URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Kamis, 17 April 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
MAKANAN HALAL, SEBELUM AMAL SHALIH 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/4/2014]
   
MENYIKAPI SIFAT KHUSUS NABI MUHAMMAD SAW  
  Penulis: Pejuang Islam  [10/4/2014]
   
LESTARI ASWAJAKU (MALANG TV) 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/4/2014]
   
Halalnya Nyekar Bunga di Kuburan (MALANG TV) 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/4/2014]
   
POLITIK UANG 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/4/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 17 April 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 9 users
Total Hari Ini: 435 users
Total Pengunjung: 1186110 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - BUKU TAMU
 
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
1.
Pengirim: Sastra ryan  - Kota: Malang
Tanggal: 16/4/2014
 
Semoga ammy dan para santrinya selalu dalam lindungan Allah, dan diberikan istiqomah dalam perjuangan..
ana mau tanya : ana sekarang belum menikah,alhamdulillah dpat kerjaan yg lumayan,ana blum pnya rumah n untuk orang tua juga masih mengontrak ,,, pernah punya rencana ingin meminjam uang di bank untuk membeli rumah,,sehingga bisa ditempati oleh orang tua,, tapi setelah melihat pendapat ammy ttg pinjaman di bank itu haram n rumah nya gak barokah,, apakah menurut ammy ana cukup menabung saja? adakah doa atw amalan yg memudahkannya? n apa bedanya orang yg menabung utk beli rumah dgn orang yg menumpuk harta,, ana sering khawatir... mengingat bencinya Allah dgn orang yg menumpuk harta... syukron 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Menabung untuk beli rumah itu sangat baik.
Sedangkan menumpuk harta yg dibenci oleh Allah itu adalah orang yg sibuk mencari uang hingga melalaikan kewajiban beribadah, atau mencari harta dengan jalan yg haram, seperti banyaknya pejabat negara yang terlibat korupsi.

2.
Pengirim: fina  - Kota: tuban
Tanggal: 16/4/2014
 
assalaimualaikum. Pak kyai sy mw tnya. Sya ditawari bisnis online. Bsnisnya sprti bank. Si pembuat web ini dri rusia. Tp bnyak orang islam yg bergabung dgn bisnis ini.Ktanya sifat tlong menlong,sperti menanamkan saham. Misalkan sya berinvestasi 100 rbu. Sya buln depn akn mnerima 130 rbu. Jdi ada tmbahan , 30% dri stiap uang sya investasikan. Yg sya tnyakan apakh hasilnya halal pak kyai. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Itu adalah praktek bunga bank konvensional yang haram hukumnya. Saat ini banyak orang Islam yang tidak tahu atau bahkan sengaja melanggar hukum haramnya bunga bank.

3.
Pengirim: wahyu  - Kota: Muara Teweh
Tanggal: 16/4/2014
 
Assalamu'alaikum.wr.wb,
Yang saya hormati Pak Kyai' dan redaksi Pejuang Islam. Saya mau tanya bagaimana sebenarnnya tatacara masbuk dlm Sholat yang benar ? dan apakah masbuk Sholat Subuh 1rakaat membaca Qunut juga pada saat menutupi kekurangan rakaatnya (berarti 2kali Qunut) Terima kasih
 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Ya... qunut dua kali bagi yang masbuk Subuh.

4.
Pengirim: ARIF  - Kota: Bengkalis
Tanggal: 15/4/2014
 
Bismillahirrohmanirrohiim...

Bagaimana cara/tips meletakkan niat bersamaan kita mengangkat takbir ketika hendak memulai sholat ? karena km belum bs menerapkannya karena niat lafaznya lain dan takbir lafaznya lain sedangkan ia dilakukan bersamaan.

Apakah boleh km memasang niat dulu sesaat didlam hati baru kemudian melafazkan takbir, mohon pencerahan..... 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Melafadzkan 'Ushalli' dg bersuara cukup itu dilakukan sebelum takbiratul ikhram. Nah saat bertakbiratul ihram maka niatnya cukup disebut dalam hati saja, jadi mudah diamalkan.

