URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Kamis, 23 Oktober 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV NU GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
BAHAYA MENYAKITI TENTANGGA 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/10/2014]
   
BERMANFAAT BAGI EMPAT KETURUNAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/10/2014]
   
KISAH AL-‘UTBI DALAM BERTAWASSUL 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/9/2014]
   
MASYARAKAT MADANI DI PERSIMPANGAN - (3) 
  Penulis: Pejuang Islam  [21/9/2014]
   
MASYARAKAT MADANI DI PERSIMPANGAN - (2) 
  Penulis:  [19/9/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 23 Oktober 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 22 users
Total Hari Ini: 381 users
Total Pengunjung: 1829146 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
BERAPA HAYOO JUMLAH RAKAAT SHALAT TARAWEH DI MASJIDIL HARAM ? 
Penulis: Pejuang Islam [ 31/10/2010 ]
 
BERAPA HAYOO JUMLAH RAKAAT SHALAT TARAWEH DI MASJIDIL HARAM ?

Luthfi Bashori

Pada tahun 1983, Alhamdulillah saya mendapat rejeki dari Allah SWT berupa kemudahan untuk berangkat ke negara Saudi Arabiah, dan menetap di kota Madinah selama tiga tahun.

Di Madinah, saya memperhatikan bahwa pelaksanaan shalat Jumatnya, agak berbeda dengan pelaksanaa jumatan di Indonesia, sekalipun ada pula kesamaan-kesamaannya.

Di Madinah, sekitar pukul 11.00, mu`addzin masjid Nabawi mengumandangkan adzan pertama, ini jika saya asumsikan masuk waktu dhuhur pukul 12.00. Setelah masuk waktu dhuhur maka khatib naik mimbar, dan mengucapkan salam, lantas duduk, kemudian dikumandangkanlah adzan dhuhur yang kedua. Setelah itu barulah khatib menyampaikan khothbahnya.

Intinya, di Masjid Nabawi, setiap pelaksanaan shalat Jumat, maka menerapkan adzan pertama dan adzan kedua.

Ada kesamaan sedikit sekalipun berbeda, antara pelaksaan shalat Jumat di Masjid Nabawi dengan shalat Jumat di Masjid warga Nahdliyyin, yaitu sama-sama menerpakan adzan dua kali. Hanya saja, di Masjid warga Nahdliyyin, adzan untuk kedua, waktunya berdekatan dengan adzan pertama. Yaitu sekedar di sela-selai shalat sunnah dan bilal yang membaca hadits Nabi SAW kemudian khathib naik mimbar lantas mengucap salam dan duduk, barulah adzan kedua di kumandangkan.

Sedangkan di Masjid Nabawi tidak ada bilal yang membaca hadits, tapi setelah khatib naik mimbar dan megucapkan salam dan duduk, langsung dikumandangkan adzan kedua.

Untuk masjid non NU di Indonesia, umumnya hanya menerapkan adzan sekali. Waktunya adalah, begitu masuk waktu dhuhur, maka khatib naik mimbar, kemudian mengucapkan salam dan duduk, barulah adzan dikumandangkan. Ada sedikit kesamaannya dengan pelaksanaan Jumatan di masjid Nabawi, yaitu tidak adanya bilal yang membaca hadits. Sedangkan perbedaannya adalah, non NU Indonesia hanya menerapkan adzan sekali, tapi masjid Nabawi menerapkan adzan dua kali.

Di Makkah, pelaksanaan Jumatan pun adalah sama dengan tata cara shalat Jumat di Masjid Nabawi. Karena dua sentral kota suci umat Islam adalah Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah, tentunya mereka menerapkan aturan yang sama dalam melaksanakan shalat Jumat.

Tahun 1986, saya pindah ke Makkah, dan menetap di sana sampai tahun 1991, kemudian mudik ke tanah air pasca perang teluk.

