URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
“AYOO... BELAJAR ILMU AGAMA !” 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/7/2018]
   
MENGAPA ADA ORANG YANG INGIN MENG-INDONESIA-KAN ISLAM ? 
  Penulis:  [2/7/2018]
   
FANATISME GOLONGAN ITU MAKSIAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/7/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/7/2018]
   
PERLUNYA MENYUSUN STRATEGI DEMI STRATEGI 
  Penulis: Pejuang Islam  [27/6/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 22 Juli 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 2 users
Total Hari Ini: 572 users
Total Pengunjung: 3989896 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
UPAYA MENGHIBUR HATI YANG DUKA 
Penulis: Pejuang Islam [ 6/7/2018 ]
 
UPAYA MENGHIBUR HATI YANG DUKA

Luthfi Bashori


Sy. Ibnu Umar RA mengatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin dikabulkan doanya dan dihilangkan kesusahannya, maka hendaklah ia melapangkan hati orang yang sedang kesulitan.” (HR. Ahmad).

Upaya menghibur dan menyenangkan hati sesama muslim itu sangatlah besar manfaatnya. Yaitu bagaimana cara seseorang dalam membantu saudaranya yang seiman untuk menghilangkan kesedihan yang sedang dialami. Semisal saat mendapati seorang kawan yang sedang sedih dan galau, maka diajak dialog sehingga hilanglah kegalauannya itu. Atau sedang mengalami kesulitan ekonomi, maka dibantu keuangannya. Atau sedang kesulitan menghadapi permasalahan menghadapi pihak lain, maka dibantu negoisasi untuk menyelesaikannya, demikian dan sebagainya.

Sy. Abdullah bin Amr bin Ash RA mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, hendaklah benar-benar mengusahakan apa yang menjadi cita-citanya, yaitu ia harus beriman kepada Allah dan hari akhir, juga menggembirakan hati orang lain, sebagaimana ia sendiri bergembira apabila dibuat seperti itu.” (HR. Muslim).

Membantu dan menghibur serta menyenangkan orang lain yang sedang menggalami kesulitan, selagi masih dalam koridor aturan agama, termasuk salah satu amalan yang dapat menjadi modal sesorang untuk masuk sorga.

Terkadang ada orang yang kurang ahli dalam berdzikir kepada Allah dengan berlama-lama karena tersita oleh kondisi pekerjaan hariannya, atau kurang ahli dalam beribadah shalat sunnah, puasa sunnah, bersedekah harta dan sebagainya dikarenakan kondisi pribadinya yang kurang mendukung, maka tentunya masih banyak metode lain untuk dapat menghibur saudaranya yang sedang berduka, misalnya dengan mengajak diskusi face to face, atau mengirim tulisan, atau mengajaknya ke suatu tempat sekira dapat menghibur dirinya namun tetap bernilai ibadah.

Dalam kehidupan Rasulullah SAW sehari-hari, beliau sering mempraktekkan upaya menggembirakan para shahabat yang beliau temui, tanpa harus mengeluarkan modal harta. Namun beliau sebagai seorang rasul yang diberi oleh Allah berupa mu’jizat atau kemampuan lebih, maka beliau SAW memanfaatkan mu’jizat  tersebut untuk mengembirakan orang lain. Sebagaimana yang diinfokan oleh Sy. Abu Ibrahim RA atau yang dikenal dengan nama Sy. Abdullah bin Abu Aufa beliau menyatakan:

“Rasulullah SAW menyampaikan berita gembira kepada  St. Khadijah RA, bahwa ia akan mendapatkan rumah di surga yang terbuat dari mutiara. Di dalamnya tidak ada keributan dan tiada kesukaran.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Tentunya nilai upaya menghibur dan menyenangkan orang lain itu, sangat berbeda dengan orang yang senang memposisikan diri menampakkan kegembiraan, saat melihat ada saudaranya sesama muslim yang sedang kesusahan. Dalam hal ini Sy. Watsilah bin Al-Asqa’ RA pernah mengatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,”Apabila engkau bergembira melihat kesusahan yang menimpa saudaramu, maka Allah akan mengasihi saudaramu itu dan akan memberi cobaan kepada dirimu.” (HR. Muslim).


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam