URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Kamis, 24 April 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
HUKUM SUMPAH DENGAN SELAIN ALLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/4/2014]
   
AYO BERIBADAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/4/2014]
   
Allah Jelmaan 12 Imam Syi`ah 
  Penulis: Pejuang Islam  [15/4/2014]
   
NIKAH JIHAD=KAWIN MUT`AH (WAHHABI-SYI`AH-SUNNI) 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/4/2014]
   
AMAL YANG BURUK DAN BENTUKNYA 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/4/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 24 April 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 11 users
Total Hari Ini: 631 users
Total Pengunjung: 1209162 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - BUKU TAMU
 
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
1.
Pengirim: ade setiawan  - Kota: jakarta
Tanggal: 23/4/2014
 
assalamualaikum pak kyai .., nanti hari jumat besok saya kan ada acara study tour ke bogor puncak , saya sendiri sbg pengajar di kampus, kebetulan saya sebagai anggota panitia ,nah , kan perjalanan dimulai jam 8 pagi,masalahnya pasti perjalanan akan memakan waktu yang lama ,, mungkin kira2x 4 jam,, seandainya saya tidak keburu sholat jumat ,, lalu bagaimana hukumnya ??? bolehkan saya menggantinya dgn sholat zhuhur ??? mohon pencerahannya pak kyai ....  
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
1. Jika tidak mendapati shalat Jumat, maka wajib menggagtinya dengan shalat Dhuhur.

2. Bepergian yang sengaja berangkatnya dari rumah itu hari Jumat pagi, maka hukumnya ia tetap wajib melaksanakan shalat Jumat, jika ia meninggalkan shalat Jumat maka ia berdosa, karena telah meninggalkan kewajiban berjamaah Jumat dan ia tetap wajib menggantinya dengan shalat dhuhur empat rakaat.

2.
Pengirim: kaka  - Kota: malang
Tanggal: 23/4/2014
 
Aamiin ustadz, terimakasih banyak atas bantuannya nanti sy smpaikan pd dia, maaf merepotkan ustadz.. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Semoga bermanfaat.

3.
Pengirim: ahza  - Kota: purworejo
Tanggal: 23/4/2014
 
Assalamu'alaikum pak kyai,
bagaimana pendapat pak kyai tentang sekolah2 islam terbuka yang sekarang banyak berkembang terutama untuk yang pra seperti raudatul athfal, bustanul athfal, terima kasih 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Baik dan bagus dengan catatan pendiri dan para gurunya dari kalangan Aswaja,

4.
Pengirim: sri  - Kota: klaten
Tanggal: 23/4/2014
 
Assalamualaikum, Pak Ustadz.

Bagaimana cara mencuci pakaian yang baik dalam Islam?
Boloehkah berwudhu menggunakan air di bak mandi yang sudah digunakan untuk mandi sebelumnya?

Terima kasih
Wassalamualaikum 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
1. Setelah membersihkan pakaian dari kotoran, maka dibilas dengan cara mengalirkan air suci/bersih pada pakaian tsb, bukan memasukkan pakaian pada air yang tergenang.

2. Jika sisa air bak mandinya lebih dari dua qullah (lebih dari 217 liter) maka wudhunya boleh-boleh saja, namun jika sisa air kurang dari itu, maka harus terinci:
- Jika mandinya itu adalah junub, dan ada percikan air yang masuk ke dalam sisa air yang kurang dari dua qulla, maka wudhu di bak tsb tidak sah.

- Jika mandinya itu biasa saja, bukan junub, maka sisa airnya itu tetap boleh untuk wudhu, namun dengan catatan cara wudhunya harus dengan cara mengguyurkan air pada anggota wudhunya itu di luar bak mandi, agar airnya tidak memercik ke dalam sisa air tadi hingga menjadi musta'mal yang tidak boleh untuk wudhu.

Wallahu a'lam.

5.
Pengirim: ARIF  - Kota: Bengkalis
Tanggal: 23/4/2014
 
Bismillahirrohmanirrohiim...

Menanggapi saudara Wahyu dari Muara Teweh...

Bagaimana cara yg seperti Pak Ustad ? mohon pencerahan.....

Cara Menghitung Zakat Profesi

Zakat profesi adalah zakat yang diambil dari gaji bulanan seseorang. Ulama kontemporer seperti Yusuf Qardhawi (يوسف القرضاوي), Muhammad Abu Zahrah (محمد أبو زهرة), Abdurahman Hasan (عبد الرحمن حسن), Abdul Wahhab Khallaf (عبد الوهاب خلاف), Wahbah Az-Zuhaili (وهبة الزحيلي), hasil kajian majma’ fiqh dan fatwa MUI nomor 3 tahun 2003 dan lain-lain sepakat akan wajibnya zakat profesi berdasarkan keumuman perintah dalam Quran Surah Al Baqarah 2:267 dan Adz-Dzaariyaat 51:19. Dan mengacu pada pendapat sebgian sahabat (Ibnu Abbas, Ibnu Masud dan Mu’awiyah), Tabiin ( Az-Zuhri, Al-Hasan Al-Bashri, dan Makhul) juga pendapat Umar bin Abdul Aziz, dll. (الفقه الإسلامي وأدلته2/866 )

Cara menunaikan zakat profesi ada dua macam yaitu (a) setiap bulan setelah gaji keluar; dan (b) setiap tahun. Zakat profesi bulanan dianalogikan dengan zakat pertanian yang dikeluarkan setiap kali panen, namun nilai zakat dianalogikan pada zakat emas perak yaitu 2.5 %. Sementara zakat profesi tahunan dianalogikan (qiyas) pada zakat emas dan perak. Dengan demikian, cara penghitungan zakat profesi bulanan berbeda dengan yang tahunan. Detailnya sebagai berikut:


c. Cara Menghitung Zakat Profesi Bulanan

Zakat profesi bulanan, sama dengan zakat pertanian dalam nishab dansama dengan zakat emas dalam nilai zakat yakni 2.5 persen. Detailnya sbb:

Nishab (penghasilan minimal): senilai 653 kg gabah kering atau 520 Kg beras. Kalau harga beras Rp. 8.000/kg x 520 = Rp. 4.160.000,- Kalau gaji total perbulan sudah mencapai jumlah ini atau lebih, maka wajib zakat.
Waktu bayar: setiap bulan.
Nilai zakat: 2.5%

Yusuf Qardhawi berpendapat bahwa penghitungan zakat profesi ada dua cara yang sama-sama dapat dipakai:

a. Secara langsung (bruto), zakat dihitung dari 2,5 persen dari penghasilan kotor secara langsung. Contoh, gaji perbulan 5 juta (berarti sudah sampai nishab) x 2.5% = Rp. 125.000
b. Zakat dihitung setelah dipotong kebutuhan pokok termasuk hutang dan kredit (netto). Contoh, gaji perbulan 5 juta dipotong kebutuhan pokok 3 juta. Sisa 2 juta berarti tidak sampai nishab dan tidak wajib zakat.


c. Cara Menghitung Zakat Profesi Tahunan (Haul)

Zakat profesi tahunan dianalogikan dengan zakat emas perak.

Nishab: senilai 85 gram emas. Kalau satu gram = 400.000 x 85 gram = Rp. 34.000.000 (tiga puluh empat juta)
Waktu bayar: akhir tahun tutup buku.
Nilai zakat: 2.5 %

Kalau nilai gaji selama setahun kurang dari Rp 34 juta, maka tidak wajjib zakat.

CARA MENGHITUNG ZAKAT DARI GAJI BULANAN MENURUT ULAMA KONSERVATIF

Ulama fiqih salaf dan ulama kontemporer konservatif madzhab Hanbali seperti Ibnu Baz dan Ibnu Uthaimin (Wahabi) berpendapat bahwa gaji bulanan wajib zakat tapi harus dianalogikan dengan zakat emas dan perak yakni (a) nishabnya senilai 85 gram emas dan (b) harus haul (mencapai setahun penuh). Pendapat ini didukung oleh mayoritas anggota muktamar zakat di Kuwait

Namun mereka juga membolehkan dua tipe cara pembayaran zakat yaitu tiap bulan atau pertahun itu semua tetap dengan syarat harus mencapai setahun.

1. Cara konvensional:

Cara dasar dalam menghitung zakat gaji bulanan adalah dengan dihitung perbulan. Misalnya, gaji bulan Ramadan tahun ke-1 yang sudah mencapai nisab dibayar pada bulan Ramadan tahun ke-2. Gaji bulan Syawal tahun ke-1 dibayar zakatnya pada bulan Syawal tahun ke-2, dan seterusnya selama setahun. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Terima kasih kelengkapan jawabannya.

6.
Pengirim: Anggoro Sudibyo  - Kota: Pekanbaru
Tanggal: 22/4/2014
 
Apakah hukumnya orang membuat dan memakai azimat/jimat/tamimah, ilmu kebal dan lain-lain? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Ada beberapa dalil dari hadits Nabi yang menjelaskan kebolehan ini. Diantaranya adalah:

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأشْجَعِي، قَالَ:” كُنَّا نَرْقِيْ فِيْ
الجَاهِلِيَّةِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟
فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيّ رُقَاكُمْ، لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ
يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ

Dari Auf bin Malik al-Asja’i, ia meriwayatkan bahwa pada zaman Jahiliyah, kita selalu membuat azimat (dan semacamnya). Lalu kami bertanya kepada Rasulullah, bagaimana pendapatmu (ya Rasul) tentang hal itu. Rasul menjawab, ”Coba tunjukkan azimatmu itu padaku. Membuat azimat tidak apa-apa selama di dalamnya tidak terkandung kesyirikan.” (HR Muslim [4079]).

Dalam At-Thibb an-Nabawi, al-Hafizh al-Dzahabi menyitir sebuah hadits:

Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

”Apabila salah satu di antara kamu bangun tidur, maka bacalah (bacaan yang artinya): Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah SWT yang sempurna dari kemurkaan dan siksaan-Nya, dari perbuatan jelek yang dilakukan hamba-Nya, dari godaan syetan serta dari kedatangannya padaku. Maka syetan itu tidak akan dapat membahayakan orang tersebut.”

Abdullah bin Umar mengajarkan bacaan tersebut kepada anak­anaknya yang baligh. Sedangkan yang belum baligh, ia menulisnya pada secarik kertas, kemudian digantungkan di lehernya. (At-Thibb an-Nabawi, hal 167).


7.
Pengirim: Andie  - Kota: Jakarta selatan
Tanggal: 22/4/2014
 
Assalamualaikum, mohon penjelasannya pak yai
Dulu saya pernah bertanya sama teman saya yg lagi menuntut ilmu dipesantren. Saya bertanya apakah telur busuk itu najis? Spontan saja dia menjawab, semua yg baunya tidak sedap itu najis. Tapi saya tidak pernah melihat dalilnya bahwa setiap benda yg bau itu najis. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Sesuatu yang menjijikkan itu tidak selalu najis, tapi haram dimakan.

8.
Pengirim: kaka  - Kota: malang
Tanggal: 22/4/2014
 
kondisinya yaa basah ustadz, misal gayung waktu mandi,
iya ustadz, sy sarankan juga pindah kerja, tapi masalahnya yg seminggu telah lewat itu gimana???
nanti pindah kerja ketempat baru ntar malah bawa najis dr tempat lama (krn satuminggu hidup bareng majikan yg pegang2 anjing waktu basah di satu rumah dgn kmr mandi yg sama) ?? bagaimana ustadz, kalau mensucikan yg telah kena, yaa buanyak sekali yg harus disucikan apalagi njs nya njs mugholadhoh, susah sekali ustadz, tolong bantuannya ustadz, harus bagaimana???
sy juga marahi dia kenapa baru bilang setelah satu minggu.. sy juga jengkel, gini sy jd mikir juga,  
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Ada qaedah fiqih: Idza dhaaqal amru, ittasa'.
Apabila suatu masalah itu menjadi terlalu atau sangat menyulitkan, maka diberi kelonggaran.

Dalam istilah lain, Addharuuratu tubiihul mahdhuurat, kondisi darurat itu dapat merubah hukum haram menjadi halal.

Contoh, seorang muslim yg dipenjara dalam sel, yang ternyata oleh sipir tidak diberi makan kecuali daging babi, dan dikarenakan kondisinya darurat yang tidak dapat menolaknya, karena tidak ada kesempatan untuk mencari makanan yang halal, maka saat itu menjadi halal baginya memakan daging babi suguhan dari sipir itu.

Jadi, jika sudah terlanjur tidak dapat menghindar dari perkiraan najis anjing seperti yang akhi bayangkan, maka kami sarankan untuk mencuci biasa saja pada barang-barang yang memungkinkan untuk dicuci, (syukur-syukur jika ada barang tertentu, misalnya tangannya, yg dapat dicuci tujuh kali dan salah satu basuhannya itu dicampuri dengan debu/tanah). Adapun barang-barang yang selebihnya dihukumi darurat yang tidak perlu dicuci.

Mohon maaf, sekedar membaca sekilas dari keterangan akhi, ada kemungkinan akhi ini termasuk tipe pengidap rasa was-was.

Mohon maaf jika salah dan semoga Allah memberi kesembuhan dari penyakit was-wasnya itu. Karena rasa was-was itu adalah murni godaan setan.

9.
Pengirim: Hamba Allah  - Kota: Bekasi
Tanggal: 21/4/2014
 
Assalamu'alaikum... Ahli dlm ilmu apakah seikh ibnu taimiyah dan mengapa digelari saikhul islam?. Tmksh
 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Ibnu Taimiyah itu tidak dijadikan rujukan oleh para ulama Salaf Aswaja (NU), karena banyak pendapat-pendapatnya yg kontradiksi, bahkan oleh kalangan kaum Wahhabi, adalah sosok Ibnu Taimiyah itu adalah tokoh sentral dalam pengambilan rujukan keagamaan.

Nah, dari sinilah awal terjadinya perpecahan itu. Kaum Wahhabi selalu menuduh amalan warga Aswaja itu bid'ah sesat, karena merujuk kepada pendapat-pendapat kontroversial dari Ibnu Taimiyah.

10.
Pengirim: wahyu  - Kota: Muara Teweh
Tanggal: 21/4/2014
 
Assalamualaikum.
Pak Kya'i saya mau tanya : apa yg dimaksud dengan zakat propesi dan berapa nisab haulnnya ? dan apakah seseorang yg memiliki penghasilan tiap bulan juga wajib berzakat propesi ?
 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Istilah Zakat Profesi itu adalah hasil ijtihad Syeikh Yusuf Qardhawi.

Menurut Yusuf Qardhawi perhitungan zakat profesi dibedakan menurut dua cara:

Secara langsung, zakat dihitung dari 2,5% dari penghasilan kotor seara langsung, baik dibayarkan bulanan atau tahunan. Metode ini lebih tepat dan adil bagi mereka yang diluaskan rezekinya oleh Allah. Contoh: Seseorang dengan penghasilan Rp 3.000.000 tiap bulannya, maka wajib membayar zakat sebesar: 2,5% X 3.000.000=Rp 75.000 per bulan atau Rp 900.000 per tahun.
Setelah dipotong dengan kebutuhan pokok, zakat dihitung 2,5% dari gaji setelah dipotong dengan kebutuhan pokok. Metode ini lebih adil diterapkan oleh mereka yang penghasilannya pas-pasan. Contoh: Seseorang dengan penghasilan Rp 1.500.000,- dengan pengeluaran untuk kebutuhan pokok Rp 1.000.000 tiap bulannya, maka wajib membayar zakat sebesar : 2,5% X (1.500.000-1.000.000)=Rp 12.500 per bulan atau Rp 150.000,- per tahun.

Wallahu a'lam.


First <<  1 [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ] [ 9 ] [ 10 ] [ 11 ] [ 12 ] [ 13 ] [ 14 ] [ 15 ]   >> Last

 
  Situs © 2009 Oleh Pejuang Islam