Selama di Makkah saya memperhatikan dan terkadang mengikuti shalat Taraweh di Masjidil Haram, saya katakan terkadsang, karena jarak pemondokan saya berjarak sekitar lima kilo meter dari Masjidil Haram. Di Masjidil Haram Makkah, para Ta`mirnya menerapkan shalat Taraweh sebanyak dua puluh rakaat, lantas ditutup dengan shalat witir tiga rakaat. Jadi adat shalat Taraweh di Masjidil Haram, dan tentunya juga di Masjid Nabawi, nyaris sama dengan pelaksanaan shalat Taraweh warga Nahdliyyin, dengan menerapkan dua puluh rakaat dan ditutup tiga rakaat shalat witir.

Bedanya dengan warga non NU Indonesia adalah rata-rata warga non NU Indonesia menerapkan shalat delapan rakaat, dan ditutup dengan shalat witir tiga rakaat.

Menyikapi perbedaan non prinsipil dengan legowo (hati rela dan damai) semacam inilah yang perlu ditingkatkan dan dilestarikan pada semua kalangan, sehingga setiap umat Islam tetap dapat menghormati saudaranya, sekalipiun terjadi perbedaan, namun dalam koridor masalah non prinsipil, alias perbedaan pada cabang agama, bukan perbedaan aqidah dan ketauhidan.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
Tulis Kode Di Bawah
 
 
1.
Pengirim: ahmad  - Kota: probolinggo
Tanggal: 3/11/2010
 
HANYA MASJID PINGGIRAN MASJIDIL HARAM LAH YG MENERAPKAN 8 RAKAAT MENGADOPSI BID'AH IBN TAIMIYYAH CS.. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Para pengamal shalat Taraweh 8 rakaat, menunjukkan ketidakmatangan mereka dalam memahami hadits Nabi SAW.

2.
Pengirim: ikbal  - Kota: bekasi
Tanggal: 25/1/2012
 
asslmkum. ustadz saya mau tanya berkaitan tentang sholat,
boleh ga sich ibadah kita bercampur mazhab nya ( wudhu pakai syafii , sholat pakai maliki ). syukron 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Model gitu namanya Talfiq, menurut para ulama hukum Talfiq adalah haram.

3.
Pengirim: ZADIT TAQWA  - Kota: Sidoarjo
Tanggal: 29/6/2013
 
Assalamualaikum ustadz..

saya mau tanya, dari sejarah sholat traweh itu sendiri di zaman nabi seperti apa secara singkatnya?? kok sampai ada banyak perbedaan jumlah raka'at??
terima kasih sebelumnya, saya pengen tau lebih dalam... 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Nabi SAW sendiri tidak pernah membuat batasan tertentu tentang jumlah rakaat shalat tarawih, karena itu tidak kita dapati dari kalangan ulama salaf yang membatasi jumlah rakaat Tarawih.

Berkata Imam Syafi'i : Saya mendapati penduduk Madinah melaksanakn sebanyak 39 rakaat, dan di Mekkah 23 rakaat dan tidak ada kesempitan (pembatasan) dalam hal tersebut (yaitu jumlah rakaat shalat tarawih)

Sekalipun St. 'Aisyah meriwayatkan bahwa Nabi SAW melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan itu 11 rakaat, namun yang dilestarikan hingga saat ini di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah 23 rakaat.

Ini pertanda, para ulama itu benar-benar memperbolehkan pengamalan bid'ah hasanah dalam urusan ibadah sunnah yang tidak dicontohkan secara langsung oleh Nabi SAW.

Bahkan nama Shalat Tarawih itu sendiri, bukan istilah dari Nabi SAW. Dinamakan Tarawih likatsratil istirahah (karena banyak istirahatnya), sedangkan Nabi SAW hanya mengatakan shalatul lail (shalat malam) di bulan Ramadhan. Penamaan ini juga termasuk Bid'ah hasanah. Wallahu a'lam.

4.
Pengirim: mubah  - Kota: mekah
Tanggal: 10/7/2013
 
Kalau tidak ada btasanya dlm tarawih,jgnkan 8 plus witir,2rkaat pun bisa plus witir,,jd antum sndiri yg gak cermat dlm mentarjihkan hadist, 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Wah anda menuduh tokoh-tokoh Wahhabi Saudi Arabiah itu tidak cermat mentarjiih hadits yaa?

Di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah hingga saat ini shalat Tarawihnya 20 rakaat (+ 3 rakaat witir).

Lah, pandai mana anda dengan tokoh2 Wahhabi sekelas Bin Baz, Utsaimin, Bin Shalih, Shalih Fauzan, Sudais, dll yang mana mereka itu mengimami shalat Tarawihnya di Makkah dan Madinah dengan 20 rakaat itu ?

5.
Pengirim: iphie  - Kota:
Tanggal: 11/7/2013
 
Awalny sy tertarik dgn kt2 jgn jadikan mslh nonprinsipil sbg hal pemecah umat tp qo komentarny seakan memojokan mrk yg melaksanakan 8 rakaat.
Bukannya di masjid nabawi itu sholat tarawe 20 rakaat tp diadakan pergantian imam ya stp rakaat ke 10. Dan imam yg pertama itu tdk ikt rakaat 11-20, melainkan hny ikt witir saja nanti. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kalau benar asumsi yang anda katakan, padahal mayoritas para imamnya itu penganut sekte Wahhabi, berarti Pembodohan terhadap umat, berat sekali dosa mereka pada setiap bulan Ramadhan, karena telah membohongi umat Islam yang jadi makmum, karena makmumnya melaksanakan 20 rakaat Tarawih + 3 rakaat Witir.

Kami hidup di Makkah dan Madinah mulai tahun 1983 - 1991, jadi kami tahu dengan persis pelaksanaan Tarawih di sana 20 rakaat, tanpa pernah ada pengumuman pembagian seperti asumsi akhi tersebut.

bahkan jika benar keterangan anda, maka yang lebih Bid'ah lagi tentunya imam penggantinya, karean dia juga melaksanakan shalat berikutnya dengan 10 rakaat + 3 rakaat, lah ini shalat apa ? Apa Nabi SAW pernah menjalankan shalat Tarawih doble dua kali begitu? Apalagi para makmum tetap niat shalat Tarawih?

Asumsi anda ini bener apa keblinger?


6.
Pengirim: Mukhtizar  - Kota: Meulaboh Aceh Barat
Tanggal: 12/7/2013
 
Karena bulan ramadhan bulan yg dilipat gandakan pahala,..saya milih yg lebih banyaklah biar,..tabungan untuk besok lebih banyak,..di t4 saya nambah sholat tasbih kalau malam Jum'at,...makin banyak tabungan mudah2an dapat pahala yg lebih banyak.....jadi ngak perlu kita perdebatkankan,...soal bilangan siapa yg mau dan mampu porsi besar silahkan yg mampunya sedikit silahkan,...disesuaikan sajalah.
 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Alhamdulillah, semoga Tarawih kita diterima.

7.
Pengirim: Merahsaipul  - Kota: Tapaktuan
Tanggal: 16/7/2013
 
dikampung di Aceh Selatan saya shalat jumat azan 2 kali azan pertama jam 12.35 WIB dan azan ke 2 ketika katib naik mimbar stlh mengucapkan salam dan slahat teraweh 20 rakaat tambah witir 3 rakaat.  
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Ya, berarti benar-benar mengikuti madzhab Syafi'i dan melestarikan ajaran para Walisongo yang mengamalkan syariat Islam berdasarkan Alquran, Hadits, Ijma dan Qiyas.

8.
Pengirim: gemz  - Kota: arab
Tanggal: 24/7/2013
 
ustad disini seakan memojokan salah satu umat,,,makanya saya ga heran apa kata jujun,,umat sekarang hanya bisa menyalahkan,,terlihat dari cara ustad ini memberikan balasan komentarnya yg bersifat subjektif 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kami merespon apa yang berkembang di masyarakat sbb:

FATWA MAHRUS ALI, MANTAN KYAI: Salat Tarawih 20 Rakaat haditsnya PALSU .

Mahrus Ali, Mantan Kyai yang terbuang dari kalangan NU dan eksodus menjadi Wahhabi Indonesia, telah mengeluarkan fatwa yang menghantam tokoh-tokoh Wahhabi Saudi Arabiah, yang mana mereka secara kontinyu melaksanakan Shalat Tarawih 20 Rakaat di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah.

Menurut Mahrus Ali, bahwa tokoh-tokoh Wahhabi Saudi Arabiah itu telah mengamalkan HADITS PALSU. Hal ini dinyatakan oleh Mahrus Ali dalam blog ke II: www.mantan kyainu2.blogspot.com.

Mahrus Ali, mantan Kyai yang dibuang oleh kalangan NU, secara terang-terangan mengadopsi pendapat Al-albani yang mengatakan bahwa Hadits-hadits shalat Tarawih 20 rakaat itu adalah lemah (dhaif), sedangkankan menurutnya, semua Hadits Dhaif itu adalah PALSU.

Tentunya kaum Wahhabi Indonesia perlu berpikir ulang atas kontradiksi ini, karena menurut Mantan Kyia yang terbuang dari kalangan NU ini, shalat tarawih yang tidak bid’ah dhalalah itu adalah shalat Tarawih 11 rakaat. Sedangkan tokoh-tokoh Wahhabi Saudi Arabiah yang menjadi rujukan utama mayoritas kaum Wahhabi Indonesia, sebut saja Syeikh Bin Baz, Syeikh Sudais, Syeikh Bin Shalih, Syeikh Utsaimin, Syeikh Shalih Fauzan dan sebagainya, yang mana mereka juga termasuk tokoh- tokoh sentral dan mascot kerajaan Saudi Arabiah, mereka sudah puluhan tahun melaksanakan shalat Tarawih dengan 20 rakaat yang ditutup Witir 3 rakaat, baik di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah serta di masjid-masjid Saudi Arabiah lainnya.

Berikut ini beberapa nama para Imam Masjidil Haram Makkah Al Mukarramah yang melaksanakan shalat Tarawih 20 rakaat, baik yang bertindak menjadi imam shalat Tarawih 20 rakaat maupun yang menjadi makmum, dan mereka inilah yang telah difatwa sebagai pengamal Hadits Palsu :

> Sheikh Dr. Abdul Rahman Al-Sudais . Kepala Imam Masjid Al Haram.
> Sheikh Dr. Saud Al-Shuraim - Hakim pada Mahkamah tinggi di Makkah ; Wakil dari kepala Imam Masjidil Haram.
> Sheikh Abdullah Awad Al Juhany (Sejak tahun 2005 mulai memimpin shalat tarawih di Masjidil Haram, dan diangkat menjadi imam Masjidil Haram secara penuh pada Juli 2007. Sebelumnya beliau menjadi imam di Masjid Nabawi Madinah).
> Sheikh Maher Al Mueaqly. Mulai diangkat menjadi imam pada tahun 2007 (Sebelumnya beliau memimpin shalat tarawih di Masjid Nabawi Madinah pada bulan Ramadhan 2005 and 2006).
> Sheikh Khaled Al Ghamdi (Diangkat setelah pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2008).
> Sheikh Dr. Salih bin Abdullah al Humaid -Pimpinan Majlis al Shura Saudi Arabia.
> Sheikh Dr. Usaama bin Abdullah al Khayyat .
> Sheikh Dr. Salih Al-Talib (Hakim pada Mahkamah tinggi di Makkah) diangkat pada tahun 2003.
> Sheikh Faisal Al Ghazzawi. Diangkat setelah pelaksanaan ibadah haji pada tahun Kepala Urusan haramain (Masjdil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah) telah menunjuk imam sholat selama Ramadhan kepada tujuh imam dari Masjidil Haram di Makkah.
> Menurut jadwal, Syaikh Abdullah Al-Juhani dan Syaikh Abdurrahman As-Sudais, yang juga kepala urusan masjidil haram, yang sekarang menjadi imam shalat Taraweh di hari-hari ganjil pada 20 hari hari pertama bulan Ramadhan.
> Syaikh Su’ud Asy Syuraim dan Syaikh Mahr Al-Muaiqli mengimami sholat fardhu setiap hari, (surat kabar harian Al-Eqtisadiah melaporkan).

Dalam 10 hari terakhir bulan Ramadhan, Al-Juhani dan Al-Muaiqli akan mengimami shalat Taraweh. Syaikh Shalih Ath-Thalib menyampaikan khutbah Jumat pertama dan mengimami shalat Jum’at pada hari pertama Ramadhan. Syaikh Usamah Khayyat, Asy-Syuraim, Syaikh Shalih bin Humaid, dan As-Sudais. Syaikh Humaid akan mengimami shalat Idul Fitri.

Berikut beberapa nama Imam Masjid Nabawi Madinah Al Munawwarah yang melaksanakan shalat Tarawih 20 rakaat ditutup shalat Witir 3 rakaat:

> Imam Masjid Nabawi Madinah, pertama : Sheikh Abdullah Al-Khulaifi
> Imam Masjid Nabawi Madinah, kedua : Sheikh Ali Jaber
> Imam Masjid Nabawi Madinah, ketiga : Sheikh Umar Al-Subayyil (putra dari Muhammad Al- Subayyil).
> Imam Masjid Nabawi Madinah, keempat : Sheikh Abdullah Al Humaid. Beliau adalah Pimpinan Mahkamah Saudi Arabia.
> Imam Masjid Nabawi Madinah, kelima : Sheikh Abdullah Al-Harazi Pimpinan Majlis al Shura Saudi Arabia.
> Imam Masjid Nabawi Madinah, keenam : Sheikh Abdullah Khayyat
> Imam Masjid Nabawi Madinah, ketujuh : Sheikh Ali Bin Abdur Rahman Al Hudzaify – Kepala Imam Masjid Nabawi Madinah
> Imam Masjid Nabawi Madinah, kedelapan : Sheikh Dr. Salah Ibn Muhammad Al Budair (memimpin tarawih pada 2005-2006) sekarang menjadi imam penuh di Masjid Nabawi
> Imam Masjid Nabawi Madinah, kesembilan : Sheikh Muhammed Al-Subayyil
> Imam Masjid Nabawi Madinah, kesepuluh: Sheikh Adil Kalbani (Memimpin tarawih pd 1429 H)

Demikianlah sepuluh Imam Masjid Nabawi Madinah dan masih ada imam yang lain yang tidak tersebut disini, mereka telah difatwa sebagai pengamal hadits palsu oleh Mahrus Ali (salah satu mascot Wahhabi Indonesia). Karena para tokoh Wahhabi Saudi Arabiah ini tiap tahun melaksanakan shalat Tarawih 20 rakaat ditutup shalat witir 3 rakaat di Masjid Nabawi Madinah Almunawwarah.

9.
Pengirim: Sya'roni  - Kota: Majalengka
Tanggal: 1/8/2013
 
Assalamu 'alaikum wr.wb. Maaf ustadz! saya masih awam tentang internet, bagai mana caranya saya mengikuti artikel2 ustad?  
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Tulis di alamat web: www.pejuangislam.com, klik dan muncul halaman pertama foto kami di Masjid Nabawi Madinah, klil Masuk Web, kemudian cari: Kolom KARYA TULIS PEJUANG, setelah di klik, akan muncul di pojok kanan atas: KATEGORI, klik saja dan pilih tulisan TERIAKAN PEJUANG, klik lagi maka akan muncul judul-judul artikel kami, kemudian terserah akhi pilih judul yang mana yang ingin dibaca.

10.
Pengirim: Yudha  - Kota: Bandung
Tanggal: 19/8/2013
 
Assalamu'alaikum. Ustad, sya mau bertanya tentang mslh shalat juga. saya mau na kl di Arab shalat subuh memakai qunut atau tidak? terimakasih sebelumnya. syukron. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Qunut hukummnya sunnah, tidak wajib.

