URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [12/9/2018]
   
MEMBAYANGKAN SITUASI NERAKA JAHANNAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/9/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/9/2018]
   
ORANG MURTAD DIJAUHKAN DARI TELAGA KAUTSAR 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/9/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/9/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 18 September 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 6 users
Total Hari Ini: 281 users
Total Pengunjung: 4067988 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
FANATISME KESUKUAN ITU TERMASUK TINDAKAN BUSUK 
Penulis: Pejuang Islam [ 7/7/2018 ]
 
FANATISME KESUKUAN ITU TERMASUK TINDAKAN BUSUK

Luthfi Bashori


Ternyata fanatisme kesukuan atau kebangsaan itu tidak dibenarkan oleh Rasulullah SAW.

Coba perhatikan hadits riwayat Sy. Jabir bin ‘Abdillah RA beliau berkata:

ﻛُﻨَّﺎ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻓِﻰ ﻏَﺰَﺍﺓٍ ﻓَﻜَﺴَﻊَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮِﻳﻦَ ﺭَﺟُﻼً ﻣِﻦَ ﺍﻷَﻧْﺼَﺎﺭِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻷَﻧْﺼَﺎﺭِﻯُّ ﻳَﺎ ﻟَﻸَﻧْﺼَﺎﺭِ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮِﻯُّ ﻳَﺎ ﻟَﻠْﻤُﻬَﺎﺟِﺮِﻳﻦَ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ‏« ﻣَﺎ ﺑَﺎﻝُ ﺩَﻋْﻮَﻯ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ‏» . ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻛَﺴَﻊَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮِﻳﻦَ ﺭَﺟُﻼً ﻣِﻦَ ﺍﻷَﻧْﺼَﺎﺭِ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ‏« ﺩَﻋُﻮﻫَﺎ ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻣُﻨْﺘِﻨَﺔٌ ‏»

”Dahulu kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam peperangan. Lalu ada seorang laki-laki dari kaum Muhajirin (Makkah) yang memukul pinggul belakang seorang lelaki dari kaum Anshar (Madinah).

Maka orang Anshar tadi berteriak: ‘Wahai kaum Anshar (tolonglah aku).’

Lantas orang Muhajirin itu juga ikut berteriak: ‘Wahai kaum Muhajirin (tolonglah aku).’

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Seruan Jahiliyyah macam apa ini ?.’

Mereka berkata: ‘Wahai Rasulullah, seorang muhajirin telah memukul pinggul belakang seorang dari kaum Anshar.’

Lantas Beliau SAW bersabda: ‘Tinggalkan (pembelaan atas kesukuan) itu, karena hal tersebut ada nilai kebusukannya.” (HR. Al Bukhari dan yang lainnya).

Jika sikap kesukuan itu dianggap boleh untuk dilestarikan, tentu akan dapat menghanguskan Ta-aakha (ikatan persaudaraan) yang telah dirajut oleh Rasulullah SAW antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar.

Bahkan termasuk akan menabrak ayat `Innamal mukminuna ikhwatun` ("Sesungguhnya semua orang beriman (Islam) itu adalah saling bersaudara").

Kalau di jaman Rasulullah SAW, dalam menyikapi perilaku kesukuan di kalangan para shahabat saja beliau secara tegas melarangnya, hingga menyifati kesukuan itu dengan sebutan `Fainnaha muntinah` (sesungguhnya pada fanatisme kesukuan itu mengadung kebusukan), lebih-lebih jika kesukuan itu dilakukan pada jaman sekarang terutama lagi di wilayah Nusantara ini.

Jadi umat Islam dewasa ini, hendaklah menolak segala bentuk gerakan fanatisme kesukuan Nusantara yang sedang dipromosikan oleh kalangan kaum Liberal.

Namun umat Islam itu dituntut untuk bersatu padu demi mensosialisasikan gerakan Islamisasi Nusantara, agar mendapatkan ridla dari Allah dan Rasul-Nya SAW.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam