URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Kamis, 23 Oktober 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV NU GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
BAHAYA MENYAKITI TENTANGGA 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/10/2014]
   
BERMANFAAT BAGI EMPAT KETURUNAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/10/2014]
   
KISAH AL-‘UTBI DALAM BERTAWASSUL 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/9/2014]
   
MASYARAKAT MADANI DI PERSIMPANGAN - (3) 
  Penulis: Pejuang Islam  [21/9/2014]
   
MASYARAKAT MADANI DI PERSIMPANGAN - (2) 
  Penulis:  [19/9/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 23 Oktober 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 22 users
Total Hari Ini: 111 users
Total Pengunjung: 1828625 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
SISI LAIN MENGANALISA PERPECAHAN UMAT MENJADI 73 GOLONGAN 
Penulis: Pejuang Islam [ 31/8/2011 ]
 
SISI LAIN MENGANALISA PERPECAHAN UMAT MENJADI 73 GOLONGAN

Luthfi Bashori

Mengerti grametikal Arab adalah mutlaq dibutuhkan bagi umat Islam yang gemar mempelajari ajaran agamanya. Seperti pada pengertian Hadits SAW, bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan (semuanya masuk neraka kecuali satu, maa ana alaihi wa ashhaabi, yang aku dan para shahabatku menjadi rujukannya = Ahlus sunnah wal jamaah) (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Namun, setelah diteliti dan dihitung tangan, ternyata secara dhahir didapati lebih dari 73 golongan yang beredar di kalangan umat Islam seluruh dunia dewasa ini, termasuk juga yang mengklaim dirinya adalah Islam, padahal Islam tidak seperti yang mereka dakwakan.

Untuk itu, perlu dipahami pula, bahwa penyebutan suatu bilangan dalam jumlah besar dalam Bahasa Arab itu, tidak tentu harus dimaknai sesuai jumlah nominal bilangan yang disebut, tapi adakalanya penyebutan 71, 72 dan 73 itu hanyalah pertanda jumlahnya cukup besar atau yang berarti jamak (istilah bahasa Arabnya: yadullu `alal katsrah = menunjukkan arti jamak/banyak).

Nabi SAW : Iftaraqatil yahudu `ala wahidin wasab`ina firqatan, waftaraqatin nashara ala itsnaini wa sab`ina firqatan, wa sataftariqu ummati ala tsalatin wa sabina firqatan, kulluhum fin nar illa wahidatun.

(Telah pecah umat Yahudi menjadi 71 golongan, dan umat Nasrani menjadi 72 golongan, dan akan terpecah umatku menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu golongan saja - yang masuk sorga).

Artinya menurut Nabi SAW, baik Yahudi, Nasrani maupun Islam pasti terpecah menjadi golongan-golongan yang cukup banyak jumlahnya, dan perpecahan ini sudah nyata-nyata terjadi seperti yang disabdakan oleh Nabi SAW di atas.

Dari sekian banyak golongan di kalangan umat Islam, jika diteliti maka mayoritas keberadaan kelompok-kelompok itu adalah kelompok kecil-kecil alias jumlah pengikutnya sedikit-sedikit.

Sedangkan kelak yang divonis masuk sorga oleh Nabi SAW, hanyalah satu golongan terbesar dan terbanyak pengikutnya, yang juga dinamakan Alfirqatun najiyah (golongan yang selamat), yaitu golongan yang beraqidah Ahlus sunnah wal jamaah, penerus amalan Nabi SAW, para shahabat, para tabi`in dan para ulama salaf. Ini sesuai juga dengan sabda Nabi SAW: Alaikum bis-sawaadil a`dham (hendaklah kalian mengikuti golongan terbesar pengikutnya).

Untuk menjustifikasi pemahaman bahwa penyebutan `bilangan dalam jumlah besar` hanyalah menunjukkan `arti jamak/banyak`, misalnya dalam konteks keindonesiaan, adanya istilah: Celaka 13.

Adapun arti celaka `tiga belas` sesuai gramatikal Indonesia adalah : ``sungguh-sungguh sangat dan amat celaka...!``. Bukan lantas diartikan : Kecelakaan 13 x, karena disesuaikan dengan jumlah nominal bilangan yang disebut.

Adapun dewasa ini dapat dikatakan, sejatinya hanya ada dua golongan dalam dunia Islam. Keduanya benar-benar saling berseberangan dan tidak akan dapat bertemu dalam satu titik manapun, karena berbeda dalam masalah ushuluddin (pokok agama) alias ketauhiadn alias aqidah.

Yang pertama adalah golongan Sunni (Ahlus sunnah wal jamaah), tentunya dengan berbagai perbedaan pesepsi/pendapat yang terjadi pada kelompok-kelompok yang bernaung di dalamnya, namun mereka tetap sebagai kelompok yang salah satu cirinya meyakini keautentikan Alquran mushhaf Utsmani, dan dijadikan sebagai kitab suci yang diyakini akan tetap terjaga hingga hari Qiamat sebagai landasan hidup.

Kelompok ini juga mengamalkan hadits-hadits Nabi SAW riwayat para shahabat dan ahli baitnya Nabi SAW, seperti yang dibukukan oleh para ulama Muhaddits : Imam Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa`i, Ibnu Majah, Ahmad, Malik, dan lainnya.

Sedangkan yang kedua adalah golongan Syiah, tentunya dengan berbagai perbedaan pemahaman kelompok-kelompok yang bernaung di dalamnya, dan komunitas Syiah inipun jumlah pengikutnya masih tergolong minoritas jika dibandingkan jumlah pengikut Ahlus sunnah wal jamaah.

Kelompok Syiah ini, khususnya Syiah Imamiyah yang berpusat di Iran ini jelas-jelas mengingkari keautentikan Alquran mushhaf Utsmani, yang beredar luas di kalangan umat Islam seluruh dunia. Keyakinan Syiah yang menuduh Alquran milik umat Islam sudah tidak murni lagi ini, tertera dalam buku-buku rujukan utama Syiah Imamiyah sendiri.

Syiah juga menolak hadits-hadits Nabi SAW riwayat para shahabat yang dibukukan oleh para ulama Muhaddits sebagaimana tersebut di atas. Bahkan di antara kelompok Syiah ada yang meyakini, sejatinya yang jadi nabi itu adalah Sayyidina Ali bin Abi Thalib bukan Nabi Muhammad SAW, dan lain sebagainya dari keyakinan yang bertolak belakang dengan aqidah umat Islam.

Ilustrasi bagi umat Islam Indonesia, barangkali semisal menganalisa adanya partai di Indonesia. Sejatinya di Indonesia ini hanyalah ada dua kelompok partai yang selalu saling tarik ulur kepentingan yaitu: Partai Nasionalis dan Partai Agamis.

Sedangkan banyaknya jumlah partai yang terdaftar dalam setiap pemilu, hakikatnya hanya berkisar pada dua kelompok besar tadi (Nasionalis dan Agamis).

Pada Partai Nasionalis saat ini ada yang namanya Golkar, PD, PDI, dll. Sedangkan pada Partai Agamis terdapat :PPP, PKNU, PKS, dll. Pada Partai Golkar saja terjadi perpecahan, antara lain menjadi Nasdem. Pada PDI juga ada PDIP dan PNI yang sama-sama mengusung Marhenisme, dll. Tapi tetap saja secara umum mereka kembali kepada golongan Partai Nasionalis.

Demikian juga dalam Partai Agamis, yang tentunya ada perpecahan di dalamnya, seperti PAN dengan PKS, PPP dengan PKB dan PKNU, bahkan ada juga PDS nya kaum Nasrani, tapi tetap saja namanya kelompok Partai Agamis. Kecuali jika kaum Komunis (PKI) diijinkan lagi hidup di Indonesia, maka ada kemungkinan bertambahnya kelompok partai menjadi tiga golongan yaitu : Nasionalis, Agamis dan Atheis.

Demikian pula yang terjadi dalam dunia Islam, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits. Bahwa kebenaran sabda beliau SAW 14 abad yang silam itu, kini terbukti dengan banyaknya bermunculan golongan-golongan dalam Islam.

Seperti juga terjadinya perpecahan kaum Yahudi dan Nasrani menjadi berkelompok-kelompok yang jumlahnya banyak juga.

Dalam menyikapi permasalah ini, Umat tidak perlu takut dan khawatir terhadap paradigma kalau-kalau `keselamatan` yang dijanjikan oleh Nabi SAW itu itu akan diklaim oleh banyak golongan.

Tapi cukuplah meyakini dan mengikuti golongan mayoritas yang terbanyak pengikutnya, yaitu pengikut 4 Madzhab dalam fiqih, yakni Hanafi, Maliki, Syafi`i dan Hanbali, alias golongan Ahlus sunnah wal jamaah dalam beraqidah.

Mereka inilah kelompok yang kini menempati peringkat pertama dalam nominal jumlah pengikutnya dalam dunia Islam, alias kelompok mayoritas (Assawaadul a`dham).

Sedangkan semua golongan yang selain dari pengikut 4 mazhab fiqih beraqidah Ahlus sunnah wal jamaah ini, realitanya adalah termasuk kelompok minoritas. Bahkan bukan sekedar itu, sudah jumlah pengikutnya minoritas, masih dibagi menjadi puluhan kelompok di antara mereka.

BOLEHNYA PERBEDAAN PENDAPAT DALAM MASALAH FURU`

Arti furu` di sini adalah cabang agama, contohnya hasil ijtihadiyah fiqhiyah, atau berbeda cara memahami sebuah dalil baik dari ayat Alquran maupun hadits. Tentunya perbedaan itu dapat terjadi karena faktor tingkat keilmuan dan IQ yang berbeda.

Ilustrasinya, seorang supir mobil belum tentu memahami jenis alat onderdil mobil seperti tingkat kepahaman tukang bengkel mobil. Sebaliknya tukang bengkel, belum tentu tahu seluk beluk penjalanan seperti yang dipahami supir.

Jika kedua belah pihak yang sama-sama ahli dalam bidang masing-masing, dan tidak memahami secara mendalam atas bidang lainnya, maka di saat keduanya membahas bab `mobil`, pasti akan terjadi perbedaan pemahaman. Misalnya sang bengkel lebih menekankan tentang keamanan mobil itu dari segi keoriginalan onderdilnya. Sedangkan sang supir lebih menekankan pengaturan kecepatan dan jarak dengan mobil lain.

Nah, perbedaan semacam ini termasuk perbedaan furu`/cabang yang lumrah terjadi.

Namun, jika yang menjadi perbedaan adalah masalah prinsip, tentunya tidak boleh terjadi, contohnya : Sudah jelas-jelas menurut istilah umum, bahwa yang mereka bahas itu adalah bab `MOBIL` untuk kendaraan jalan raya, tapi ada salah satu pihak yang mengatakan : Bahwa yang mereka perdebatkan itu namanya : Perahu Layar. Tentu saja pendapat ini WAJIB DITOLAK, karena sudah keluar dari konteks yang semestinya dan menyimpang dari kebenaran. Mana ada perahu layar berjalan di jalan raya beraspal?.

Demikian juga dalam masalah agama, jika yang menjadi perbedaan itu masalah khilafiyah furu`iyah ijtihadiyah, seperti hukum halal haram dari hasil ijtihad (bukan masalah ketauhidan dan aqidah pokok), maka Nabi SAW pernah menyatakan sabdanya : Ikhtilaafu ummati rahmah (perebedaan pendapat di kalangan umatku (para ulama) itu termasuk rahmat). Contoh kongkrit adanya perbedaan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1432, ada yang lebaran hari Selasa dan ada yang hari Rabu.

Tentang perbedaan dalam segi furu` ini Nabi SAW juga bersabda :
Akan terpecah umatku itu menjadi tujuh puluh sekian kelompok, semuanya dapat masuk sorga kecuali satu golongan, yaitu Azzanadiqah. (HR. Abu Ya`la).

Azzanadiqah adalah kelompok yang pura-pura menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekufurannya, dengan berbagai macam bentuk pemahaman maupun perilaku, dan yang kesemuanya ini dapat terjadi di semua jaman tanpa terkecuali.

Misalnya, adanya kelompok yang mengingkari kemurnian dan keautentikan Alquran firman Allah sebagai kitab suci milik umat Islam. Maka kelompok ini termasuk Azzanadiqah, seperti keberadaan kelompok Syiah Imamiyah tersebut di atas. Tentunya kelompok Azzanadiqah ini terdiri dari banyak aliran, namun jika ditarik garis lurus, mereka tetap dalam naungan satu kelompok, yaitu Azzanadiqah.

Jadi, kelompok mana saja yang sudah keluar dari aqidah umat Islam yang bersifat qath`i (kepastian) dalam bidang ushuluddin atau ketauhidan, atau yang keluar dari batasan yang tidak boleh dilanggar secara aqidah oleh siapapun, maka kelompok pelanggar itu termasuk Azzanadiqah (kafir zindiq) yang bakal masuk neraka selamanya.

Sedangkan kelompok-kelompok Islam yang berbeda pendapat hanya seputar amaliyah furu`iyah yang tidak termasuk kategori ushuluddin/aqidah/ketauhidan, maka mereka tetap akan masuk sorga. Tentunya setelah mengalami perhitungan amal di padang mahsyar, dan menjalani ketentuan Allah yang berlaku untuk setiap jiwa.

Mudah-mudahan persatuan umat Islam dalam naungan aqidah Ahlus sunnah wal jamaah dapat terwujud di muka bumi hingga di akhirat nanti.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
Tulis Kode Di Bawah
 
 
1.
Pengirim: Haris  - Kota: Jakarta
Tanggal: 22/9/2011
 
Asalamu'alaikum wr wb,pak ustadz akhir-akhir ini banyak kelompok islam yang mengklaim bahwa kelompoknyalah yg paling mendekati kebenaran yg sesuai dngan tuntunan rasullallah saw,seperti kelompok yang baru-baru ini menamakan dirinya salafy,mohon penjelasnya pak ustad tentang kelompok/jama'ah ini,sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih banyak. Wasalamu'alaikum wr wb  
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Yang menamakan diri sebagai kelompok Salafi hakikatnya adalah kelompok Wahhabi, alias pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab. Jika akhi rajin baca artikel-artikel Pejuang Islam, pasti akan tahu perbedaan yang mencolok dengan madzhab muslim Indonesia Sunni Syafi'i.

2.
Pengirim: toms outlet online  - Kota: toms outlet online
Tanggal: 5/10/2013
 
Sweet blog! I found it while surfing around on Yahoo News. Do you have any suggestions on how to get listed in Yahoo News? I've been trying for a while but I never seem to get there! Thank you
toms outlet online http://www.internationaldancedesign.com/tomsshop.aspx 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Tank's

3.
Pengirim: toms outlet online  - Kota: toms outlet online
Tanggal: 16/1/2014
 
Woah! I'm really enjoying the template/theme of this blog. It's simple, yet effective. A lot of times it's difficult to get that "perfect balance" between user friendliness and appearance. I must say that you've done a great job with this. Additionally, the blog loads very quick for me on Chrome. Outstanding Blog!
toms outlet online http://www.2014tomsshoesoutlet.com 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Thank's

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2014 Oleh Pejuang Islam