11.
Pengirim: abu fathan  - Kota: palembang
Tanggal: 25/10/2013
 
Assalamu'alaikum wrwb. Ustadz yang kami hormati, umat islam yang melaksanakan sholat tarowih 8 rakaat... itu mengikuti sunnah rosul saw berdasar pada hadist dari aisyah r.ha yang menyaksikan bahwa rosul saw sholat empat rakaat kemudian beliau sholat lagi empat rakaat kemudian beliau sholat tiga rakaat (HR Bukhori) lantas bagian mana yang tidak dipahami secara matang oleh umat yang mengamalkan hadist ini... jika hadist riwayat bukhori tidak kita anggap kredibel lantas hadist dari siapa lagi yang anda anggap kredibel... afwan ust secara tidak sengaja karena ana yakin antum tidak berniat, antum telah memecah belah ummat. InsyaAllah yang mengamalkan sholat tarowih lebih dari delapan juga mengamalkan sunnah rosul saw berdasar hadist dari ibnu abbas r.a. yang menyaksikan rosululloh saw sholat tarowih sebanyak 20 rakaat ditambah witir. Perbedaan ini terjadi karena aisyah r.ha tidak selalu bersama rosul saw begitupun sahabat rosul saw. Artinya dapat kita simpulkan bahwa kedua2nya adalah opsi yang diberikan oleh rosul saw dalam arti kedua2nya pun dilakukan oleh baginda rosul saw... jika kita menyalahkan salah satunya... maka mari kita beristighfar karena kita telah mengingkari amalan rosul saw. Wallahu a'lam... 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Artikel kami untuk menjawab tuduhan miring tokoh Wahhabi Indonesia, Mahrus Ali alumni Saudi Arbiah, terhadap Tarawih warga NU, sbb:

FATWA MAHRUS ALI, MANTAN KYAI: Salat Tarawih 20 Rakaat haditsnya PALSU .

Mahrus Ali, Mantan Kyai yang terbuang dari kalangan NU dan eksodus menjadi Wahhabi Indonesia, telah mengeluarkan fatwa yang menghantam tokoh-tokoh Wahhabi Saudi Arabiah, yang mana mereka secara kontinyu melaksanakan Shalat Tarawih 20 Rakaat di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah.

Menurut Mahrus Ali, bahwa tokoh-tokoh Wahhabi Saudi Arabiah itu telah mengamalkan HADITS PALSU. Hal ini dinyatakan oleh Mahrus Ali dalam blog ke II: www.mantan kyainu2.blogspot.com.

Mahrus Ali, mantan Kyai yang dibuang oleh kalangan NU, secara terang-terangan mengadopsi pendapat Al-albani yang mengatakan bahwa Hadits-hadits shalat Tarawih 20 rakaat itu adalah lemah (dhaif), sedangkankan menurutnya, semua Hadits Dhaif itu adalah PALSU.

Silahkan baca selengkapnya artikel kami tersebut pada judul: FATWA MAHRUS ALI, MANTAN KYAI

12.
Pengirim: Muhammad Fakhrudin  - Kota: Pontianak
Tanggal: 15/8/2014
 
Assalamu'alaykum
Ada baiknya memposting hal2 seperti ini dengan landasan yang jelas. Seperti hadits dan qur'an serta dibareng dengan tafsir2 dari kitab2 ulama terkemuka yang sudah mapan. Bukan nya membanding2kan yang ini seperti itu yang itu sama seperti disini. Hanya masukan saja. Terima Kasih :)
Wassalamu'alaykum 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Dalil-dalil yang diharapkan itu sudah banyak diposting, dan tidak semua artikel itu harus dengan dalil, karena ada artikel yang sengaja dikemas sebagai bacaan ringan dan ada yang dikemas sebagai artikel resmi.
Begitulah tampilan kami, semoga ikut rajin membaca di situs kami ini.

13.
Pengirim: paksuyoto  - Kota: AB1229ld
Tanggal: 1/9/2014
 
Untuk yg sholat tarawih 20 witir 3 rekaat dalilnya apa ya...mohon penjelasan trims 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
1. Pesan yang ingin kami sampaikan, bahwa beribadah sunnah itu tidak wajib menggunakan dalih hadits Nabi yang shahih, contohnya Shalat Tarawih 20 rakaat ditambah Shalat Witir 3 rakaat yang dilakukan oleh para tokoh Imam Masjidil Haram Makkkah dan Masjid Nabawi Madinah

2. Ibadah Sunnah itu boleh berdasarkan atsar (amalan) para shahabat, dalam bab ini adalah mengikuti amalan Sy. Umar bin Khatthab dan para shahabat lainnya.

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2014 Oleh Pejuang Islam