URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 14 November 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 252 users
Total Pengunjung: 4146918 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
AIR SUSU DIBALAS AIR TUBA 
Penulis: Pejuang Islam [ 13/7/2018 ]
 
AIR SUSU DIBALAS AIR TUBA

Luthfi Bashori

Dalam bahasa Arab, judul yang menggunakan peribahasa di atas ini, juga dikenal dalam sebuah syair:


أعلمه الرماية كلَّ يومٍ

ولمَّا اسْتَدَّ ساعده رماني

U`allimuhur rimaayata kulla yaumin.
Falammasytadd saa`iduhu ramaani

(tiap hari aku mengajarinya teknis melempar, setelah tangannya kuat, justru ia melempariku)

هو من الأَبياتِ المشهورةِ الِّتي يُضرَبُ بِها المثَلُ فيمَن يُنكِرُ إِحسانَ مَن أَحسنَ إليهِ، ويُجازِيه بِالإحسَانِ إِساءةً.

(syair ini cukup terkenal, yang maksudnya menyifati orang yang buruk perangainya, karena menginkari kebaikan orang lain kepadanya, bahkan membalas kebaikan tersebut dengan keburukan).

Misalnya ada orang tua yang bernama Bapak H. Abdul Lathif, orangnya terkenal baik hati dan dermawan serta senang membantu orang lain, khususnya kepada para pemuda untuk dibimbingnya

Suatu saat ada seorang pemuda kampung, sebut saja bernama Faris yang datang kepadanya, mengadukan problem yang sedang dihadapi terkait kondisi keluarganya.

Lantas Bapak H. Abdul Lathif berusaha ikut menyelesaikan problem yang dihadapi, bahkan mengarahkan si pemuda itu agar ke depan ia dapat mandiri dengan cara menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sayangnya, seakan kondisi jaman tidak berpihak kepada Bapak H. Abdul Lathif, karena setelah si pemuda menjadi pandai dan berhasil dalam pendidikannya, hanya saja salah pergaulan, pada akhirnya hampir setiap hari si pemuda itu melawan dan mencaci maki Bapak H. Abdul Lathif tanpa alasan yang jelas.

Kisah seperti ini pernah terjadi pula pada jaman dahulu kala.

Dulu ada sebuah istana di Iraq yang terkenal dengan Istana Khawarnaq milik seorang penguasa bernama Nu’man bin Syaqiqah, yang dibangun oleh seorang insinyur handal bernama Sinimmar.

Ketika Sinimmar berhasil merampungkan bangunan gedung istana itu, rakyatpun terkagum-kagum atas keindahan dan kekuatannya.

Kemudian Sinimmar berkata kepada keluarga Nu`man bin Syaqiqah, “Jika kalian membayarku dan memberikan hakku, niscaya aku akan membangunkan sebuah istana yang jauh lebih indah lagi, yang bisa memandang matahari ke manapun berputar.

Sayangnya, sebelum mau membayarnya, mereka berkata, “Kamu telah berjanji akan membangunkan istana yang lebih indah lagi, tetapi ternyata kamu tidak pernah melaksanakannya!”

Kemudian Nu`man bin Syaqiqah merintahkan agar Sinimmar dilemparkan dari tingkat paling atas di istana itu hingga meninggal dunia.

Sejak peristiwa itulah muncullah peribahasa berbunyi جزاء سنمار (jazaa-u Sinimmar) yang dalam istilah Indonesia dikatakan, "Air susu dibalas air tuba", artinya kebaikan dibalas dengan keburukan.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam