URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Jumat, 21 November 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV NU GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
KLARIFIKASI FACE BOOK ``NU GARIS LURUS`` 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/10/2014]
   
KLARIFIKASI MUNCULNYA AKUN FACEBOOK NU GARIS LURUS  
  Penulis: Admin Situs Pejuang Islam  [30/10/2014]
   
DAMPAK TAWAKKAL KEPADA ALLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [21/10/2014]
   
Ucapan dan Perbuatan yang Menyebabkan Kemurtadan (3) 
  Penulis: Pejuang Islam  [15/10/2014]
   
Ucapan dan Perbuatan yang Menyebabkan Kemurtadan (2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/10/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Jumat, 21 November 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 28 users
Total Hari Ini: 800 users
Total Pengunjung: 1979205 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - BUKU TAMU
 
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
1.
Pengirim: darmawan widyantoro^  - Kota: kec.kotagajah kab. lampung tengah
Tanggal: 20/11/2014
 
Selamat siang... ditempat saya kerja ada mushala, terkadang saya melaksanakan shalat fardhu di musahala dengan terlebih dahulu mengumandangkan adzan namun saat melaksanakan shalat hanya sendiri karena jarang sekali yg shalat di mushala, tetapi terkadang saya lebih memilih shalat berjamah di masjid.. menurut ustadz lebih baik mana, apakah lebih baik adzan dimushala tetapi shalat fardhu sendiri ataukah lebih baik shalat berjamaah di masjid? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kalau dapat menjangkau masjid, maka sebaiknya berjamaah di masjid.

2.
Pengirim: Bayu Rendy  - Kota: singosari malang
Tanggal: 20/11/2014
 
assalamualaikum kyai . . .
bagaimana perjuangan islam menghadapi kristen zaman dhulu ?

waskum 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Silahkan baca artikel islampos berikut:

Perang Salib; Bagaimana Permulaan & Akhirnya

Rabu 25 Rabiulawal 1434 / 6 Februari 2013 15:56


PERANG SALIB

SAMPAI abad ke-11 M, di bawah pemerintahan kaum Muslimin, Palestina merupakan kawasan yang tertib dan damai. Orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Islam hidup bersama. Kondisi ini tercipta sejak masa Khalifah Umar bin Khattab (638 M) yang berhasil merebut daerah ini dari kekaisaran Byzantium (Romawi Timur). Namun kedamaian itu seolah lenyap ditelan bumi begitu Tentara Salib datang melakukan invasi.

Ceritanya bermula ketika orang-orang kekhalifahan Turki Utsmani merebut Anatolia (Asia Kecil, sekarang termasuk wilayah Turki) dari kekuasaan Alexius I. Petinggi kaum Kristen itu segera minta tolong kepada Paus Urbanus II, guna merebut kembali wilayah itu dari cengkeraman kaum yang mereka sebut “orang kafir”.

Paus Urbanus II segera memutuskan untuk mengadakan ekspedisi besar-besaran yang ambisius (27 November 1095). Tekad itu makin membara setelah Paus menerima laporan bahwa Khalifah Abdul Hakim-yang menguasai Palestina saat itu-menaikkan pajak ziarah ke Palestina bagi orang-orang Kristen Eropa. “Ini perampokan! Oleh karena itu, tanah suci Palestina harus direbut kembali,” kata Paus.

Perang melawan kaum Muslimin diumumkan secara resmi pada tahun 1096 oleh Takhta Suci Roma. Paus juga mengirim surat ke semua raja di seluruh Eropa untuk ikut serta. Mereka dijanjikan kejayaan, kesejahteraan, emas, dan tanah di Palestina, serta surga bagi para ksatria yang mau berperang.

Paus juga meminta anggota Konsili Clermont di Prancis Selatan-terdiri atas para uskup, kepala biara, bangsawan, ksatria, dan rakyat sipil-untuk memberikan bantuan. Paus menyerukan agar bangsa Eropa yang bertikai segera bersatu padu untuk mengambil alih tanah suci Palestina. Hadirin menjawab dengan antusias, “Deus Vult!” (Tuhan menghendakinya!)

Dari pertemuan terbuka itu ditetapkan juga bahwa mereka akan pergi perang dengan memakai salib di pundak dan baju. Dari sinilah bermula sebutan Perang Salib (Crusade). Paus sendiri menyatakan ekspedisi ini sebagai “Perang Demi Salib” untuk merebut tanah suci.

Mobilisasi massa Paus menghasilkan sekitar 100.000 serdadu siap tempur. Anak-anak muda, bangsawan, petani, kaya dan miskin memenuhi panggilan Paus. Peter The Hermit dan Walter memimpin kaum miskin dan petani. Namun mereka dihancurkan oleh Pasukan Turki suku Seljuk di medan pertempuran Anatolia ketika perjalanan menuju Baitul Maqdis (Yerusalem).

Tentara Salib yang utama berasal dari Prancis, Jerman, dan Normandia (Prancis Selatan). Mereka dikomandani oleh Godfrey dan Raymond (dari Prancis), Bohemond dan Tancred (keduanya orang Normandia), dan Robert Baldwin dari Flanders (Belgia). Pasukan ini berhasil menaklukkan kaum Muslimin di medan perang Antakiyah (Syria) pada tanggal 3 Juni 1098.

Sepanjang perjalanan menuju Palestina, Tentara Salib membantai orang-orang Islam. Tentara Jerman juga membunuhi orang-orang Yahudi. Rombongan besar ini akhirnya sampai di Baitul Maqdis pada tahun 1099. Mereka langsung melancarkan pengepungan, dan tak lupa melakukan pembantaian. Sekitar lima minggu kemudian, tepatnya 15 Juli 1099, mereka berhasil merebut Baitul Maqdis dari tangan kaum Muslimin. Kota ini akhirnya dijadikan ibukota Kerajaan Katolik yang terbentang dari Palestina hingga Antakiyah.

Sejarawan Inggris, Karen Armstrong, menggambarkan, pada tanggal 2 Oktober 1187, Shalahuddin Al Ayyubi dan tentaranya memasuki Baitul Maqdis sebagai penakluk yang berpegang teguh pada ajaran Islam yang mulia. Tidak ada dendam untuk membalas pembantaian tahun 1099, seperti yang dianjurkan Al-Qur`an dalam surat An-Nahl ayat 127: “Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaran itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.”

Permusuhan dihentikan dan Shalahuddin menghentikan pembunuhan. Ini sesuai dengan firman dalam Al-Qur`an: “Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi dan agama itu hanya untuk Allah. Jika mereka berhenti (memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan lagi, kecuali terhadap orang-orang yang zhalim.” (Al-Baqarah: 193)

Tak ada satu orang Kristen pun yang dibunuh dan tidak ada perampasan. Jumlah tebusan pun disengaja sangat rendah. Shalahuddin bahkan menangis tersedu-sedu karena keadaan mengenaskan keluarga-keluarga yang hancur terpecah-belah. Ia membebaskan banyak tawanan, meskipun menyebabkan keputusasaan bendaharawan negaranya yang telah lama menderita. Saudara lelakinya, Al-Malik Al-Adil bin Ayyub, juga sedih melihat penderitaan para tawanan sehingga dia meminta Salahuddin untuk membawa seribu orang di antara mereka dan membebaskannya saat itu juga.

Beberapa pemimpin Muslim sempat tersinggung karena orang-orang Kristen kaya melarikan diri dengan membawa harta benda, yang sebenarnya bisa digunakan untuk menebus semua tawanan. [Uskup] Heraclius membayar tebusan dirinya sebesar sepuluh dinar seperti halnya tawanan lain, dan bahkan diberi pengawal pribadi untuk mempertahankan keselamatan harta bendanya selama perjalanan ke Tyre (Libanon).

Shalahuddin meminta agar semua orang Nasrani Latin (Katolik) meninggalkan Baitul Maqdis. Sementara kalangan Nasrani Ortodoks–bukan bagian dari Tentara Salib-tetap dibiarkan tinggal dan beribadah di kawasan itu.

Kaum Salib segera mendatangkan bala bantuan dari Eropa. Datanglah pasukan besar di bawah komando Phillip Augustus dan Richard “Si Hati Singa”.

Pada tahun 1194, Richard yang digambarkan sebagai seorang pahlawan dalam sejarah Inggris, memerintahkan untuk menghukum mati 3000 orang Islam, yang kebanyakan di antaranya wanita-wanita dan anak-anak. Tragedi ini berlangsung di Kastil Acre. Meskipun orang-orang Islam menyaksikan kekejaman ini, mereka tidak pernah memilih cara yang sama.

Suatu hari, Richard sakit keras. Mendengar kabar itu, Shalahuddin secara sembunyi-sembunyi berusaha mendatanginya. Ia mengendap-endap ke tenda Richard. Begitu tiba, bukannya membunuh, malah dengan ilmu kedokteran yang hebat Shalahudin mengobati Richard hingga akhirnya sembuh.

Richard terkesan dengan kebesaran hati Shalahuddin. Ia pun menawarkan damai dan berjanji akan menarik mundur pasukan Kristen pulang ke Eropa. Mereka pun menandatangani perjanjian damai (1197). Dalam perjanjian itu, Shalahuddin membebaskan orang Kristen untuk mengunjungi Palestina, asal mereka datang dengan damai dan tidak membawa senjata. Selama delapan abad berikutnya, Palestina berada di bawah kendali kaum Muslimin.

***

Perang Salib IV berlangsung tahun 1204. Bukan antara Islam dan Kristen, melainkan antara Takhta Suci Katolik Roma dengan Takhta Kristen Ortodoks Romawi Timur di Konstantinopel (sekarang Istambul, Turki).

Pada Perang Salib V berlangsung tahun 1218-1221. Orang-orang Kristen yang sudah bersatu berusaha menaklukkan Mesir yang merupakan pintu masuk ke Palestina. Tapi upaya ini gagal total.

Kaisar Jerman, Frederick II (1194-1250), mengobarkan Perang Salib VI, tapi tanpa pertempuran yang berarti. Ia lebih memilih berdialog dengan Sultan Mesir, Malik Al-Kamil, yang juga keponakan Shalahuddin. Dicapailah Kesepakatan Jaffa. Isinya, Baitul Maqdis tetap dikuasai oleh Muslim, tapi Betlehem (kota kelahiran Nabi Isa ‘alaihis-salaam) dan Nazareth (kota tempat Nabi Isa dibesarkan) dikuasai orang Eropa-Kristen.

Dua Perang Salib terakhir (VII dan VIII) dikobarkan oleh Raja Prancis, Louis IX (1215-1270). Tahun 1248 Louis menyerbu Mesir tapi gagal dan ia menjadi tawanan. Prancis perlu menebus dengan emas yang sangat banyak untuk membebaskannya.

Tahun 1270 Louis mencoba membalas kekalahan itu dengan menyerang Tunisia. Namun pasukannya berhasil dikalahkan Sultan Dinasti Mamaluk, Bibars. Louis meninggal di medan perang.

Sampai di sini periode Perang Salib berakhir. Namun, beberapa sejarawan Katholik menganggap bahwa penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad II Al-Fatih dari Turki (1453) juga sebagai Perang Salib. Penaklukan Islam oleh Ratu Spanyol, Isabella (1492), juga dianggap Perang Salib.


3.
Pengirim: Hilmi Yahya  - Kota: singosari malang
Tanggal: 20/11/2014
 
Assalamualaikum ammy ...

my , kriteria istri yang baik bagaimana my ?

waskum 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kami pernah copy paste untuk pribadi, di satu situs, namun lupa alamatnya, semoga cocok untuk bacaan:
"NASIHAT PERNIKAHAN"

Aqad nikah bukan hanya disaksikan oleh para keluarga, tapi juga para malaikat. Aqad mulia yang bukan hanya didoakan oleh keluarga dan sahabat, tapi juga mudah-mudahan di doakan para malaikat.

Pernikahan adalah tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.

Di dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman yg artinya: Dan diantara tanda-tanda (kebesaranNya) adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cendrung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih sayang dan sayang …. (QS. Ar-Ruum: 21).

Pernikahan tanda-tanda kebesaran Allah SWT , karena Allah SWT telah menciptakan pada diri kita al-ghorizah an-nau’ (naluri kasih sayang), naluri yang membuat manusia lestari, seorang suami mencintai istrinya dan sebaliknya, seorang ibu menyayangi anaknya dan sebaliknya.

Ingatlah pilar penting pernikahan yang Insya Allah akan membuat pernikah menjadi sakinah mawaddah warahmah: ibadah, tho’ah (ketaatan), shuhbah (persahabatan), dan dakwah.

Pertama, pernikahan adalah ibadah. Ini adalah prinsip penting. Inilah yang dinyatakan oleh Rasulullah saw : "Pernikahan itu adalah sunnahku, barang siapa yang membenci sunnahku, bukan bagian dari umatku".

Karena itu pernikahan bukanlah didasarkan kepada sekedar materi, kecantikan, atau hawa nafsu. Pernikahan yang seperti ini akan langgeng selama didasarkan ketaatan kepada Allah SWT .

Karena itu, tetap sayangilah pasangan hidupmu meskipun mungkin materinya sedikit atau berkurang , atau kecantikan sudah mulai memudar….

Kedua, pernikahan haruslah didasarkan kepada ketaatan. Karena itu dalam pernikahan yang harus kita jadikan standar baik dan buruk adalah hukum syara’.

Masing-masing harus mengetahui hak dan kewajibannya berdasarkan hukum syara’.

Ingatlah, suami adalah pemimpin rumah tangga. Ar-rijaalu qowwamuuna ‘ala an-nisaa (QS. An-nisa : 34). Laki-laki adalah pemimpin dalam rumah tangga.

Dalam tafsir al Jalalain dijelaskan ‘musallathuna ‘ala an-nisaa yuaddibunahunna’ (Allah memberikan kekuasaan kepada laki-laki terhadap wanita untuk mendidik istri-istrinya’).

Jadi kepemimpinan itu adalah tanggung jawab, bukan jalan penindasan. Menjadi pemimpin artinya menjadi pelindung dan pembawa jalan kebaikan.

Rasulullah SAW menyatakan, bahwa seorang Imam itu bagaikan penggembala. Penggembala tentu tidak akan membiarkan gembalaannya kelaparan, terancam nyawanya, dan dia tidak akan pernah menjerumuskan gembalaannya ke jurang yang dalam. Begitu jugalah suami.

Adalah tugas suami untuk mencari nafkah, melindungi keluarganya, dan mendidik keluarganya. Allah swt berfirman yg artinya: Wahai orang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..

Sifat utama yang harus dimiliki pemimpin adalah kesabaran. Sebab, membangun rumah tangga akan penuh tantangan , cobaan. Hal itu akan mudah dihadapi secara bersama-sama dengan kesabaran.

Sementara tugas utama istri adalah ummun wa robbatul bait (ibu dan pengatur rumah tangga). Sifat utama yang harus dimiliki istri adalah ketaatan.

Ketiga, pernikahan adalah hubungan persahabatan (ash-shuhbah). Bukan hubungan antara majikan dan buruh. Persahabatan haruslah didasarkan pada mahabbah (rasa cinta).

Karena itu harus tumbuhkan dan dipelihara rasa cinta antar pasangan berdua…

Rasulullah menggambarkan hal itu dengan menyatakan: Kalau kalian mencintai saudaramu katakanlah uhibbuka fillah (aku mencintaimu di jalan Allah SWT), apalagi ke istri. Tidak ada salahnya kalau setiap saat mengatakan kepada istrinya : aku mencintaimu karena Allah SWT.

Rasulullah saw juga untuk memupuk rasa cinta memanggil istrinya dengan sebutan yang penuh dengan pujian humaira (yang pipinya kemerah-merahan).

Persahabatan berarti bagaikan satu tubuh, yang saling menanggung bersama kebahagian demikian juga kesusahan. Persahabatan juga berarti saling memperkuat seperti bangunan kata Rasulullah saw yang saling memperkuat.

Persahabatan juga berarti harus diisi dengan saling menasehati. Menyadari kekurangan masing-masing. Kekurangan bukanlah untuk memperlemah persahabatan tapi justru untuk memperkuat. Ingatlah yang baik-baik dari pasangan hidupmu kata Rasulullah kalau kita sedang marah.

Terakhir, jadikanlah pernikahan ini sebagai upaya membangun markaz dakwah yang akan melahirkan generasi rabbani yang melanjutkan perjuangan umat Islam. Melahirkan generasi yang mencintai agamanya dan memperjuangkan agamanya. Estafet perjuangan ini harus tetap berjalan.

