URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 14 November 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 270 users
Total Pengunjung: 4146942 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
AKIBAT MEMBIARKAN KEMUNKARAN 
Penulis: Pejuang Islam [ 1/2/2018 ]
 
AKIBAT MEMBIARKAN KEMUNKARAN

Luthfi Bashori


Sy. Abu Ubaidah RA mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Pertama kali Bani Israil melihat saudaranya berbuat dosa, mereka mencegahnya. Keesokan harinya, ketika melihatnya berbuat dosa yang sama seperti kemarin, mereka membiarkannya. Bahkan, mereka mengakrabi pelaku dosa itu dan makan-minum dengannya. Karena itu, Allah menjadikan hati sebagian dari mereka (yang tidak melakukan dosa) sama dengan yang (gemar berbuat dosa) lainnya.”

Karena itulah Allah SWT berfirman (QS. Al-Ma’idah [05]: 78), “Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknati melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud).

Dalam kelanjutan ayat, ternyata kaum Yahudi itu disebut melampaui batas, karena kaanuu laa yatanahauna ‘an munkarin fa’aluuhu (mereka tidak mencegah kemunkaran yang dilakukan oleh (sebagian) mereka.

Mereka merasa biasa-biasa saja walaupun mengetahui ada kemaksiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang hidup di sekitar mereka, dan tidak berusaha bernahi munkar apalagi memberantasnya.

Nabi Muhammad SAW tidak pernah segan bernahi munkar dimana saja beliau SAW berada, bahkan terhadap orang non muslim sekalipun, sebagaimana Sy. Shafwan bin Assal RA menceritakan, bahwa ada seorang Yahudi berkata kepada temannya, “Ayo, pergi bersama kami menanyakan sesuatu kepada nabi.”

“Jangan engkau sebut nabi. Sebab, jika ia mendengarnya, maka ia akan memiliki empat mata.”

Setelah di hadapan Nabi Muhammad SAW maka orang Yahudi menanyakan makna firman Allah SWT yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata.”

Nabi Muhammad SAW bersabda:

(1) Janganlah kalian mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun.
(2) Janganlah kalian berzina.
(3) Janganlah kalian membunuh jiwa yang di haramkan oleh Allah, kecuali dengan alasan yang benar.
(4) Janganlah kalian mencuri.
(5) Janganlah kalian melakukan sihir.
(6) Janganlah kalian menyeret orang yang tidak bersalah ke hadapan penguasa yang mengakibatkan penguasa membunuhnya.
(7) Janganlah kalian memakan riba.
(8) Janganlah kalian menuduh berzina orang yang terpelihara kehormatanya.
(9) Janganlah kalian lari dari medan perang.

Dan khusus bagi kalian, wahai orang-orang Yahudi, janganlah kalian melampaui batas khususnya pada hari Sabtu.”

Seketika kedua orang Yahudi itu bergegas menciumi kedua tangan dan kaki Nabi Muhammad SAW seraya berkata, “Kami bersaksi bahwa engkau benar-benar seorang nabi.”

Nabi Muhammad SAW bertanya, “Lalu mengapa kalian berdua tidak memeluk Islam?”

Orang Yahudi itu menjawab, “Sungguh, Dawud telah berdoa kepada Allah, semoga dari kalangan keturunannya masih ada nabi. Jika kami masuk Islam, kami khawatir orang-orang Yahudi akan membunuh kami.” (HR. At-Tirmidzi).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam