URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/1/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/1/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/1/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/1/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/1/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Sabtu, 20 Januari 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 9 users
Total Hari Ini: 459 users
Total Pengunjung: 3748081 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
HUTANG ITU BISA DISETARAKAN DENGAN KEKUFURAN 
Penulis: Pejuang Islam [ 6/1/2018 ]
 
HUTANG ITU BISA DISETARAKAN DENGAN KEKUFURAN

Luthfi Bashori


Dalam satu riwayat hadits, Rasulullah SAW berlindung kepada Allah SWT dari dua hal yang dianggap mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan akhirat seseorang, yaitu kekufuran dan hutang.

Sy. Abi Sa’id Al-Khudri RA menyatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Aku berlindung kepada Allah dari kekufuran dan hutang.”

Seorang shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah engkau samakan kekufuran dengan hutang?”

“Ya,” sabda beliau SAW. (HR. An-Nasa’i dan Al-Hakim).

Ternyata, urusan hutang itu bukan sesuatu yang ringan, namun ada implikasi negatif bagi orang yang memiliki hutang, namun lalai terhadap tanggungannya.

Sy. Abdullah bin ‘Amr RA memberitahukan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Semua dosa orang yang mati syahid itu diampuni, kecuali jika memiliki hutang.” (HR. Muslim).

Hampir setiap muslim yang hakiki akan mendambakan mati syahid, karena keagungan pahalanya. Namun dengan agungnya pahala mati syahid tersebut, ternyata tidak mampu menghapus tanggungan hutang jika sengaja tidak dilunasinya.

Sy. Muhammad bin Abdullah bin Jahsy mengutarakan, bahwa Rasulullah SAW duduk di tempat jenazah akan dimakamkan. Lalu beliau SAW menengadahkan wajahnya ke langit, kemudian menundukkan kepalanya. Setelah itu meletakkan tangannya di atas kening dan bersabda, “Subhaanallaah, subhaanallaah, (Mahasuci Allah, mahasuci Allah). Tiada diturunkan sesuatu yang berat sampai besok pagi.”

“Apakah yang dimaksud dengan sesuatu yang berat itu?” tanya shahabat.

“Hutang,” sabda beliau SAW.

”Demi Tuhan yang memegang diriku, sekiranya seseorang terbunuh di jalan Allah, kemudian ia dapat hidup kembali, lalu ia terbunuh, tetapi ia mempunyai hutang, maka ia tidak akan dapat masuk sorga sampai hutangnya itu dibayar lunas.” (HR. An-Nasa’i, Ath-Thabarani, dan Al-Hakim).

Karena itu, setiap orang yang memiliki hutang, maka hendaklah berusaha untuk melunasi hutangnya itu, agar kelak tidak menjadi batu sandungan bagi kehidupan akhiratnya. Setelah selesai pelunasan hutangnya itu, maka hendaklah ia menjauhkan diri dari berhutang, kecuali dalam keadaan darurat.

Sy. Umar bin Husain menceritahkan bahwa St. Maimunah mempunyai banyak hutang. Lalu keluarganya menemuinya dan mencelanya. Karena itu beliau berkata, “Aku tidaklah meninggalkan hutang, karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang yang mempunyai hutang, tetapi Allah mengetahui bahwa yang bersangkutan bermaksud melunasinya, pasti Allah akan membantu melunasinya di dunia ini.” (HR. An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

Dalam riwayat lain, St. Aisyah RA menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa di antara umatku yang mempunyai hutang, kemudian ia bersungguh-sungguh untuk melunasinya, tetapi kemudian ia meninggal dunia sebelum dapat melunasinya, maka akulah yang menjadi penjaminnya.” (HR. Ahmad).

Berikut ini adalah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW bagi orang yang ingin segera melunasi hutang-hutangnya.

Sy. Abi Sa’id Al-Khudri RA menceritakan, bahwa Nabi Muhammad SAW masuk ke masjid, lantas beliau SAW melihat Sy. Abu Umamah RA sudah duduk disana.

“Wahai Abu Umamah, mengapa engkau duduk di masjid di luar waktu shalat?” Sapa Rasulullah SAW.

“Karena angan-angan dan hutang telah memberatkan diriku,” jawab Sy. Abu Umamah.

Lantas Nabi Muhammad SAW bersabda, “Maukah aku ajari engkau beberapa kata yang jika engkau ucapkan kata-kata itu, Allah akan menghilangkan angan-angan yang menyusahkanmu dan hutangmu terbayarkan.”

“Baikalah, wahai Rasulullah.” Jawab abu Umamah.

“Ucapkanlah pada pagi dan sore hari: Allaahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani, wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali, wa a’udzubika minal jubni wal bukhli, wa a’udzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal.

(Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari angan-angan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari rasa takut dan sifat kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari belenggu hutang serta tekanan orang-orang yang berkuasa).” (HR. Muslim)

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam