URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [29/7/2019]
   
WAJIB TAQLID BAGI SELAIN MUJTAHID 
  Penulis: Pejuang Islam  [28/7/2019]
   
MANFAAT QISHAS DALAM ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/7/2019]
   
BUKTI EMPAT MADZHAB BANYAK DIMINATI ULAMA SALAF 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/7/2019]
   
DALAM URUSAN MAKAN PUN DILARANG SOMBONG 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/7/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 21 Agustus 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 372 users
Total Pengunjung: 4544001 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
HARAM JUAL ASET YANG BUKAN MILIK SENDIRI 
Penulis: Pejuang Islam [ 8/2/2019 ]
 
HARAM JUAL ASET YANG BUKAN MILIK SENDIRI

Luthfi Bashori


Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak sah jual beli melainkan atas barang yang dimilikinya sendiri.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Tahun 2002, di saat pemerintah Indonesia dipegang oleh rezim Megawati, Tempo.com menurunkan berita tentang perusahaan Indosat yang semula murni menjadi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tiba-tiba dijual ke luar negeri, hingga laku 40 % dari kepemilikan sahamnya dan dibeli oleh pihak Singapure Technologies Telemedia (STT).

Padahal Megawati bukanlah pemilik dari Indosat. Jadi penjualan Indosat jika ditinjau dari kaca mata agama, adalah termasuk jual beli yang tidak sah, karena Megawati berani menjual barang yang bukan miliknya.

Sy. Rifa’ah bin Rafi’ mengemukakan, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh seseorang, “Apakah mata pencaharian yang baik itu ?”

“Seseorang yang bekerja dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang jujur,” jawab Nabi SAW. (HR. Bazzar).

Termasuk yang dilarang oleh Syariat, adalah jual beli yang penuh dengan tipu daya atau janji-janji yang tidak pernah ditepati, misalnya banyaknya aset-aset negara yang dijual ke luar negeri oleh para penguasa dengan cara berkamuflase demi mendapatkan simpati suara rakyat. Contoh kasus saham Indosat di atas telah dijadikan ajang kampanye, dengan dijanjikannya oleh pihak Jokowi saat menghadapi pilpres 2014, jika ia terpilih maka akan membeli ulang 40% saham Indosat dari pihak Singapura. Namun kenyataan hingga berakhir kekuasaan rezim saat ini, ternyata saham Indosat tetap menjadi milik Singapura.  “Nabi SAW telah melarang jual beli yang mengandung tipu daya.” (HR. Muslim).

Sementra itu Harian Terbit, Kamis (19/10/2017) menurunkan berita tentang penjualan aset negara sebagai berikut:

Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan rencana pemerintah akan menjual 800 BUMN maka menandakan bahwa saat ini pemerintah sudah tidak punya uang. Oleh karena itu daripada APBN bangkrut, tidak bisa menutupi bayar utang, gaji pegawai, dan tunjamgan fasilitas mewah pejabat, maka pemerintah akan lebih baik menjual apa yang bisa dijual termasuk 800 BUMN untuk dijual.

"Dengan kondisi ini maka ke depan, Indonesia bakal tergadai karena Menteri Keuangan Sri Mulyani juga terus menerus menumpuk utang, dan tidak punya kemampuan untuk mengurangi utang," ujarnya.

Uchok menegaskan, saat ini pemerintah hanya bisa meningkatkan belanja negara tanpa bisa meningkatkan pendapatan selain dari utang. Oleh karena itu sudah jelas bahwa Indonesia ke depan maka kedaulatannya akan tergadai bila tidak bisa mengelola APBN dengan melakukan terebosan dengan melakukan moratorium kepada utang yang mencekik.

Terpisah, pengamat kebijakan Yusri Usman mengaku tidak setuju pemerintah menjual BUMN. Alasannya, sesuai pesan UU bahwa BUMN ditugaskan oleh negara untuk mengelola semua potensi sumber daya alam dan fasilitas publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Sehingga hasil dari pengelolaan BUMN disajikan untuk rakyat agar sejahtera.

"Tentu tidak mudah pemerintah melakukan penjualan aset BUMN tanpa alasan yang jelas. Apalagi khususnya untuk BUMN yang strategis," kata Yusri kepada Harian Terbit, Kamis (19/10/2017).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam