URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Jumat, 28 November 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV NU GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
MENANGKAL KEBANGKITAN PKI (BAB 1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/11/2014]
   
HAKIKAT KEKUASAAN ADALAH COBAAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2014]
   
REKAYASA BID`AH  
  Penulis: Pejuang Islam  [4/11/2014]
   
BULLY - BULLY - BULLY  
  Penulis: Pejuang Islam  [1/11/2014]
   
KLARIFIKASI FACE BOOK ``NU GARIS LURUS`` 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/10/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Jumat, 28 November 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 27 users
Total Hari Ini: 642 users
Total Pengunjung: 2012499 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - BUKU TAMU
 
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
1.
Pengirim: heru wahyu  - Kota: pekanbaru
Tanggal: 26/11/2014
 
Bismillahirromnairrohiim....

Sewaktu Imam baru memulai sholat saat membaca alfatiha tiba2 sound/speaker mengalami stroring sehingga menimbulkan suara bising, kemudian sy melihat salah seorang pengurus yg berdiri dibelakang imam pergi kedepan memperbaiki sound tsb, kemudian kembali keposisinya semula.

Yg ingin sy tanyakan bagaimana hukum nya orang yg memutuskan sholat spt itu ? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
tetap berdosa kepada dan shalatanya batal, maka wajib mengulanginya.

2.
Pengirim: anis mualimin  - Kota: semarang
Tanggal: 26/11/2014
 
Asslkum lebih affhol mn umroh dlu /hajji dlu,soaly zmn skrg hji lama menungguy wsslm. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kalau tinjauan syariat, pasti Haji jauh lebih afdhal dari pada Umrah, namun tidak bersalah bahkan akan mendapatkan pahala yang banyak jika ada orang yang ingin umrah terlebih dahulu karena biaya terjangkau, yang waktunya jauh-jauh hari sebelum dapat melaksanakan ibadah Haji yang di samping biaya mahal, juga adanya pembatasan kuota yang super ketat itu.

3.
Pengirim: Muhammad Abdul Azis  - Kota: Malang
Tanggal: 26/11/2014
 
Maaf Mi mau tanya:
Bagaimana dengan tradisi masyarakat Indonesia khususnya di Jawa yang mengubur ari2 bayi yang baru lahir lalu membakar arang yang dikasih dgn garam,kemenyan,kembang2an.
Apa hal seperti itu diperbolehkan oleh syariat atau dilarang karena semacam sesajen ?

Maaf Mi, curhat saya beberapa hari yang lalu kok tidak ditampilakan di kolom curhat pengunjung ?


Syukran Ammy.. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kalau tujuan ditaburi garam dan yang semisalnya itu agar tidak timbul bau yang menyengat, bukan untuk disembah atau untuk sesembahan kepada makhluk halus, maka boleh saja, karena tidak larangan dalam syariat, dan niat seperti itu yang mayoritas dilakukan oleh umat Islam, bukan untuk disembah atau dijadikan sesembahan.

4.
Pengirim: anis mualimin  - Kota: semarang
Tanggal: 24/11/2014
 
Anak mantu laki2 btal dk dgn mertua perempuan 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Tidak batal wudhu menantu lelaki yg bersentuhan kulit (jabat tangan) dengan mertua wanitanya.

5.
Pengirim: lintang  - Kota: surabaya
Tanggal: 24/11/2014
 
alhamduliliah mudah2han melalui pesan ini kami semua mendapatkan hidayah dan safa atnya nabi kita mohammad saw amin yang saya ingin sampaikan adalah masalah nu itu sendiri karna yg menjabat dan sekaligus yg mengurus nu pusat itu orang2 libral semuanya yg salah satunya adalah Ulil absor itu sendiri danpara dedekotnya itu jadi tolong benahi dulu nu nya insa alloh kita sebagai warga nu yg ahli sunnah akan selamat dari ajaran sesat itu amin 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Semoga aqidah kita diselamatkan oleh Allah.

6.
Pengirim: junaidee  - Kota: Wonokromo-Surabaya
Tanggal: 23/11/2014
 
Mi apa boleh niatnya mandi taubat dan mandi besar digabung ?? soalnya saya masih bingung 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Yg benar niat mandi junub itu yg waji didahulukan, setelah itu baru ditambah niat yg lainnya yg hukumnya bukan wajib.