5.
Pengirim: Andi  - Kota: Tangerang
Tanggal: 14/4/2014
 
Assalamualaikum,
Saya mahu tanya soal pernyataan "Lelaki yg biasa berzina itu tidak patut mendapat istri kecuali dengan wanita yg sama-sama pernah berbuat zina".
Lalu bagaimana jika seorang lelaki yg pernah berzinah, menikah dengan wanita yg tidak pernah berzinah? Bagaimana hukumnya? Apa boleh?
Terimakasih, wassalamualaikum 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Maksud "Lelaki yg biasa berzina itu tidak patut mendapat istri kecuali dengan wanita yg sama-sama pernah berbuat zina", adalah sepatutnya orang ahli maksiat itu menjadap jodoh dari kalangan ahli maksiat juga.

Ayat ini tidak berimplikasi terhadap hukum halal dan haramnya seseorang dalam mendapatkan jodoh, namun menerangkan tentang moralitas masyarakat.

Orang baik sepatutnya mencari jodoh dari kalangan orang baik, sedangkan orang jahat biarlah berjodoh dengan orang jahat pula,

6.
Pengirim: ilham  - Kota: jaksel
Tanggal: 14/4/2014
 
Assalamu'alaikum Wr.Wb

Kyai, ketua PBNU kembali lagi berulah..
ketika umat Islam Indonesia berfikir untuk mengalahkan Jokowi dalam pilpres (agar jangan sampai kaum kafir memimpin Jakarta) & mereka berkeinginan semua partai Islam bersatu, tapi ketua PBNU (said aqil) malah mengatasnamakan NU, tidak setuju dengan koalisi partai Islam guna menyatukan suara umat Islam untuk mengalahkan Jokowi.

tapi said aqil ketika partai Islam (seperti PKB) bersatu dengan PDI P, dia malah diam saja.

nampaknya said aqil ingin sekali Jakarta dipimpin oleh kaum kafir & ingin sekali Indonesia dipimpin oleh seorang yang hanya ber-KTP Islam (Jokowi)

yang lebih membuat geram, dia mengatasnamakan NU. Apa dia sudah sowan kepada sesepuh NU guna berunding akan hal ini?

Wassalamu'alaikum Wr.Wb 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Pertanyaan: Apa dia sudah sowan kepada sesepuh NU guna berunding akan hal ini?

Jawaban: Itulah yang tidak pernah dilakukan oleh Said Aqil Siraj.

7.
Pengirim: hamba Allah  - Kota: madura
Tanggal: 14/4/2014
 
Asslamualaikum. Pak kyai sya mau tnya. sya dlunya orgnya tdk brani apa apa. apalagi ciuman,berpelukan hampir tdk prnh. tp suatu ketika sya prnh menjalin hbungan dgn pcr sya. sya brmaksiat pak kyai. suatu ktika sya mencoba bertaubat, dan stelah thajud sya smpai bilang sma ALLAH, ya ALLAH jika sya mengulangi maksiat lgi masukkan sja sya ke neraka. sya sampai blg sperti itu sama ALLAH,agr saya juga tkut ALLAH jg takut masuk neraka. tetapi berulang kali sya mengulang kemaksiatan lgi. yg sya tnyakan apakah sya nantinya akan msuk neraka krena sya mengingkari omongan saya pak kyai,sya bner2 pengen bertobat tp smpai saat ini masih tobat maksiat tobat maksiat. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Langkah yang paling baik adalah meninggalkan pacar anda itu, karena dia bukan termasuk calon pasangan dalam rumah tangga yang baik, percayalah atas saran kami ini, kemudian mencarilah pergaulan lain yang dapat menjauhkan diri dari pacar anda itu.

Jika sudah benar-benar dapat berpisah dari pacar itu, maka cobalah untuk bertobat lagi kepada Allah, semoga Allah dapat membimbing anda untuk dapat menjalanlkan saran kami ini.

8.
Pengirim: Heri Wahyu  - Kota: Parit 3
Tanggal: 14/4/2014
 
Assalamulaikum...

Apakah ank perempuan hasil luar nikah itu masih mahrom bagi ayah biologisnya ? syukron..... 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Ada artikel dari Muslimat NU Pusat yang cukup baik untuk ditelaah:

Ditulis oleh Hj. Mursyidah Thahir

Definisi Nikah/Perkawinan

Definisi nikah menurut para ulama Fiqih ialah akad yang diatur oleh agama yang menjadikan kehalalan hubungan suami isteri (A. Rahman al-Jaziri, Al-Fiqhu `ala Mazhahib al-Arba`ah, jilid IV hal 1-3) . Menurut UU NO 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan Bab I pasal 1 ; perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga(rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan yang maha Esa.

Perbedaan mendasar di antara dua definisi tersebut adalah, dalam konsep agama (Islam) nikah dengan syarat dan rukun tertentu yang sesuai hukum agama menjadikan kehalalan hubungan suami-isteri. Sementara dalam konsep negara, perkawinan dengan syarat administrasi yang telah diatur negara menjadikan hubungan suami-isteri telah “ resmi”.

Status “ kehalalan “ hubungan suami isteri setelah melangsungkan akad nikah menurut Islam itulah yang menjadi inti ibadah karena menjangkau hubungan tanggung jawab manusia kepada Allah SWT, sementara status “resmi” menurut UU positif hanya mengikat secara hukum ketaatan masyarakat terhadap hukum negara.

Status Anak di Luar Nikah Menurut UU Positif

Di dalam UU No 1 th 1974 pasal 43 ayat (1) disebutkan bahwa anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya. Kemudian UU ini dijudicial review oleh Macicha Mokhtar, sehingga keluarlah putusan Mahkamah Konstitusi pada tanggal 17 Pebruari 2012 menjadi : Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan pedata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan ayahnya. Argumentasi yang melandasi keputusan ini antara lain bahwa setiap anak adalah tetap anak dari kedua orang tuanya, terlepas apakah dia lahir dalam perkawinan yang sah atau di luar itu dan bahwasanya dia berhak memperoleh layanan dan tanggung jawab yang sama dalam perwalian, pemeliharaan, pengawasan dan pengangkatan anak tanpa diskriminasi. Hal ini sesuai dengan UU N0 12 tahun 2006 tentang Kewargannegaraan yang menyangkut hak asasi manusia (HAM).

Status Anak di Luar Nikah Menurut Islam

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim dari Aisyah Rasulullah saw bersabda, “ Al-waladu li al-firaasyi, walil`aahiri alhajaru” artinya “ Status (kewalian) anak adalah bagi pemilik kasur/suami dari perempuan yang melahirkan. Dan bagi pelaku zina (dihukum) batu.” Status kewalian dalam hadis tersebut adalah dalam konteks hubungan pernikahan agar anak yang dilahirkan kelak memiliki identitas yang jelas siapa ayah nasabnya.
Menurut Abu Hanifah, anak mempunyai hubungan darah dengan laki-laki yang tidur seranjang dengan ibu anak. Bila dilahirkan di luar perkawinan maka menurut Abu hanifah anak tersebut meski tidak memiliki hubungan nasab dengan ayah biologisnya ia tetap menjadi mahram (haram dinikahi) oleh ayah biologisnya sama dengan mahram melalui pernikahan.( Al-Qurthubi, Bidayah al--Mujtahid, juz 2 hal. 34).

Dari kitab referensi yang sama, pendapat ini disanggah oleh Syafi`iy dan Malik yang didukung jumhur ulama, menurut mereka jika anak di lahirkan kurang dari enam bulan setelah akad nikah maka tidak bisa dinasabkan kepada ayah yang menikahi ibunya, juga tidak menjadi mahram dan dengan demikian dia bisa dinikahi ayah tersebut.

Mereka berpedoman pada pendapat Ali bin Abi Thalib ketika menghentikan rencana khalifah Usman bin Affan menghukum rajam terhadap seorang perempuan atas tuduhan zina yang diadukan suaminya karena sang isteri melahirkan bayi pada 6 bulan (kurang 9 bulan) dari waktu akad nikah. Maka Ali menjelaskan kepada Usman bahwa al-Qur`an menyebutkan masa mengandung dan menyusui bayi adalah 30 bulan seperti yang tertera di dalam surat Al- Ahqaaf ayat 15, lalu dikaitkan dengan surat al-Baqarah ayat 233 bahwa masa menyusui adalah 2 tahun, ini artinya masa mengandung paling pendek 6 bulan dan masa menyusui paling panjang 2 tahun. ( Tafsir Al-Alusi, Surat al Ahqaaf ayat 15)

Tegasnya, meskipun si ibu melangsungkan akad nikah, bila kurang dari 6 bulan sejak pernikahannya itu lalu ia melahirkan anak, maka sang anak tersebut tidak boleh dinasabkan kepada ayah yang menikahi ibunya.

Kesimpulan

Inti yang dapat dipetik dari uraian di atas adalah :
1. Bahwa pergaulan bebas yang dapat menjerumuskan pada perbuatan zina wajib dicegah karena menimbulkan banyak kesulitan bagi anak sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat serta menimbulkan kekacauan nasab
2. Anak yang dilahirkan kurang dari 6 bulan setelah akad nikah ibunya, menurut jumhur ulama tidak bisa dinasabkan kepada ayah biologisnya
3. Anak yang dilahirkan di luar perkawinan menurut Abu hanifah haram dinikahi ayah biologisnya,
4. Bila negara menetapkan UU yang mengatur status anak yang dilahirkan di luar perkawinan memiliki hubungan perdata dengan orang tua biologisnya maka pengertian “ perdata “ tersebut harus dituangkan dalam Peraturan Pemerintah dengan mempertimbangkan hal-hal berikut :
a- Untuk kepentingan kemanusiaan, seperti tanggung jawab nafkah untuk anak, biaya kesehatan dan pendidikannya.
b- Dalam hal menghormati nilai kemanusiaan sang anak, meskipun ia dilahirkan di luar perkawinan, maka status anak tersebut bukan “anak haram” atau “ anak zina” karena “haram” tidak berhubungan dengan benda, tetapi hanya berhubungan dengan perbuatan (zina yang dilakukan orang tua biologisnya). Demikian pula Allah tidak akan menghukum seseorang karena dosa yang dibuat orang lain.
c- Untuk kepentingan administrasi negara dengan tetap menjaga agar tidak terjadi benturan dengan hukum agama. Dalam hal ini bila negara berkepentingan untuk mengadministrasi identitas anak yang harus dituangkan dalam akta kelahiran, tidak boleh mencantumkan nama anak laki-laki diberi “bin” atau nama anak perempuan dengan “ binti” yang dihubungkan kepada ayah biologisnya.

Semoga dengan UU baru ini masyarakat dapat mengendalikan terjadinya pelanggaran susila, pelanggaran agama dan pelanggaran kemanusiaan di negara tercinta, Indonesia.***



9.
Pengirim: Muhammad Musleh  - Kota: Malang
Tanggal: 13/4/2014
 
Bagaimana pendapat KH Luthfi Bashori tentang pemikiran-pemikiran Hasan al Banna dan Sayid Quthb karena tak jarang warga NU menggunakan pemikiran mereka, tapi tak jarang pula yang menentangnya... 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kami termasuk yang tidak menggunakan keduanya sebagai rujukan dalam bidang keilmian syariat.

10.
Pengirim: Kafa  - Kota: Kediri
Tanggal: 13/4/2014
 
Assalamu'alaikum...

Maaf Kyai, mau tanya...
Bagaimana pendapat anda tentang pemikiran2 Gus Dur?
Pernah membaca di sebuah tulisan, bahwa Abuya sayyid Muhammad Al Maliky menerima beliau dan sangat akrab bahkan di ajak langsung berbicara di kamar beliau.. pernah dengar juga dari salah satu murid habib Sholeh malang, bahwa Gus Dur ditolak ketika sowan ke Abuya... Sedangkan masih banyak Nahdliyyin yang fanatik dengan beliau... terimakasih 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Silahkan membaca tulisan kami di kolom Karya Tulis Pejuang dg judul KONSEP NU & KRISIS PENEGAKAN SYARIAT.

Untuk lebih mudah, coba klik di google dengan judul: KONSEP NU & KRISIS PENEGAKAN SYARIAT, LUTHFI BASHORI.

Mudah-mudahan akhi dapat pencerahan yg benar.


First <<  1 [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ] [ 9 ] [ 10 ] [ 11 ] [ 12 ] [ 13 ] [ 14 ] [ 15 ]   >> Last

 
  Situs © 2009 Oleh Pejuang Islam