Ingatlah dengan menolong agama Allah dalam dakwahnya Allah akan menolong kita… Intanshurullaha yansurkum wayutsabbit aqdamakum . Pernikahan seharusnya akan memperkuat dakwah bukan malah memperlemah…

Berikut pesan Rasulullah kepada laki-laki: Sebaik-baik laki-laki adalah yang paling baik kepada keluarganya.. ‘Aku’ kata Rasulullah saw, adalah yang paling baik kepada keluargaku.

Sementara Rasulullah saw juga berpesan kepada para wanita tentang sebaik-baik wanita : Sebaik-baik wanita adalah yang jika kalian (para suami) melihatnya akan menyenangkan hatimu, apabila diperintahkan dia taat, apabila kamu tidak ada di sampingmu dia akan menjaga dirinya dan hartamu…

4.
Pengirim: ahmadraafi  - Kota: serang
Tanggal: 19/11/2014
 
assalamualikum w wb. ustadz yg di mulyakan Allah, bagaimana tanggapan ustadz tentang menghadiri undangan ke acara The Catholic -Muslim Forum,di Vatikan,Indonesia diwakili oleh Din Samsudin.apakah boleh umat Islam menghadiri acara itu?mohon penjelasan nya ustadz.sebelumnya mohon maaf atas pertanyaan saya bila krg berkenan, wassalam 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Semestinya tidak boleh.
Dien Syamsuddin sudah menjadi salah satu tokoh liberal. Saat ini umat Islam Indonesia sedang diuji oleh Allah, karena hampir di semua sektor lebih banyak dipimpin oleh tokoh-tokoh liberal dan non muslim.

5.
Pengirim: fandi  - Kota: Jakarta
Tanggal: 19/11/2014
 
Saya melihat berita di Yahoo ada umat Muslim yang sholat digereja di Washington Amerika Serikat. Apakah diperbolehkan dalam Islam untuk sholat di gereja? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Dalam keadaan normal dan tidak tertekan, jelas tidak boleh shalat di tempat maksiat apalagi di tempat kekufuran.

Namun jika dalam keadaan darurat, atau ditekan oleh keadaan, atau demi menghindari bahaya yang lebih besar, maka hukumnya menjadi boleh.

6.
Pengirim: Hambah Alloh  - Kota: Jakarta
Tanggal: 19/11/2014
 
Asalammualaikum,
Ahok dilantik jokowi jadi gubernur apa yang terjadi nanti kalo pemimpin bukan orang muslim ?
kiyai anda juga seorang anggota MUI apa benar MUI dukung Ahok jadi gubernur ( pernyataan kh maruf amin ) ?
 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Menurut pantauan kami, itu pernyataan pribadi dan tidak mewakili lembaga MUI, sama halnya dengan Dien Syamsuddin jika jadi berangkat ke Vatikan, maka itu bukan berarti semua pengurus MUI mendukungnya, karena itu hanya keputusan pribadinya saja.

Wallahu a lam

7.
Pengirim: Hilmi Yahya  - Kota: singosari malang
Tanggal: 19/11/2014
 
assalamualikum ammy ...
my apakah benar jika seorang anak suka memukul benda dg iringan musik [klotekan/dlm bs jawa] , orang tuanya akan banyak hutang ?

waskum 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Itu hanya mitos yang tidak perlu dipercaya

8.
Pengirim: darma  - Kota: Batang
Tanggal: 18/11/2014
 
Assalamualaikum wr wb
romo kyai,sy pernah menyimak dialog antara wahaby vs syiah. meski keduanya adlh sekte sesat. dlm dialog syiah condong ke sy Ali sedangkan wahaby lbh membela sahabat Muawiah. sehingga mereka persis spt sejarah konflik syiah dan khawarij. sebenar nya apa kesamaan wahaby dan khawarij itu romo ?
syukron. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM

GEJOLAK WAHHABI VS SYIAH

Luthfi Bashori

Dua kelompok Wahhabi dan Syiah, keberadaannya saat ini di dunia adalah minoritas. Kedua kelompok ini sangat agresif dalam merekrut anggota dan simpatisan dari umat Islam, sekalipun dengan segala macam cara tanpa harus melalui etika apapun, mau jujur, mau dusta, mau menipu, mau plagiat, mau money politik, bahkan mereka menghalalkan segala macam cara demi menempuh ambisinya menguasai seluruh umat Islam, mau halal atau haram, mau sopan atau biadab, mau legal atau ilegal, maka metode apapun yang mereka lakukan dianggap sah-sah saja dan tidak menjadi masalah bagi mereka, yang penting dapat menambah anggota dan simpatisan sebanyak-banyaknya.

Kini, baik Wahhabi maupun Syiah keduanya tengah gencar memposisikan diri untuk saling berhadap-hadapan, saling beradu dan saling berlawanan di hadapan publik dengan slogan akan menyelamatkan umat Islam dari kesalahan menurut versi mereka, ibarat pahalawan kesiangan, khususnya dalam upaya mengembangkan propaganda ajaran-ajaran sesatnya, hingga tak jarang di antara keduanya terjadi adu argumen, saling mencaci, saling mengkafirkan, bahkan gesekan fisik hingga upaya pembunuhan dan pengeboman.

Kekejaman dua kelompok ini sering berimbas terhadap siapa saja yang dianggap sebagai lawannya, termasuk warga Ahlus sunnah wal jamaah. Terutama di saat kedua kelompok ini sudah dapat menguasai sebuah tempat yang mereka anggap strategis untuk menyebarkan kesesatan-kesesatan ajarannya.

Adapun dalam adu propaganda dan perebutan simpati bagi kedua kelompok ini, maka yang mereka jadikan sasaran tembak adalah warga Ahlus sunnah wal Jamaah, khususnya dari kalangan awwam agama.

Kedua kelompok ini sama-sama berani memberikan iming-iming dana yang menggiurkan, iming-iming berbagai fasilitas, bea siswa bagi para pelajar, hingga iming-iming kedudukan yang strategis bagi siapa saja yang pro terhadap program-programnya.

Wahhabi adalah kelompok yang berafiliasi pemahamannya kepada tokoh-tokoh pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab dari bangsa Najed Saudi Arabiah, seperti Bin Baz, Bin Shaleh, Utsaimin, Bin Mani`, Shaleh Fauzan dan sebagainya. Umumnya mereka selalu mengklaim diri sebagai golongan Salafi (penerus ulama Salaf), sekalipun ajaran mereka sangat berlawanan dengan pemahaman para Salaf Ahlus sunnah wal Jamaah itu sendiri.

Sedangkan Syiah (dalam hal ini adalah Imamimah) yaitu kelompok yang berafiliasi pemahamannya kepada tokoh-tokoh Persi Iran terutama tokoh spiritual mereka, Khomeini, dan mereka selalu mengklaim diri sebagai madzhab Ahlul bait, sekalipun ajaran-ajarannya sangat bertentangan dengan ajaran ulama Salaf dari kalangan Ahlul bait-nya Nabi SAW itu sendiri.

Ironisnya, masyarakat awwam Indonesia seringkali tidak menyadari, bahwa umat Islam Indonesia itu dijadikan sasaran tembak bagi kedua kelompok ini demi memenuhi ambisi mereka, bahkan program utama kelompok Wahhabi dan Syiah adalah sengaja mengeluarkan umat Islam Indonesia dari ajaran agamanya yang murni dan asli, Sunni Syafi`i, yaitu warisan aqidah yang diajarkan oleh para Walisongo sebagai penyebar agama Islam pertama kali di Indonesia kepada nenek moyang bangsa Indonesia.

Ajaran para Walisongo ini sudah teruji ketegarannya, sejak masa pra penjajahan Belanda dan Jepang hingga masa kemerdekaan RI, yang mana mayoritas masyarakat Indonesia masih berpegang teguh dengan ilmu-ilmu keislaman yang diajarkan oleh para Walisongo, bahkan hingga saat ini pun jika dihitung-hitung jumlah penghuni planet bumi yang beragama Islam terbesar, adalah kaum muslimin bangsa Indonesia yang masih istiqamah melestarikan ajaran para Walisongo.

Yang jelas agama Islam yang dianut mayoritas bangsa Indonesia adalah Ahlus sunnah wal Jamaah dengan mengikuti fiqih madzhab Syafi`i, bukan ajaran Wahhabi dan bukan ajaran Syiah alias bukan ajaran kedua pendatang baru itu. Karena itu ajaran kedua kelompok sesat ini tidak cocok dan sangat berseberangan dengan norma-norma kesopanan bangsa Indonesia yang terkenal dengan adat ketimurannya.

Salah satu ajaran Wahhabi, adalah sangat gemar mengkafirkan dan menuduh syirik terhadap orang-orang yang ahli ziarah ke makam kuburan kerabatnya, padahal amalan ini termasuk ajaran dasar dari para Walisongo yang sudah mentradisi dan mendarahdaging bagi bangsa Indonesia, khususnya di saat datang Hari Raya Idul Fitri, karena ajaran ziarah ke makam kuburan kerabat itu hakikatnya berdasarkan perintah Nabi SAW.

Salah satu ajaran Syiah Iran, adalah sangat gemar mencaci-maki dan mengkafirkan para Shahabat Nabi SAW serta mengkafirkan istri-istri Nabi SAW khususnya St. `Aisyah. Padahal istri-istri dan para Shahabat Nabi SAW itu termasuk orang-orang panutan dan idola kaum muslimin bangsa Indonesia yang sangat dihormati dan dimuliakan. Ini terbukti banyak sekali nama-nama umat Islam Indonesia yang sengaja diadopsi dari nama-nama para istri Nabi SAW maupun nama-nama para shahabat Nabi SAW sebagai bentuk tabarrukan serta bukti cinta kepada mereka, dan hal semacam ini sudah mendarahdaging bagi bangsa Indonesia.

Karena itu, ajaran kedua kelompok minoritas baik Wahhabi maupun Syiah besutan tokoh-tokoh Najed Saudi Arabiah dan Persi Iran ini sangat tidak cocok dengan kultur bangsa Indonesai. Maka umat Islam Indonesia harus berani mengusir para missionaris dari kedua kelompok Wahhabi dan Syiah ini dari daerah-daerah yang dijadikan sasaran tembak dalam propaganda ajaran sesat mereka.

Dalam menyikapi fenomena ini sebagian ulama Ahlus sunnah mengibaratkan bagi Wahhabi dan Syiah adalah : Ba`ratun tuqsamu qismain (ibarat kotoran sapi dibelah dua).

Bukti keserupaan dan kesamaan antara ajaran Wahhabi dan Syiah adalah dalam masalah Tajsim. Arti tajsim adalah penisbatan adanya anggota tubuh bagi Allah, alias Allah itu diyakini memiliki bentuk tubuh selayaknya manusia (makhluq).

Menurut Wahhabi, Allah itu bertempat di langit, Allah juga naik turun pada tingkatan-tingkatan langit, seperti layaknya manusia bertempat di bumi dan dapat naik turun dari tempat ketinggian ke tempat yang lebih rendah, semisal naik turun di tangga dengan menggunakan kakinya. Karena Allah juga diyakini oleh Wahhabi memiliki mata, tangan, kaki, dan anggota tubuh seperti anggota tubuh manusia.

Dengan asumsi Wahhabi ini, maka dalam memahami ayat Kullu syai-in haalikun illa wajhah, yang artinya menurut pemahaman umat Islam adalah : Segala sesuatu itu akan rusak (di hari Kiamat) kecuali Dzat Allah, maka pemahaman sempit Wahhabi akan terjerumus pada kesesatan arti : Segala sesuatu itu akan rusak kecuali WAJAH Allah. Lantas apakah mata Allah, tangan Allah, kaki Allah dan seluruh anggota tubuh Allah selain wajah-Nya itu akan rusak? Di sinilah bukti kesesatan pemahaman tajsimnya Wahhabi yang bertentangan dengan aqidah umat Islam.

Sedangkan ajaran Syiah pun meyakini tajsim pada Dzat Allah, sebagaimana yang tertera pada buku KECUALI ALI, karangan Abbas Rais Kermani yang diterbitkan oleh Penerbit Alhuda Jakarta, pada halaman 22, saat Syiah mengklaim pembicaraan Imam Jakfar Shadiq tatkala ditanya tentang arti ayat Kullu syai-in haalikun illa wajhah, maka Imam Jakfar Shadiq menjawab : Segala sesuatu itu akan rusak kecuali WAJAH Allah, dan Wajah Allah itu adalah Ali bin Abi Thalib.

