URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 14 November 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 279 users
Total Pengunjung: 4146955 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
PAKAIAN SEDERHANA ITU BAGIAN DARI IMAN 
Penulis: Pejuang Islam [ 6/2/2018 ]
 
PAKAIAN SEDERHANA ITU BAGIAN DARI IMAN

Luthfi Bashori


Sy. Sahl bin Mu’adz bin Anas mendengar dari bapaknya, bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda, “Barang siapa meninggalkan pakaian yang mahal karena ingin menundukkan dirinya kepada Allah, padahal ia sanggup membelinya, maka kelak Allah akan memanggilnya dari atas puncak-puncak kepala manusia, lalu kepadanya diberi pilihan untuk mengenakan perhiasan-perhiasan iman yang ia kehendaki.” (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim).

Ternyata memilih pakaian itu sangat berpengaruh dalam kelanjutan hidup di akhrirat nanti. Orang yang mampu membeli dan memilih pakaian yang mahal, namun ia lebih senang menggunakan pakaian yang sederhana, karena menjaga hatinya agar tidak sombong, maka di akhirat kelak ia akan mendapatkan ganti pakaian yang mewah dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah. 

Sy. Abi Umamah bin Tsa’labah mengutarakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya pakaian sederhana termasuk iman. Sesungguhnya pakaian sederhana termasuk iman.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar lebih memilih kesederhanaan sebagai cassing kehidupan sehari-hari. Ajaran ini bukan berarti suatu larangan bagi umat Islam untuk membeli dan memiliki pakaian atau barang yang berharga mahal, namun memiliki makna bahwa menampakkan kesederhanaan itu bagi seorang muslim, jauh lebih mulia daripada menampilkan kemewahan. 

St. Aisyah RA menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seseorang yang membeli pakaian seharga satu dinar atau setengah dinar, lalu memakainya seraya mengucapkan puji syukur kepada Allah, maka begitu ia pakai hingga menutupi kedua lututnya, Allah mengampuni dosanya.” (HR. Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ibnu Abi Dunya).

Pernah ada satu cerita tentang seorang penggermbala yang memakai pakaian koyak dan pakaian bagus, yang ternyata menjadi tanda kematiannya. Sebagaimana Sy. Jabir bin Abdullah RA menginformasikan, bahwa suatu saat Rasulullah SAW melihat seorang penggembala, yang pada siang harinya bekerja kepada Sy. Jabir. Si penggembala itu memakai baju rangkap dua yang sudah koyak. Maka bertanyalah beliau SAW kepada Sy. Jabir, “Apakah ia tidak mempunyai baju selain yang dipakainya itu?”

“Wahai Rasulullah, dia mempunyai dua baju simpanan yang kuberikan kepadanya, “kata Sy. Jabir RA.

Lalu Rasulullah SAW menyuruh Sy. Jabir  agar memerintahkan si penggembala memakai baju yang disimpannya. Si penggembala itu pun segera mengganti pakaiannya yang telah koyak dengan baju simpanannya yang masih bagus. Setelah si penggembala itu mulai beranjak pergi, maka Rasulullah SAW bersabda, “Tampaknya dia akan segera mati.”

Si penggembala itu menyahut, “Akan tetapi, saya minta mati dalam perjuangan di jalan Allah, wahai Rasulallah.”

Rasulullah SAW bersabda, “Ya, dalam perjuangan di jalan Allah.”

Beberapa waktu kemudian, menurut Sy. Jabir RA, bahwa si penggembala itu benar-benar gugur dalam perjuangan di jalan Allah. (HR. Malik).

Memilih bentuk pakaian juga tidak boleh sembarangan. Orang Islam dilarang menggunakan pakaian yang sudah menjadi trademark bagi penganut agama lain. Bahkan larangan ini bersifat haram dan permanen menurut ajaran syariat Islam.

Sy. Ali bin Abi Thalib RA menegaskan, bahwa Rasulullah SAW melarang  berpakaian seperti baju pendeta, memakai pakaian tercelup dengan warna kuning (yang menyerupai pakaian pembesar agama lain), memakai cincin emas, dan membaca Al-Qur’an di saat ruku shalat.” (HR. Muslim).

Karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk menolak pihak manapun, misalnya dari pengelola swalayan tertentu, yang memaksakan kehendak dengan mengharuskan para pegawainya termasuk yang muslim dan muslimah, untuk menggunakan atribut yang disesuaikan dengan datangnya perayaan hari besar non muslim.

Jika para pegawai muslim dan muslimah itu tetap menggunakan atribut non muslim, maka mereka telah berdosa kepada Allah, karena itu sudah seharusnya mereka berani menolak dengan cara diplomasi yang baik.

Namun jika pihak pengelola tempat pekerjaan itu tetap memaksakan kehendaknya, maka sudah seharusnya pula para pegawai muslim dan muslimah itu menyatakan berhenti dan mencari pekerjaan di tempat lain, yang sekira tidak mengorbankan keyakinan agamanya hanya demi sesuap nasi.    

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam