URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/1/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/1/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/1/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/1/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/1/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Sabtu, 20 Januari 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 9 users
Total Hari Ini: 459 users
Total Pengunjung: 3748081 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
BERAKHLAQLAH YANG BAIK, JANGAN BERLAKU NORAK !! 
Penulis: Pejuang Islam [ 14/12/2017 ]
 
BERAKHLAQLAH YANG BAIK, JANGAN BERLAKU NORAK !!

Luthfi Bashori

Dari segi apakah seseorang itu dinilai baik atau buruk oleh masyarakat?

Akhaq dan adab sopan santun dalam perilaku keseharian, ternyata sangat menentukan seseorang itu akan menjadi buah bibir yang positif atau negatif di tengah masyarakat.

Siapapun orangnya, baik itu dari kalangan orang berpendidikan maupun kalangan orang awam, jika dapat menampakkan akhlaq yang baik dalam pergaulannya, maka orang-orang yang hidup di sekitarnya akan dapat menerimanya dengan baik pula.

Jangankan orang shaleh, jika ada seseorang yang pekerjaannya itu pencuri di malam hari, namun saat ia bergaul dengan masyarakat di siang hari, ternyata dapat menjaga akhlaq sopan santunnya secara baik, maka masyarakat pun akan mudah menerima dan menganggapnya sebagai orang baik.

Karena mayoritas masyarakat itu akan melihat kebaikan seseorang dari segi perilaku lahiriah, tentunya sesuai yang  mereka saksikan dengan mata kasat.

Sebaliknya, orang yang kerap menampakkan perilaku buruk dalam pergaulan, maka respon negatif pun akan selalu bermunculan dan terus menyertai kehidupannya, walaupun jika ia memiliki segudang ilmu bahkan ahli dalam beribadah. Padahal, kesaksian masyarakat muslim itu kelak akan diterima oleh Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Budi pekerti yang baik dapat mencairkan dosa seperti air mencairkan gumpalan salju. Sedangkan perangai buruk dapat merusakkan amal shaleh sebagaimana cuka merusakkan madu.” (HR. Al-Baihaqi).

Jadi, setiap orang yang pandai menjaga akhlaq dan adab sopan santunnya secara baik dan mulia, maka respon postitif terhadap dirinya pun akan datang silih berganti.

Sy. Abdullah bin ‘Amr RA menyatakan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya orang-orang pilihan di antara kamu adalah yang paling indah budi pekerti (akhlaq)-nya.” (HR. Muslim)

Orang yang pandai menjaga adab sopan santun itu, tidak hanya mulia di mata masyarakat saja, namun ia akan menjadi mulia pula di akherat nanti, asalkan tetap menjaga keimanan dan tidak banyak bermaksiat kepada Allah di kala sendirian.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat kelak, dibandingkan budi pekerti yang baik. Orang yang berbudi pekerti luhur dapat mencapai martabat orang yang berpuasa dan mendirikan shalat.” (HR. Ahmad bin Hanbal).

Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seorang muslim yang biasa-biasa saja dalam beribadah, namun memiliki budi pekerti dan akhlaq yang terpuji, akan dapat mencapai derajat setara dengan orang-orang yang banyak shalat, puasa, dan membaca Al-Qur’an.” (HR. Ahmad bin Hanbal).

Jadi, memelihara budi pekerti yang baik, termasuk menjaga lisannya dari ucapan jorok, kotor dan kasar, serta pandai menjaga dari perilaku norak, belagu, angkuh, sombong dan perilaku buruk lainnya yang sekira dapat menjengkelkan hati orang-orang di sekitarnya, maka budi pekertinya yang baik itu adalah perbuatan sangat mulia yang dapat meninggikan derajat dirinya.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dengan budi pekerti yang baik, manusia dapat mencapai martabat yang tinggi dan kedudukan mulia di akhirat, sekaliapun ibadahnya lemah. Dengan perangai buruk, orang akan menempati kedudukan paling bawah di dalam neraka jahanam.” (HR. Ath-Thabarani).

Perbuatan baik serta berakhlaq mulia yang selalu dilakukan secara kontinyu, juga dapat menghapus dosa-dosa kecil yang kerap terjadi karena kelalaian seseorang.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bertaqwalah kepada Allah di manapun kamu berada. Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapus (dosa)-nya, dan berakhlaqlah yang baik terhadap sesama manusia.” (HR. Ath-Thabarani).
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam