URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Jumat, 24 Oktober 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV NU GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
BAHAYA MENYAKITI TENTANGGA 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/10/2014]
   
BERMANFAAT BAGI EMPAT KETURUNAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/10/2014]
   
KISAH AL-‘UTBI DALAM BERTAWASSUL 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/9/2014]
   
MASYARAKAT MADANI DI PERSIMPANGAN - (3) 
  Penulis: Pejuang Islam  [21/9/2014]
   
MASYARAKAT MADANI DI PERSIMPANGAN - (2) 
  Penulis:  [19/9/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Jumat, 24 Oktober 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 26 users
Total Hari Ini: 838 users
Total Pengunjung: 1836489 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
10 KIAT MENGHADAPI JARINGAN ISLAM LIBERAL 
Penulis: H. Luthfi Bashori [ 8/3/2009 ]
 
Disajikan dalam kegiatan Multaqo Tsanawy Haiatus sofwah 

(Bogor, tanggal 5-6 maret 2008)

1.Memahami bahwa Liberalisme adalah kesesatan berpikir, bukan sebuah ritual, sekalipun demikian tetap berdampak pada perilaku pengusungnya. Jadi sudah seharusnya kita terus mencermati tulisan-tulisan JIL (Jaringan Islam Liberal), dari koran Jawa Pos pada kolom KIUK (Kajian Islam Utan Kayu), atau buku-buku terbitan JIL, El-KiS, Paramadina, internet, dll. Kemudian meletakkannya sebagai ‘musuh’ untuk diintai. Maka dengan ketelitian dan ketekunan, akan kita temui banyaknya upaya JIL dalam pemelesetan dan pembelotan kata-kata, pemahaman serta pembahasan materi yang menjurus kepada pengkaburan hingga pelecehan terhadap agama Islam

2.Membuka ulang tafsir ayat, atau makna hadits, dan fatawa ulama salaf sesuai dengan tema yang dipelesetkan. Biasanya kita temukan kalimat-kalimat yang dinukil oleh JIL ternyata hanya sepotong-sepotong, kemudian dipergunakan untuk memperkuat argumentasi dan pendapatnya, maka kita harus mengungkap ketidak-benaran itu dengan mengembalikannya kepada asli permasalahnya. Sering pula kita temui kelompok JIL menggunakan Tafsir Hermeneutika dalam tulisan-tulisannya. Tafsir Hermeneutika adalah metode penafsiran Al-Quran dengan menggunakan standar penafsiran Injil Bibel, antara lain menggunakan kritik historis (sejarah), artinya tidak ada seorangpun di dunia ini yang kebal terhadap kritik, dan menganggap bahwa selagi penafsiran terhadap kitab suci masih dilakukan oleh manusia, termasuk oleh Nabi Muhammad SAW, maka sangat mungkin terjadi kesalahan, karena menurut mereka adanya keterbatasan akal manusia. Sehingga mereka meyakini bahwa tidak satupun tafsir Al-Quran di dunia ini yang mutlak kebenarannya. Dengan demikain, menurut mereka, siapapun orangnya, selagi dalam konteks sebagai manusia, berhak menfsirkan Al-Quran sesuai dengan pemahaman masing-mansing.

3.Sebaiknya dalam menghadapi JIL, kita lebih mengutamakan nash-nash qath’i dari Al-Quran dan Hadits-hadits sharih dengan menerangkan ashbabun nuzul/wurud. Penguraian semacam itu termasuk paling jitu, karena kita mampu menerangkan kepada umat islam duduk permasalahan yang sesungguhnya, dan secara otomatis dapat menelanjangi pemikiran sesat kelompok JIL.

4.Kita hadapkan pemikiran JIL dengan pemikiran ulama salaf, dengan rujukan Al-Quran, hadits, serta realita sejarah, dan kita tawarkan kepada umat: Apakah di dalam memahami ilmu agama, kita memlilh pemahaman ulama salaf, misalnya Imam Syafii, yang telah berabad-abad dikenal dunia Islam, atau memilih model pemahaman JIL, yang baru muncul dengan referensi pemahaman Barat atau tafsir Hermeneutika?

5.Kita ungkap bagaimana keuntungan barat/kafir terhadap tema-tema yang dimunculkan oleh JIL ke permukaan, misalnya dampak Fiqih Lintas Agama, adalah memuluskan program pembauran dan pemurtadan umat Islam secara pelan-pelan. Untk mengasah kejelian, tentunya kita harus banyak membaca atau mencari informasi tentang dunia pergerakan JIL, sehingga saat menghadapi mereka, kita tahu dengan pasti atas kesesatan pemikirannya.

6.Kita rajin berkomunikasi dengan tokoh-tokoh yang berseberangan dengan JIL, sekalipun bukan se-ormas dengan kita. Karena jalinan dengan tokoh-tokoh ini dapat memperkuat lini-lini perjuangan, dalam menghadang lajunya liberalisme. Kita juga harus selalu mewaspadai besarnya pengaruh liberalisme yang kini telah menyeluruh di hampir setiap bidang dan semua kalangan. Membangun jaringan sesama tokoh-tokoh anti liberalism, adalah sangat penting untuk memperkaya informasi, sehingga dapat menjadikan JIL sebagai musuh bersama. Tokoh-tokoh anti JIL yang saat ini terhitung produktif dalam menerbitkan buku-buku counter terhadap JIL antara klain : 1). Adian Husaini, MA. 2). Henry salahuddin, MA. 3). Adnin Armas, MA. 4). Nu’im Hidayat. 5). Dr. Daud Rasyid, MA. Dan lain sebagainya.

7.Kita sampaikan pemahaman kita kepada umat tentang kesesatan JIL, melalui tulisan, ceramah, mimbar Jumat, dialog antar teman, dialog terbuka, sampai berhadapan langsung dengan tokoh-tokoh JIL. Praktek yang sering terjadi, saat kita serius melawan mereka untuk dialog terbuka, maka di lapangan mayoritas umat Islam lebih condong kepada aqidah ulama salaf, dibanding mengikuti pemikiran sesat JIL.

8. Apabila mengadakan dialog langsung dan terbuka dengan tokoh-tokoh JIL, yang paling efektif adalah membawa satu tema dari tulisan mereka, dan kita terangkan kesesatan-kesesa tan tulisan itu. Hal ini perlu, dikarenakan umumnya mereka pandai bersilat lidah, dan kita akan diseret kepada permasalahan lain untuk mengelabui dan mencari simpati dari kita dan simpati hadirin, yang pada akhirnya akan mereka arahkan kepada situasi ‘bersepakat’ untuk menerima pemikiran-pemikiran mereka. Tapi dengan bukti kesesatan yang ada pada tulisan mereka, maka kita tidak terjebak dengan permainannya.

9.Bagi yang mampu menulis dan ada kesempatan, maka dapat menuangkan ‘pemikiran’ melawan liberalisme di media cetak/mansyurat/SMS/dll. Hal ini sangat membantu umat untuk kembali kepada jalan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah yang benar. Bagi para dai mimbar, pengasuh majelis taklim, pengasuh pesantren, dan pendidikan Islam lainnya, sebisa mungkin saat membahas tema bahaya liberalisme, dapat merekamnya lewat apa saja dan disebarkan kepada masyarakat. Bagi para pemangku pesantern, sebaiknya terus membekali para santrinya untuk memehami bahaya liberalisme, minimal mengisi perpustakaan pesantren dengan buku-buku kontra JIL. Hal ini sangat diperlukan karena banyak terjadi di kalangan alumni pondok pesantren yang justru terjerumus dalam pemikiran liberalisne, karena ketidaksiapan mental saat tamat dari pendidikan di pesantren. Kendala yang akan kita hadapi saat menyampaikan counter terhadap pemikiran JIL, umumnya masyarakat awam yang belum mengetahui benar-benar ‘BAHAYA BESAR’ yang akan ditimbulkan oleh liberalisme, masyarakat akan mereaksi negatif terhadap misi dan dakwah kita, tapi dengan kegigihan dan keihlasan dalam mengusung kebenaran melawan liberalisme, lambat laun masyarakat yang semakin ‘cerdas’ dan akan ikut berjuang bersama kita, sesuai kemampuan dan kesempatan masing-masing.

10.Rajin merangkul aparat setempat dengan memberi pemahaman kepada mereka tentang bahaya kesesatan JIL. Jika aparat sudah satu baris dengan kita, suatu saat kita membutuhkan langkah aparat, maka tinggal berkoordinasi. Sebagai contoh adalah kerjasama kita dengan aparat saat mencekal dan memulangkan dari Air port Juanda, pada akhir tahun 2007, seorang tokoh liberal asal Mesir, Doktor Nasr Hamid Abu Zayd, penghina dan penghujat Al-Quran, yang akan tampil seminar di UNISMA-Malang. Tulisan-tulisan Nasr Hamid Abu Zayd juga banyak menghujat Imam Syafii, Imam Hambali, dan para ulama salaf lainnya. Yang memperihatinkan kita, bahwa tulisan-tulisan Nasr Hamid Abu Zayd yang berbahasa arab sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dan digandrungi oleh penganut Liberalisme di kampus-kampus berbasis Islam tanpa kita mampu mencegahnya. Lantaran di Negara kita menganut kebebasan berekspresi, berkarya dan melindungi hak asasi manusia. 
(pejuangislam)

