URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
KH. LUTHFI BASHORI MENASEHATI ROMI PPP 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [15/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/11/2017]
   
WANITA HEBAT, ST. UMMU SULAIM 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/11/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 23 November 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 2 users
Total Hari Ini: 94 users
Total Pengunjung: 3668614 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
HARTA HALAL vs HARTA HARAM 
Penulis: Pejuang Islam [ 11/11/2017 ]
 
HARTA HALAL vs HARTA HARAM

Luthfi Bashori

Harta itu bagi manusia, adakalanya mendatangkan kebaikan, namun tak jarang pula mendatangkan keburukan. Bahkan Allah telah menerangkan bahwa harta dan anak itu seringkali menimbulkan fitnah bagi manusia.

Untuk itu, setiap orang yang mengharapkan kebaikan bagi dirinya baik di dunia maupun di khirat, maka hendaklah ia selalu berhati-hati dalam mencari dan mengumpulkan harta, jangan sampai ia mengambil dari sumber yang diharamkan oleh Allah SWT.

Sy. Abi Sa’id Al-Khudri RA mengungkapkan, Nabi Muhammad  SAW bersabda, “Siapa pun orang yang mendapatkan harta dengan halal, lalu ia memberi makan dan pakaian untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang dalam tanggungannya, maka perbuatannya itu merupakan zakat bagi dirinya.” (HR. Ibnu Hibban).

Sy. Abi Sa’id Al-Khudri RA memaparkan, Nabi Muhammad SAW berpidato kepada orang banyak, “Demi Allah, tidak ada yang aku khawatirkan terhadap kalian semua, melainkan harta benda yang telah dikaruniakan Allah kepada kalian sebagai perhiasan dunia.”

“Ya Rasulullah,” sela seorang laki-laki. “mungkinkah sesuatu yang baik mendatangkan bencana?”

Mendengar pertanyaan tersebut, Nabi SAW terdiam sejenak. Lalu beliau bertanya, “Apa yang engkau tanyakan tadi?”

“Mungkinkah sesuatu yang baik mendatangkan bencana?” ulang laki-laki tersebut.

“Sesungguhnya sesuatu yang baik itu mendatangkan kebaikan. Namun, apa yang kelihatan baik, belum tentu selamanya baik. Rumput yang tumbuh pada musim hujan, kadang kala dapat membunuh binatang ternak, kecuali bagi yang memakannya hanya sampai kenyang. Sesudah kenyang dia berhenti, lalu menghadap matahari, buang air besar, atau buang airkecil. Setalah itu, barulah makan kembali. Siapa yang memperoleh harta dengan jalan halal, dia akan mendapat berkat dengan harta itu. Tetapi siapa yang memperolehnya dengan jalan tak halal, maka contohnya seperti orang makan yang tidak pernah merasa kenyang.” (HR. Muslim).

Terkadang ada orang yang berpikir untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dari manapun sumbernya, baik uang halal maupun yang haram seperti korupsi, lantas menggunakan sebagian harta jarahannya itu untuk bersedekah, maksudnya demi mensucikan diri dari perbuatan dosa korupsinya, di sisi lain ia masih dapat menikmati harta haramnya tersebut.

Tentu cara berpikir yang demikian ini adalah satu kesalahan fatal, karena sedekah dari harta yang haram itu tidak akan dapat menyelamatkan dirinya.

Sy. Abu Hurairah RA mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang mengumpulkan harta yang haram, kemudian ia keluarkan sebagai sedekah, maka ia tidak akan mendapatkan pahala. Dan ia tetap mendapatkan dosa.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam