT BAGI EMPAT KETURUNAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/10/2014]
   
KISAH AL-‘UTBI DALAM BERTAWASSUL 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/9/2014]
   
MASYARAKAT MADANI DI PERSIMPANGAN - (3) 
  Penulis: Pejuang Islam  [21/9/2014]
   
MASYARAKAT MADANI DI PERSIMPANGAN - (2) 
  Penulis:  [19/9/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 23 Oktober 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 28 users
Total Hari Ini: 326 users
Total Pengunjung: 1828976 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
KITAB AL-KAFI DI MATA KAUM SYIAH 
Penulis: Pejuang Islam [ 17/1/2012 ]
 
KITAB AL-KAFI DI MATA KAUM SYIAH

Luthfi Bashori


Untuk memulai pembahasan tema ini, sebaiknya para pembaca berusaha mencari buku berjudul DIALOG SUNNAH SYI’AH, terbitan MIZAN, cetakan pertama tahun 1983, sebagai buku rujukan pembahasan yang representatif terhadap keyakinan kaum Syiah Imamiyah Iraniyah Khomeiniyah. Disyaratkan cetakan pertama tahun 1983, karena di dalamnya belum mengalami revisi oleh kepentingan Taqiyyah (kebohongan) kaum Syiah Indonesia.

Sedangkan pada cetakan-cetakan berikutnya, buku Dialog Sunnah Syi’ah terbitan Mizan ini sudah mengalami revisi di dalamnya, dengan membuang tema-tema yang dianggap dapat membocorkan rahasia kaum Syi’ah yang semula sengaja disembunyikan oleh mereka, hal itu sehubungan buku ini telah banyak dikupas oleh para peneliti, pengamat, kritikus, dan sejumlah ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah yang peduli atas keselamatan aqidah umat Islam Indonesia, agar tidak terpengaruh oleh pemahaman sesat manapun.

Dalam muqaddimah buku Dialog Sunnah Syi’ah, diterangkan tentang bagaimana pandangan kaum Syi’ah terhadap kitab Al-kafi karangan Alkulaini, seorang tokoh sentral Syiah Imamiyah yang dijadikan rujukan utama bagi kelangsungan ajaran agama mereka. Berikut cuplikannya :

“Dan kebenaran memaksa berbicara, baik yang insaf maupun yang tegar hati … “  

Sejumlah besar di antara murid-murid  Imam Ja’far ash-Shadiq telah meraih keberhasilan yang menonjol, dan menjulang tinggi kedudukannya di bidang ilmu. Dan mereka inilah yang kemudian hari menjadi Imam-imam pemberi petunjuk, penerang jalan, lautan ilmu, serta bintang-bintang penunjuk arah hidayah. Lebih dari empat ribu orang di antara mereka yang berasal dari Iraq, Hijaz, Persia dan Syiria, tercatat nama-nama dan hal ikhwal-nya, dalam kitab-kitab biografi tokoh-tokoh penting. Dan mereka itu adalah pengarang-pengarang kitab yang amat dikenal di kalangan ulama kaum Imamiyyah.

Di antaranya: al-Ushul al-Arba’umiah (Empat ratus dasar-dasar) –seperti yang telah kami sebutkan sebelum ini- yaitu berupa 400 buah karangan dalam 400 bidang pengetahuan agama, yang dihimpun dari fatwa-fatwa Imam Ja’far ash-Shadiq r.a. pada masa hidupnya; dan yang kemudian –setelah beliau wafat- menjadi tumpuan ilmu dan ‘amal bagi para ulama.

Beberapa di antara tokoh-tokoh terkenal di kalangan kami telah membuat ringkasan-ringkasan dari kitab-kitab itu, dengan tujuan memberi kemudahan bagi para pelajar dan keringanan bagi yang mencarinya. Yang terbaik di antaranya adalah: empat buah kitab yang menjadi pegangan kaum Imamiyyah, dalam ushul dan furu’, semenjak generasi-generasi pertama sampai dengan masa kita sekarang ini; yaitu al-Kafi, at-Tah-dzib, al-Istibshar dan Manla yahdzurubul Faqih.

Kitab-kitab ini telah sampai kepada kita dengan cara mutawatir, sedangkan isi di kandungannya adalah shahih dan bisa dipertanggungjawabkan tanpa keraguan sedikitpun.
Di antara keempatnya, maka kitab al-Kafi adalah yang paling terdahulu, paling besar, paling baik dan paling rapi. Di dalamnya terdapat 16.199 hadits.

Di atas adalah pengakuan jujur para penganut Syiah sendiri atas keyakinan mereka terhadap buku Al-Kafi karangan Alkulaini yang mempunyai nama lengkap Muhammad bin Ya’qub bin Ishaq Alkulaini Arrazi. Keyakinan kaum Syiah masa kini itu juga selaras dengan keyakinan kaum Syiah di masa lampau sebagaimana termaktub dalam muqaddimah kitab Al-kafi itu sendiri. Antara lain :

1.    Syeikh Almufid dalam kitab Tashihul I’tiqad mengatakan : Kitab Al-Kafi adalah paling agung-agungnya kitab Syiah, dan paling banyaknya faedah. (Muqaddimah Al-Kafi, hal 26).

2.    Syeikh Muhammad bin Makki dalam ijazahnya kepada Inbul Khazin mengatakan: Kitab Al-Kafi dalam mengumpulkan hadits, adalah kitab yang keagungannya belum pernah dilakukan oleh kaum Imamiyah sebelumnya. (Muqaddimah Al-Kafi, hal 27).

3.    Syeikh Alfaidh mengatakan : Kitab Al-Kafi adalah kitab yang paling mulia, paling kredibel, paling sempurna, dan yang paling lengkap karena di antaranya mencakup ushulu (aqidah), yang bersih dari kesalahan dan hal-hal yang negatif. (Muqaddimah Al-Kafi, hal 27).

4.    Syeikh Almajlisi mengatakan : Kitab Al-Kafi paling kredibelnya kitab ushul (aqidah) dan paling komplitnya, serta paling baiknya karya tulis dari kalangan Alfirqatun najiyah (golongan yang selamat), dan paling agungnya kitab. Muqaddimah Al-Kafi, hal 27).

5.    Masih banyak pernyataan tokoh-tokoh Syiah dalam meyakini keabsahan dan kehebatan kitab Al-Kafi sebagai rujukan utama kaum Syiah Imamiyah yang kini menjadi agama resmi negara Iran, dengan tokoh spiritual utamanya adalah Khomeini.

BERIKUT ADALAH CUPLIKAN RINGKAS DARI KITAB AL-KAFI:

1.    Dari Ali bin Alhakam, dari Hisyam bin Salim, dari Abu Abdillah SA berkata : Sesungguhnya Alquran yang dibawa oleh Jibril kepada Nabi Muhammad SAW itu berjumlah 17.000 ayat. (Al-Kafi, juz 2, hal 634, no 27).

Sedangkan umat Islam seluruh dunia meyakini bahwa Kitab Suci Alquran milik umat Islam yang beredar sejak jaman para shahabat Nabi hingga saat adalah berjumlah 6666 ayat.

2.    Dari Muhammad bin Yahya, dari Ahmad bin Muhammad, dari Ibnu Mahbub, dari Amer bin Abul Miqdam, dari Jabir berkata: Aku mendengar Abu Jakfar AS berkata : Tidak ada seorang manusiapun yang mengaku telah berhasil mengumpulkan Alquran secara menyeluruh sebagaimana saat diturunka, kecuali orang itu adalah pembohong, dan tidak ada yang mampu mengumpulkan dan menghafalnya sebagaimana saat diturunkan oleh Allah SWT kecuali Ali bin Abi Thalib dan para Imam (Syiah) yang sesudahnya. (Al-Kafi juz 1, hal 228, no 1).

Sedangkan umat Islam seluruh dunia meyakini kebenaran Alquran Mushaf Utsmani yang beredar di kalangan umat Islam, yaitu Alquran yang dikumpulkan secara sempurna oleh para Shahabat, atas prakarsa Kh alifah Utsman bin Affan.
 
3.    Dari Muhammad bin Yahya, dari Muhammad bin Alhusain, dari Abdurrahman bin Abi Hasyim, dari Salim bin Salamah berkata: Ada seorang lelaki yang membaca di depan Abu Abdillah AS, sedang aku mendengarkannya, yaitiu sebuah ayat dari Alquran yang tidak sama dengan isi Alquran milik orang-orang pada umumnya, lantas Abu Abdillah berkata: Jangan engkau lanjutkan bacaan ini, bacalah Alquran yang seperti milik orang-orang Islam pada umumnya, sampai nanti datang Alqaim (Imam Mahdi versi Syiah), dan jika Alqaim sudah membaca Alquran yang asli (sesuai versi Syiah), maka keluarkanlah mushaf Alquran yang ditulis oleh Ali bin Abi Thalib AS. Berkata (Abu Abdillah): Konon Ali bin Abi Thalib telah mengeluarkan mushaf Alquran (yang berbeda dengan Alquran milik umat Islam) setelah selesai menulisnya, seraya berkata: Ini kitabullah (Alquran) yang (asli) sebagaimana diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW, aku telah mengumpulkannya dari dua bendel lauh (buku). Berkata orang-orang yang ada saat itu (maksudnya para Shahabat Nabi SAW) : Kami sudah memiliki mushaf Alquran, jadi kami tidak membutuhkannya. Berkata Abu Abdillah AS: Demi Allah, kalian tidak akan menemukan mushaf Alquran yang dikumpulkan Ali bin Abi Thalib itu hingga saat ini, padahal konon Ali bin Abi Thalib itu mengumpulkannya untuk kalian baca. (Al-Kafi juz 2, hal 633, no 23).

Sedangkan umat Islam meyakini, bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib adalah termasuk penasehat kekhalifahan Sayyidina Utsman bin Affan, dan yang ikut bertanggungjawab atas upaya pengumpulan Alquran oleh para Shahabat Nabi SAW yang diprakasai oleh Khgalifah Utsman bin Affan, dan upaya standarisasi mushaf Alquran bagi umat Islam seluruh dunia dengan standar mushaf Utsmani, yaitu mushaf Alquran yang dikumpulkan bersama-sama dan disepakati kebenarannya oleh para Shahabat, termasuk Sy. Ali bin Abi Thalib, di masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan.

Maka tidak heranlah jika kaum Syiah Imamiyah berani mengkafirkan para shahabat Nabi SAW yang dalam keyakinan mereka, semua para Shahabat Nabi dianggap sebagai pembohong yang berani menghapus atau menolak mushaf Alquran yang dikumpulkan oleh Sy Ali bin Abi Thalib. Untuk itu pula Al-Kafi menyebutkannya sebagai berikut :

Dari Hannan, dari ayahnya, dari Abu Jakfar AS berkata : Konon orang-orang (seluruh Shahabat Nabi) itu menjadi murtad setelah Nabi wafat, kecuali tiga orang saja yang selamat. Mak ditanyakanlah: Siapa tiga orang yang selamat itu ? Abu Jakfar menjawab : Almiqdad bin Al-aswad, Abu Dzar Alghifari, dan Salman Alfarisi RA. (Al-Kafi juz 8, hal 245, no 341).

Demikianlan cuplikan yang membuktikan bahwa hakikatnya Islam dan Syiah itu adalah dua agama yang berbeda, karena kitab sucinya berbeda. Karena kitab suci Alquran milik umat Islam itu berbeda dengan kitab suci Weda milik umat Budha, maka agama Islam pun berbeda dengan agama Budha. Kitab suci umat Kristen adalah Injil yang berbeda dengan  kitab suci umat Islam, yaitu Alquran, karena Kristen dan Islam mempunyai kitab suci yang berbeda, maka Kristen dan Islam adalah dua agama yang berbeda.  Demikian juga, karena kitab suci Alquran milik umat Islam itu berbeda dengan kitab suci ‘Alquran’ milik kaum Syiah, tentunya agama Islam pun sangat berbeda dengan agama Syiah.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
Tulis Kode Di Bawah
 
 
1.
Pengirim: Muhammad Investo Karyoto  - Kota: surabaya
Tanggal: 20/1/2012
 
Ass.wr wb
Ust apa bener ayat qur'an 6666?sy coba hitung dengan basmallah pun gak sampai 6666 harap kesalahan fatal gini gak berlarut2 sebelum membahas soal yg macam2.
wassalam 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Penyebutan jumlah 6666 ayat adalah mengikuti pendapat umum. Sedangkan di kalangan para ulama ada sedikit perbedaan penghitungannya dikarenakan terjadi perbedaan dalam menentukan waqaf raksi ayat, seperti madzhab Syafi'i mengatakan bahwa bacaan Basmalah adalah termasuk dalam hitungan ayat pada setiap surat, sedangkan madzhab yang lain mengatakan bukan termasuk dalam hitungan surat. Ada juga beberapa waqaf lain yang diperselisihkan, apakah termasuk raksu ayat apa bukan ? Tapi semua perbedaan pendapat itu bukanlah menjadikan perbedaan pendapat dalam subtansi ayat-ayat Alquran mushaf Ultsmani dalam pandangan para ulama Ahlus sunnah wal jamaah, sedangkan subtansi isi Alquran dalam keyakinan kaum Syiah benar benar berbeda dengan isi Alquran kitab suci umat Islam. Bahkan dalam aqidah Syiah Imamiyah diyakini ada satu surat benama Surat Alwilayah, yang terdiri dari 41 ayat, dan surat ini tidak tercantum sama sekali dalam Alquran kitab suci umat Islam.

2.
Pengirim: Abubakar  - Kota: Bekasi
Tanggal: 10/2/2012
 
Afwan ustadz, dari kajian saya, pendapat yg mengatakan bahwa AL Qur'an telah mengalami tahrif adalah pendapat yg ditolak oleh sebagian besar ulama Syi'ah, a.l. Oleh Muhammad Husein Thaba-thaba'i Pengarang tafsir al-Mizan fii tafsiril-qur'an, yang sebagian sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Salam 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Berarti yang murtad itu adalah Alkulaini, pengarang kitab Alkaafi, karena dalam bukunya, dengan terang-terangan telah meyakini adanya tahriful Quran. Demikian juga tentunya dengan penganut Syiah yang menjadikan kitab Alkaafi sebagai kitab rujukan utama mereka, maka hukumnya sama dengan Alkulaini.

Coba anda baca Muqaddimah buku DIALOG SUNNAH SYIAH, cetakan pertama (jangan cetakan berikutnya yang sengaja dibuang oleh penerbit untuk mengelabuhi umat Islam), terbitan Mizan tahun 1983 yang isinya antara lain :

" Yang terbaik di antaranya ialah : empat buah kitab yang menjadi buku-buku pegangan kaum Imamiyah, dalam ushul dan furu' semenjak generasi-generasi pertama sampai dengan masa sekarang ini, yaitu : Alkaafi, Attahdzib, Al-istibshar dan Man laa yahdhurul faqiih.
Kitab-kitab ini telah sampai kepada kita dengan cara MUTAWATIR, sedangkan isi yang dikandungnya adalah SHAHIH dan bisa dipertanggungjawabkan, tanpa keraguan sedikitpun.
Di antara ke empatnya, mak kitab alkaafi adalah yang paling terdahulu, paling besar, paling baik dan paling rapi. Di dalamnya terdapat 16.199 hadits."

Penerbit Mizan, bukanlah nama baru dalam dunia penerbitan, tentunya lebih dapat dipercaya dari pada 'maaf-maaf' komentar anda yang belum kami kenal backgroundnya.

Lebih-lebih dengan mempelajari kitab Syiah yang berjudul:
Fashlul khithab fi tahriifi kitaabi rabbil arbaab (Kata kepastian adanya tahrif dalam kitab Tuhan/Alquran, karangan Husain Muhammad Taqyun nuuri tokoh Syiah Iran), Maka argumentasi anda tidak berarti sama sekali di mata umat Islam.

Perlu anda tahu, di dalam kitab Fashlul Khithab ini diterangkan bahwa ada Satu Surat yang bernama SURAT ALWILAYAH, berjumlah 42 ayat, yang isinya sama sekali tidak pernah ada atau tidak tercantum dalam Alquran kitab suci umat Islam yang tiga puluh juz itu. Silahkan membacanya di Markaz Pejuang Islam.

3.
Pengirim: machfud ismaya marasabessy  - Kota: ambon
Tanggal: 9/4/2012
 
kalau zionis yahudi dan nasrani amerika plus sekutunya berpura-pura takut (padahal bersekongkol) dengan Iran karena BOM NUKLIR tapi bom yang paling dahsyat menghancurkan umat Islam adalah BOM TAQIYAH milik Agama Syiah Imamiyah  
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Itulah drama kebohongan kaum Yahudi, Nasrani dan Syiah. Kerja sama mereka cukup rapi dalam menghancurkan kepentingan umat Islam. Mudah-mudahan umat Islam Indonesia menjadi cerdas dan tidak terkecoh dengan segala macam kamuflase dalam slogan-slogan kaum Syiah, yang berpuara-pura getol melawan Amerika.

4.
Pengirim: IRFAN  - Kota: Pinrang
Tanggal: 8/11/2012
 
Syukran Ustadz.. sangat bermanfaat..
semoga Allah membalas dengan kebaikan atas Juhd anda dalam membela agama ini...
izin copy dan share... 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kami persilahkan, mudah-mudahan bermanfaat.

5.
Pengirim: Irfan  - Kota: Tangerang
Tanggal: 23/6/2013
 
Air mata ini tak henti menetes,karena banyak orang yg menzholimi anak cucu Nabi Muhammad dengan memfitnahnya sebagai pembawa ajaran sesat.. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kesalahan fatal dan tanda kebodohan saja, jika anda mengatakan Syiah adalah madzhab Ahlul bait, karena Ahlul bait yang original itu bukan penganut Syiah.

Khomeini saja bukan sayyid. Jalaluddin Rahmat juga bukan sayyid. Tapi keduanya sudah tersesat di jalan Syiah Imamiyah karena kebodohannya.

6.
Pengirim: lalu diwarta  - Kota: lombok mataram ntb
Tanggal: 3/10/2013
 
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi umat Muhammad Saw dari segal kebohongan agama syiah imamiyah dll karena akidah kita amat sangat berbeda dgn mereka, nauzubillahimin zaliik 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Semoga Allah menghancurkan kaum Syiah sehancur-hancurnya.

7.
Pengirim: taenia_pita  - Kota: surabaya
Tanggal: 27/11/2013
 
Syiah agama yang beda dengan Islam yang rahmatan lil alamiin...Syiah adalah agama untuk orang2 yang tersesat dan berlebihan (gabungan yahudi dan nasrani) 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Benar, dan silahkan baca artikel kami berjudul: BERAPA BANYAK TUHAN MEREKA, maka akan mendapatkan keselarasan info.

8.
Pengirim: Muhammad Nooh  - Kota: Riyadh
Tanggal: 25/2/2014
 
Syi'ah adalah agama baru dan bukan islam, agama syi'ah penuh kedustaan 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Benar sekali

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2014 Oleh Pejuang Islam