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
Tulis Kode Di Bawah
 
 
1.
Pengirim: Arief  - Kota: Pontianak
Tanggal: 30/5/2009
 
Alhamdulillah..Sykron atas informasinya. karena ini bagus buat tambahan untuk materi buku ane.
Jazakumullah Khairaan.
Pesan : Kalau bisa diperbanyak lagiposting tentang JIL ( Jejak Iblis La'nat ),Wahabie Nyeleneh. agar para Ahlussunnah dapat terjaga dari pemikiran ngacok mereka. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Insyaallah, mohon do'a

2.
Pengirim: diqqi  - Kota: temanggung
Tanggal: 4/9/2009
 
alhamdulilah...berkat banyak ilmu yang ada di websit pejuang islam, para teman2 dan tetangga mulai meninggalkan majlis2 yang ga jelas.
pokoknya pejuang islam terus maju pantang mundur..
Jazakumullah Khairaan. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Benar, ayook Maju Tak Gentar membela Aqidah yang benar... Maju tak Gentar, hancurkan aliran-aliran yang tak benar. Terima kasih.

3.
Pengirim: shabirin dalwa  - Kota: pontianak
Tanggal: 27/3/2010
 
syukran katsir kpd pejuang islam (ust.lutfi bashori)karnax ana smakin trpacu tuk mnggali lbih dlam situs sprti ni..ust ana uslkan tuk maju mnjadi anggota DPR RI/KETUA MUI PUSAT/MENTRI AGAMA bhkan klo prlu PRESIDEN...AMIIN.. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Amiin.

4.
Pengirim: emsana  - Kota: jakarta
Tanggal: 26/4/2010
 
teruskan perjuangan qt untuk menangkal ajaran jil yang arogan 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Mari, kewajiban kita ummat Islam untuk selalu menjaga aqidah Ahlussunnah wal jamaah.

5.
Pengirim: hendra  - Kota: jakarta
Tanggal: 28/9/2010
 
assalamualaikum
pak ustadz lewat apa saya bisa menghubungi anda?
sms/e-mail/dll ?

saya mahasiswa UIN, ingin konsultasi dengan anda.

syukron infonya 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
SMS ke 081334017594.

6.
Pengirim: M Hadanalloh  - Kota: Sleman DIY
Tanggal: 26/10/2010
 
Alhamdu lillahilladzii hadaanaa lihaadzaa.
Jazaakallohul khoir.
Mohon cantumkan tokoh-tokoh JIL yang sering mengemuka di media-media terutama televisi. Masykuur ya syekh. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kontributor Jaringan Islam Liberal.
(Akidah Pemikirannya perlu Diwaspadai)

Jaringan Islam Liberal bekerja sama dengan para intelektual, penulis sekuler dan akademisi yang selama ini dikenal peduli dengan isu-isu keislaman dan kemasyarakatan yang berupaya mengaburkan pemikiran Islam kaffah serta menolak pelaksanaan syariat Islam. Di bawah ini ada beberapa nama kontributor JIL di antaranya,

1. Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta.
2. Charles Kurzman, Universitas of North Carolina.
3. Azyumardi Azra, IAIN Syarif Hidayatullah (Sekarang Universitas Islam Negeri, Jakarta).
4. Abdallah Larouni, Muhammad V University, Maroko.
5. Masdar F. Mas'udi, Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, Jakarta.
6. Goenawan Muhammad, Majalah Tempo, Jakarta.
7. Edward W. Said, Colombia University, AS.
8. Djohan Effendi, Deakin University, Australia.
9. Abdullah Ahmad an-Naim, Emory University, Atlanta.
10. Jalaluddin Rahmat, Yayasan Muthahari, Bandung.
11. Muslim Abdurrahman, Jakarta.
12. Asghar Ali Engineer.
13. Nasaruddin Umar, Universitas Islam Negeri, Jakarta.
14. Mohammed Arkoun, University of Sorbonne, Prancis.
15. Komaruddin Hidayat, Yayasan Paramadina, Jakarta.
16. Arief Budiman, University of Melbourne, Australia.
17. Sadeq Jalal Azam, Damascus University, Suriah.
18. Said Agil Siraj, PBNU, Jakarta.
19. Denny JA, University Jayabaya, Jakarta.
20. Rizal Mallarangeng, Freedom Institute, Jakarta.
21. Budi Munawwar-Rahman, Yayasan Paramadina, Jakarta.
22. Ihsan Ali-Fauzi, Ohio University, AS.
23. Taufik Adnan Amal, IAIN Alauddin, Makassar.
24. Hamid Basyaib, Yayasan Aksara, Jakarta.
25. Ulil Abshar Abdalla, Lakpesdam-NU, Jakarta.
26. Luthfi Assyaukanie, Universitas Paramadina, Jakarta.
27. Saiful Mujani, Ohio State University, AS.
28. Ade Armando, Universitas Indonesia, Depok.
29. Syamsurizal Panggabean, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
30. Abdul Moqsith Ghazali, Jakarta.
31. Zuhairi Misrawi, P3M, Jakarta.
32. Sukidi, Puan Amal Hayati, Jakarta.
33. Ahmad Sahal, Freedom Institute, Jakarta.
34. Musda Mulia
35. Guntur Ramli
36. Dr. Ali Haidar Surabaya
37. Sulhawi Robah Surabaya
38. Dan masih banyak yang lainnya, yang rata-rata mereka ini selalu bernaung di bawah pemikiran Bapak Pluralisme Indonesia, Abdurrahman Wahid.

7.
Pengirim: dori  - Kota: padang
Tanggal: 4/11/2010
 
mulailah waspadai dari anak2 muda
kita sekiranya pemahaman agaman mereka ada yg tidak sesuai dgn Alquran dan Hadist 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Siapa saja yang berpaham liberal, yang bertentangan dengan syariat Islam menurut pemahaman ulama Salaf Ahlus sunnah wal jamaah, maka perlu untuk diwaspadai.

8.
Pengirim: Majed Al Yaldirim  - Kota: Kudus
Tanggal: 14/1/2011
 
jika kita memandang islam dalam perspektif yang sempit ya begini ini....islam akan berkembang dan terus berkembang dan anda dan yang mengajarkan kebencian terhadap sesama tidak akan kuat menanhanya... 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Ah, anda ini pengikut JIL. Hanya anda dan teman-teman anda sajalah yang merasa bahagia jika melihat Islam diacak-acak oleh kaum orientalis dan pluralis.

9.
Pengirim: ADIB ROFIUDIN  - Kota: Semarang
Tanggal: 30/1/2011
 
Ayo kita basmi JIL. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Ayooo beramai-ramai.

10.
Pengirim: Adib Rofiudin  - Kota: Semarang
Tanggal: 31/1/2011
 
JIL=PENGIKUT SETAN LIBERAL 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Konon makhluq yang pertama kali menentang perintah Allah dengan mengandalkan argumentasi pikirannya adalah Iblis yang melawan Allah tatkala diperintah untuk sujud penghormatan kepada Nabi Adam, Iblis mengatakan, Ya Allah, Engkau ciptakan aku dari api sedang Engkau ciptakan Adam dari tanah..! Menurut pemikiran Iblis, bahwa api itu lebih mulia daripada tanah. Pemikiran Iblis inilah yang mendasari keliberalannya hingga berani menentang firman Allah. Iblis Liberal ini tentunya memiliki pengikut yang cukup banyak, antara lain Firaun, Qarun, Abu Lahab, dan sebagainya, jaringan pengikutnya pun terus lestari hingga kelak datang Kiamat, adapun kumpulan para pengikut Iblis ini dinamakan sebagai Jaringan Iblis Liberal.

11.
Pengirim: Han  - Kota: Yogyakarta
Tanggal: 8/9/2011
 
Assalamu'alaikum wr.wb.
Sblumnya ane mw tnya di antara antum2 sekalian, adakh diantara kalian yang mengetahi biografi lengkap beserta latar belakang kontributor JIL yang brnama Syamsurizal Panggabean ???.
Bagi Antu2 sekalian yang mengetahui secara lengkap biografi syamsurizal panggabean tersebut harap kirimkan biografi detailnya ke email : hanafi_11492@yahoo.co.id
Jazaakallahu khoiiron.
Wassalamu'alaikum wr.wb. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kami posting, barangkali ada yang merespon.

12.
Pengirim: Anna Ima  - Kota: malang
Tanggal: 5/1/2012
 
Jazakumullah, ats informasinya.
Ust, bagaimana cara menghadapi pengaruh liberal di kampus? Apalagi jika di back-ing dengan para birokrat? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Tetap berusaha menyampaikan kebenaran syariat dengan berkiblat kepada pemahaman para ulama Salaf, dengan berbagai media yang dapat ditembusi.

13.
Pengirim: Abdul Aziz  - Kota: Makassar
Tanggal: 27/5/2012
 
Bagus 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Alhamdulillah.

14.
Pengirim: aqsal  - Kota: makassar
Tanggal: 4/8/2012
 
saya mau nanya. kiat kiat yg dilakukan untuk tidak mudah terpengaruh bgaimana? syukron 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Memperdalam ajaran agama dari sumber yang benar dan tidak banyak berinteraksi dengan kaum JIL dan pemikirannya.

15.
Pengirim: Yefrizal  - Kota: Duri
Tanggal: 9/8/2012
 
Alhamdulillah. Mudah-mudahan Allah selalu memberi kekuatan kepada kita semua untuk menyadarkan Kelompok JIL (Jaringan Ifrit Liberal) yang menafsirkan Al_Quran sesuai seleranya.  
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Mohon baca juga artikel kami berjudul SEJARAH MANUSIA PEMBAWA BENCANA, sebagai bukti rangkaian jaringan yg akhi maksudkan.

16.
Pengirim: pira  - Kota: jedah
Tanggal: 23/10/2012
 
sukron atas infonya ustad, tapi saya mau bertanya bagai mana kita membedakan orang yang berpikiran liberal dengan yang bukan biar kami tahu mana yang benar dan yang salah untuk kami jadikan imam...? sukron  
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Ciri-ciri kaum liberal adalah, mereka selalu membela kepentingan non muslim (dan aliran sesat), mereka mengingkari bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang syariatnya diterima oleh Allah. Mereka juga mengingkari kebenaran mutlak Alquran sebagai kitab suci umat Islam, namun keingkarannya itu dibungkus dengan kata-kata yang halus demi menarik para korbannya.

17.
Pengirim: mustamar  - Kota: Batusangkar
Tanggal: 11/1/2013
 
Pada dasar saya sangat sepakat dg tulisan ini, untuk menangkal JIL, tetapi pengertian liberalisme perlu dikritisi, sebab yang berbahaya adalah liberal liar yang sama artinya kurang ajar, tetapi liberalism ini diartikan kemerdekaan yaitu kebebasan yang terikat dg aturan yg yang maha benar, bukan aturan yg dibuat manusia tapi diturunkan oleh pencipta manusia melaui wahyunya yg shahih. Saya bukan belajar khusus ilmu agama islam, tetapi dg bukti-bukti yg dikemungkakan oleh banyak ahli sain ternyata tidak ada satu kata/ayatpun yg salah dari alqur'an, yg telah berumur 14 abad dari sekarang; maka saya berkeyakinan alqur'an adalah kebenaran mutlak, sedangkan rumusan pemikiran manusia memang kebenaran relatif. Kalau JIL mengatakan Alqur'an belum sempurna dan dan kebenarannya relatif disitulah kesesatan nyata JIL, dan itulah yg harus kita jelaskan dan buktikan kepada umat manusia termasuk pengikut JIL pemula, sebab kalau pengikut JIL militan tak akan pernah bisa kita tobatkan lagi, sebab allah telah membutakan, membisukan dan mentulikan mata, telinga dan lidah hatinya terhadap kebenaran. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Terima kasih tambahan ilmunya semoga bermanfaat.

18.
Pengirim: mustamar  - Kota: Batusangkar
Tanggal: 11/1/2013
 
kelompok JIL itu yg mencari populer dg memakai nama islam adalah: Syi'ah, JIL dan Ahmadiyah dan mereka bekerja sama untuk meng acak-acak pengertian Islam kepada penganut pemula Islam, sudah sa'atnya muncul ulama berpikiran jernih terhadap Islam sekaliber HAMKA. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Semua umat Islam bertanggungjawab terhadap kelestarian ajaran Islam dari serangan aliran2 sesat.

19.
Pengirim: ZET HADI ELHABSYI  - Kota: Mataram, NTB
Tanggal: 6/9/2013
 
Barangkali kita sulit bertemu di ujung dalam konteks idiologi. oleh sebab itu, kita abaikan sejenak perbedaan idiologi kita dengan kelompok JIL, kita arahkan mereka mencari tentang bukti kebenaran kesamaan kita "Islam" dari sudut yang bersebrangan (komparasi dengan kitab agama lain). dengan begitu, insya Allah mereka akan tunduk di hadapan kebenaran agamanya yang terbukti justru melalui agama lain. Wallohua'lam 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Mohon maaf, kami tidak bisa mengabaikan perbedaan ideologi dengan JIL, bagi kami apa yang mereka lakukan itu adalah termasuk bentuk pelecehan terhadap agama Islam.

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2014 Oleh Pejuang Islam