Maaf, setahu kami tidak ada aturan baku untuk orang niat mandi tobat, jadi tidak ada kewajiban dari syariat untuk MANDI TOBAT.

7.
Pengirim: Bagus Fitrianto  - Kota: Pontianak
Tanggal: 23/11/2014
 
Assalamualaikum ww?
Maaf Pak Kyai, Izin untuk membaca.
Wasslam, Kyai. Terima kasih. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Alhamdulillah

8.
Pengirim: darmawan widyantoro^  - Kota: kec.kotagajah kab. lampung tengah
Tanggal: 20/11/2014
 
Selamat siang... ditempat saya kerja ada mushala, terkadang saya melaksanakan shalat fardhu di musahala dengan terlebih dahulu mengumandangkan adzan namun saat melaksanakan shalat hanya sendiri karena jarang sekali yg shalat di mushala, tetapi terkadang saya lebih memilih shalat berjamah di masjid.. menurut ustadz lebih baik mana, apakah lebih baik adzan dimushala tetapi shalat fardhu sendiri ataukah lebih baik shalat berjamaah di masjid? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kalau dapat menjangkau masjid, maka sebaiknya berjamaah di masjid.

9.
Pengirim: Bayu Rendy  - Kota: singosari malang
Tanggal: 20/11/2014
 
assalamualaikum kyai . . .
bagaimana perjuangan islam menghadapi kristen zaman dhulu ?

waskum 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Silahkan baca artikel islampos berikut:

Perang Salib; Bagaimana Permulaan & Akhirnya

Rabu 25 Rabiulawal 1434 / 6 Februari 2013 15:56


PERANG SALIB

SAMPAI abad ke-11 M, di bawah pemerintahan kaum Muslimin, Palestina merupakan kawasan yang tertib dan damai. Orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Islam hidup bersama. Kondisi ini tercipta sejak masa Khalifah Umar bin Khattab (638 M) yang berhasil merebut daerah ini dari kekaisaran Byzantium (Romawi Timur). Namun kedamaian itu seolah lenyap ditelan bumi begitu Tentara Salib datang melakukan invasi.

Ceritanya bermula ketika orang-orang kekhalifahan Turki Utsmani merebut Anatolia (Asia Kecil, sekarang termasuk wilayah Turki) dari kekuasaan Alexius I. Petinggi kaum Kristen itu segera minta tolong kepada Paus Urbanus II, guna merebut kembali wilayah itu dari cengkeraman kaum yang mereka sebut “orang kafir”.

Paus Urbanus II segera memutuskan untuk mengadakan ekspedisi besar-besaran yang ambisius (27 November 1095). Tekad itu makin membara setelah Paus menerima laporan bahwa Khalifah Abdul Hakim-yang menguasai Palestina saat itu-menaikkan pajak ziarah ke Palestina bagi orang-orang Kristen Eropa. “Ini perampokan! Oleh karena itu, tanah suci Palestina harus direbut kembali,” kata Paus.

Perang melawan kaum Muslimin diumumkan secara resmi pada tahun 1096 oleh Takhta Suci Roma. Paus juga mengirim surat ke semua raja di seluruh Eropa untuk ikut serta. Mereka dijanjikan kejayaan, kesejahteraan, emas, dan tanah di Palestina, serta surga bagi para ksatria yang mau berperang.

Paus juga meminta anggota Konsili Clermont di Prancis Selatan-terdiri atas para uskup, kepala biara, bangsawan, ksatria, dan rakyat sipil-untuk memberikan bantuan. Paus menyerukan agar bangsa Eropa yang bertikai segera bersatu padu untuk mengambil alih tanah suci Palestina. Hadirin menjawab dengan antusias, “Deus Vult!” (Tuhan menghendakinya!)

Dari pertemuan terbuka itu ditetapkan juga bahwa mereka akan pergi perang dengan memakai salib di pundak dan baju. Dari sinilah bermula sebutan Perang Salib (Crusade). Paus sendiri menyatakan ekspedisi ini sebagai “Perang Demi Salib” untuk merebut tanah suci.

Mobilisasi massa Paus menghasilkan sekitar 100.000 serdadu siap tempur. Anak-anak muda, bangsawan, petani, kaya dan miskin memenuhi panggilan Paus. Peter The Hermit dan Walter memimpin kaum miskin dan petani. Namun mereka dihancurkan oleh Pasukan Turki suku Seljuk di medan pertempuran Anatolia ketika perjalanan menuju Baitul Maqdis (Yerusalem).

Tentara Salib yang utama berasal dari Prancis, Jerman, dan Normandia (Prancis Selatan). Mereka dikomandani oleh Godfrey dan Raymond (dari Prancis), Bohemond dan Tancred (keduanya orang Normandia), dan Robert Baldwin dari Flanders (Belgia). Pasukan ini berhasil menaklukkan kaum Muslimin di medan perang Antakiyah (Syria) pada tanggal 3 Juni 1098.

Sepanjang perjalanan menuju Palestina, Tentara Salib membantai orang-orang Islam. Tentara Jerman juga membunuhi orang-orang Yahudi. Rombongan besar ini akhirnya sampai di Baitul Maqdis pada tahun 1099. Mereka langsung melancarkan pengepungan, dan tak lupa melakukan pembantaian. Sekitar lima minggu kemudian, tepatnya 15 Juli 1099, mereka berhasil merebut Baitul Maqdis dari tangan kaum Muslimin. Kota ini akhirnya dijadikan ibukota Kerajaan Katolik yang terbentang dari Palestina hingga Antakiyah.

Sejarawan Inggris, Karen Armstrong, menggambarkan, pada tanggal 2 Oktober 1187, Shalahuddin Al Ayyubi dan tentaranya memasuki Baitul Maqdis sebagai penakluk yang berpegang teguh pada ajaran Islam yang mulia. Tidak ada dendam untuk membalas pembantaian tahun 1099, seperti yang dianjurkan Al-Qur`an dalam surat An-Nahl ayat 127: “Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaran itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.”

Permusuhan dihentikan dan Shalahuddin menghentikan pembunuhan. Ini sesuai dengan firman dalam Al-Qur`an: “Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi dan agama itu hanya untuk Allah. Jika mereka berhenti (memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan lagi, kecuali terhadap orang-orang yang zhalim.” (Al-Baqarah: 193)

Tak ada satu orang Kristen pun yang dibunuh dan tidak ada perampasan. Jumlah tebusan pun disengaja sangat rendah. Shalahuddin bahkan menangis tersedu-sedu karena keadaan mengenaskan keluarga-keluarga yang hancur terpecah-belah. Ia membebaskan banyak tawanan, meskipun menyebabkan keputusasaan bendaharawan negaranya yang telah lama menderita. Saudara lelakinya, Al-Malik Al-Adil bin Ayyub, juga sedih melihat penderitaan para tawanan sehingga dia meminta Salahuddin untuk membawa seribu orang di antara mereka dan membebaskannya saat itu juga.

Beberapa pemimpin Muslim sempat tersinggung karena orang-orang Kristen kaya melarikan diri dengan membawa harta benda, yang sebenarnya bisa digunakan untuk menebus semua tawanan. [Uskup] Heraclius membayar tebusan dirinya sebesar sepuluh dinar seperti halnya tawanan lain, dan bahkan diberi pengawal pribadi untuk mempertahankan keselamatan harta bendanya selama perjalanan ke Tyre (Libanon).

Shalahuddin meminta agar semua orang Nasrani Latin (Katolik) meninggalkan Baitul Maqdis. Sementara kalangan Nasrani Ortodoks–bukan bagian dari Tentara Salib-tetap dibiarkan tinggal dan beribadah di kawasan itu.

Kaum Salib segera mendatangkan bala bantuan dari Eropa. Datanglah pasukan besar di bawah komando Phillip Augustus dan Richard “Si Hati Singa”.

Pada tahun 1194, Richard yang digambarkan sebagai seorang pahlawan dalam sejarah Inggris, memerintahkan untuk menghukum mati 3000 orang Islam, yang kebanyakan di antaranya wanita-wanita dan anak-anak. Tragedi ini berlangsung di Kastil Acre. Meskipun orang-orang Islam menyaksikan kekejaman ini, mereka tidak pernah memilih cara yang sama.

Suatu hari, Richard sakit keras. Mendengar kabar itu, Shalahuddin secara sembunyi-sembunyi berusaha mendatanginya. Ia mengendap-endap ke tenda Richard. Begitu tiba, bukannya membunuh, malah dengan ilmu kedokteran yang hebat Shalahudin mengobati Richard hingga akhirnya sembuh.

Richard terkesan dengan kebesaran hati Shalahuddin. Ia pun menawarkan damai dan berjanji akan menarik mundur pasukan Kristen pulang ke Eropa. Mereka pun menandatangani perjanjian damai (1197). Dalam perjanjian itu, Shalahuddin membebaskan orang Kristen untuk mengunjungi Palestina, asal mereka datang dengan damai dan tidak membawa senjata. Selama delapan abad berikutnya, Palestina berada di bawah kendali kaum Muslimin.

***

Perang Salib IV berlangsung tahun 1204. Bukan antara Islam dan Kristen, melainkan antara Takhta Suci Katolik Roma dengan Takhta Kristen Ortodoks Romawi Timur di Konstantinopel (sekarang Istambul, Turki).

Pada Perang Salib V berlangsung tahun 1218-1221. Orang-orang Kristen yang sudah bersatu berusaha menaklukkan Mesir yang merupakan pintu masuk ke Palestina. Tapi upaya ini gagal total.

Kaisar Jerman, Frederick II (1194-1250), mengobarkan Perang Salib VI, tapi tanpa pertempuran yang berarti. Ia lebih memilih berdialog dengan Sultan Mesir, Malik Al-Kamil, yang juga keponakan Shalahuddin. Dicapailah Kesepakatan Jaffa. Isinya, Baitul Maqdis tetap dikuasai oleh Muslim, tapi Betlehem (kota kelahiran Nabi Isa ‘alaihis-salaam) dan Nazareth (kota tempat Nabi Isa dibesarkan) dikuasai orang Eropa-Kristen.

Dua Perang Salib terakhir (VII dan VIII) dikobarkan oleh Raja Prancis, Louis IX (1215-1270). Tahun 1248 Louis menyerbu Mesir tapi gagal dan ia menjadi tawanan. Prancis perlu menebus dengan emas yang sangat banyak untuk membebaskannya.

Tahun 1270 Louis mencoba membalas kekalahan itu dengan menyerang Tunisia. Namun pasukannya berhasil dikalahkan Sultan Dinasti Mamaluk, Bibars. Louis meninggal di medan perang.

Sampai di sini periode Perang Salib berakhir. Namun, beberapa sejarawan Katholik menganggap bahwa penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad II Al-Fatih dari Turki (1453) juga sebagai Perang Salib. Penaklukan Islam oleh Ratu Spanyol, Isabella (1492), juga dianggap Perang Salib.


10.
Pengirim: Hilmi Yahya  - Kota: singosari malang
Tanggal: 20/11/2014
 
Assalamualaikum ammy ...

my , kriteria istri yang baik bagaimana my ?

waskum 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kami pernah copy paste untuk pribadi, di satu situs, namun lupa alamatnya, semoga cocok untuk bacaan:
"NASIHAT PERNIKAHAN"

Aqad nikah bukan hanya disaksikan oleh para keluarga, tapi juga para malaikat. Aqad mulia yang bukan hanya didoakan oleh keluarga dan sahabat, tapi juga mudah-mudahan di doakan para malaikat.

Pernikahan adalah tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.

Di dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman yg artinya: Dan diantara tanda-tanda (kebesaranNya) adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cendrung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih sayang dan sayang …. (QS. Ar-Ruum: 21).

Pernikahan tanda-tanda kebesaran Allah SWT , karena Allah SWT telah menciptakan pada diri kita al-ghorizah an-nau’ (naluri kasih sayang), naluri yang membuat manusia lestari, seorang suami mencintai istrinya dan sebaliknya, seorang ibu menyayangi anaknya dan sebaliknya.

Ingatlah pilar penting pernikahan yang Insya Allah akan membuat pernikah menjadi sakinah mawaddah warahmah: ibadah, tho’ah (ketaatan), shuhbah (persahabatan), dan dakwah.

Pertama, pernikahan adalah ibadah. Ini adalah prinsip penting. Inilah yang dinyatakan oleh Rasulullah saw : "Pernikahan itu adalah sunnahku, barang siapa yang membenci sunnahku, bukan bagian dari umatku".

Karena itu pernikahan bukanlah didasarkan kepada sekedar materi, kecantikan, atau hawa nafsu. Pernikahan yang seperti ini akan langgeng selama didasarkan ketaatan kepada Allah SWT .

Karena itu, tetap sayangilah pasangan hidupmu meskipun mungkin materinya sedikit atau berkurang , atau kecantikan sudah mulai memudar….

Kedua, pernikahan haruslah didasarkan kepada ketaatan. Karena itu dalam pernikahan yang harus kita jadikan standar baik dan buruk adalah hukum syara’.

Masing-masing harus mengetahui hak dan kewajibannya berdasarkan hukum syara’.

Ingatlah, suami adalah pemimpin rumah tangga. Ar-rijaalu qowwamuuna ‘ala an-nisaa (QS. An-nisa : 34). Laki-laki adalah pemimpin dalam rumah tangga.

Dalam tafsir al Jalalain dijelaskan ‘musallathuna ‘ala an-nisaa yuaddibunahunna’ (Allah memberikan kekuasaan kepada laki-laki terhadap wanita untuk mendidik istri-istrinya’).

Jadi kepemimpinan itu adalah tanggung jawab, bukan jalan penindasan. Menjadi pemimpin artinya menjadi pelindung dan pembawa jalan kebaikan.

Rasulullah SAW menyatakan, bahwa seorang Imam itu bagaikan penggembala. Penggembala tentu tidak akan membiarkan gembalaannya kelaparan, terancam nyawanya, dan dia tidak akan pernah menjerumuskan gembalaannya ke jurang yang dalam. Begitu jugalah suami.

Adalah tugas suami untuk mencari nafkah, melindungi keluarganya, dan mendidik keluarganya. Allah swt berfirman yg artinya: Wahai orang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..

Sifat utama yang harus dimiliki pemimpin adalah kesabaran. Sebab, membangun rumah tangga akan penuh tantangan , cobaan. Hal itu akan mudah dihadapi secara bersama-sama dengan kesabaran.

Sementara tugas utama istri adalah ummun wa robbatul bait (ibu dan pengatur rumah tangga). Sifat utama yang harus dimiliki istri adalah ketaatan.

Ketiga, pernikahan adalah hubungan persahabatan (ash-shuhbah). Bukan hubungan antara majikan dan buruh. Persahabatan haruslah didasarkan pada mahabbah (rasa cinta).

Karena itu harus tumbuhkan dan dipelihara rasa cinta antar pasangan berdua…

Rasulullah menggambarkan hal itu dengan menyatakan: Kalau kalian mencintai saudaramu katakanlah uhibbuka fillah (aku mencintaimu di jalan Allah SWT), apalagi ke istri. Tidak ada salahnya kalau setiap saat mengatakan kepada istrinya : aku mencintaimu karena Allah SWT.

Rasulullah saw juga untuk memupuk rasa cinta memanggil istrinya dengan sebutan yang penuh dengan pujian humaira (yang pipinya kemerah-merahan).

Persahabatan berarti bagaikan satu tubuh, yang saling menanggung bersama kebahagian demikian juga kesusahan. Persahabatan juga berarti saling memperkuat seperti bangunan kata Rasulullah saw yang saling memperkuat.

Persahabatan juga berarti harus diisi dengan saling menasehati. Menyadari kekurangan masing-masing. Kekurangan bukanlah untuk memperlemah persahabatan tapi justru untuk memperkuat. Ingatlah yang baik-baik dari pasangan hidupmu kata Rasulullah kalau kita sedang marah.

Terakhir, jadikanlah pernikahan ini sebagai upaya membangun markaz dakwah yang akan melahirkan generasi rabbani yang melanjutkan perjuangan umat Islam. Melahirkan generasi yang mencintai agamanya dan memperjuangkan agamanya. Estafet perjuangan ini harus tetap berjalan.

Ingatlah dengan menolong agama Allah dalam dakwahnya Allah akan menolong kita… Intanshurullaha yansurkum wayutsabbit aqdamakum . Pernikahan seharusnya akan memperkuat dakwah bukan malah memperlemah…

Berikut pesan Rasulullah kepada laki-laki: Sebaik-baik laki-laki adalah yang paling baik kepada keluarganya.. ‘Aku’ kata Rasulullah saw, adalah yang paling baik kepada keluargaku.

Sementara Rasulullah saw juga berpesan kepada para wanita tentang sebaik-baik wanita : Sebaik-baik wanita adalah yang jika kalian (para suami) melihatnya akan menyenangkan hatimu, apabila diperintahkan dia taat, apabila kamu tidak ada di sampingmu dia akan menjaga dirinya dan hartamu…


First <<  1 [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ] [ 9 ] [ 10 ] [ 11 ] [ 12 ] [ 13 ] [ 14 ] [ 15 ]   >> Last

 
  Situs © 2014 Oleh Pejuang Islam