Jadi menurut keyakinan Syiah, bahwa Ali bin Abi Thalib adalah Dzat Allah dalam bentuk manusia. Di sinilah letak kesamaan antara aqidah Syiah dengan aqidah Wahhabi. Maka tidak salah jika dikatakan, antara Wahhabi dan Syiah itu ibarat kotoran sapi dibelah dua.

Bahkan aqidah Syiah ini juga sama dengan keyakinan kaum Nasrani yang mengatakan : Yesus adalah Tuhan dan Tuhan adalah Yesus. Kaum Syiah mengatakan : Ali adalah Allah dan Allah adalah Ali.

Tentu saja hakikat Imam Jakfar Shadiq sebagai Ahli bait Nabi SAW, seorang alim, suci nan bersih dari kesyirikan, tidak akan mengatakan keyakinan semacam itu. Maka hanya pengklaiman pengikut Syiah sesat saja yang menisbatkan keyakinan tajsim terhadap Dzat Allah itu kepada Imam Jakfar Shadiq.

WASPADALAH !!

- See more at: http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=625#sthash.SMXiAJY8.dpuf

9.
Pengirim: Rendi  - Kota: Jakarta
Tanggal: 17/11/2014
 
Punten Kyai’ saya mau tanya. Setiap hari saya selalu melewati jalan disalah satu perumahan yang biasa saya lewati ke tempat saya bekerja. Dan tadi pagi saat saya melewati salah satu rumah diperumahan itu, lalu motor saya menginjak genangan air, dan ada seekor anjing milik penghuni rumah itu yang menginjak genangan air itu. Apakah saya harus sertu ban motor saya karena menginjak genangan air itu? atau tidak perlu? Terimakasih Kyai’..
 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
1. Ban motor itu kan tidak dipegunakan untuk beribadah artinya tidak perlu suci. Jadi tidak perlu dicuci sertu (menurut istilah sampean).

2. Jika ingin ban motornya suci, ya jadinya perlu disertu.

10.
Pengirim: Roy  - Kota: Manado
Tanggal: 16/11/2014
 
Asalamualaikum,,,us tad sy sudah me baca arti kelt entangled TV Rodja yg katanya Wahhabi,,,tpi sy juga sudah melihat ustad dari TV Rodja yakni Badrusallam menerangkan tentang kesesatan aliran Wahabi,,,berarti TV Rodja bukan termasuk Wahabi ,,,,Mohon penjelasannya ustad,,,agar kami tidak bingiung,,,wassalam 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Tatakala warga Aswaja membongkar kesesatan Wahhabi, yaitu para pengikut MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB ANNAJDI (mohon diingat nama ini), maka kaum Wahhabi merobah dirinya dengan istilah KAUM SALAFI, lantas sengaja menisbatkan ALIRAN SESAT WAHHABI, sebagai ajaran ABDUL WAHHABI BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM, (mohon diingat nama ini juga) dengan tujuan melindungi kesesatan MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB, sehingga umat Islam yang tidak mengerti sejarah, akan terkecoh dengan pengkaburan model ini.

Sekali lagi, para ulama Aswaja sedang membicarakan kesesatan MUHAMMAD BIN ABDULWAHHAB ANNAJDI, pencetus WAHHABI dalam istilah para ulama Aswaja.

Coba perhatikan nukilan MODUS artikel Wahhabi di bawah ini saat mengecoh umat Islam:

INI-LAH WAHABI SEBENARNYA>>ABDUL WAHAB bin ABDURRAHMAN bin RUSTUM (K h a w a r i j) S E S A T..!!!

11 September 2012 pukul 11:09

Apa itu WAHABI>> Pendiri Wahabi adalah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum wafat 211 H. BUKAN>> Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab wafat 1206 H

Sebenarnya, Al-Wahabiyah merupakan firqah sempalan Ibadhiyah khawarij yang timbul pada abad ke 2 (dua) Hijriyah (jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab), yaitu sebutan Wahabi nisbat kepada Tokoh Sentralnya Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H. Wahabi ini merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada Ahlus Sunnah,dan sangat jauh dari Islam.

DST...... !!!


First <<  1 [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ] [ 9 ] [ 10 ] [ 11 ] [ 12 ] [ 13 ] [ 14 ] [ 15 ]   >> Last

 
  Situs © 2014 Oleh Pejuang Islam