URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV NU GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
ADIL TERHADAP ANAK 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/4/2015]
   
MENGAPA KITA MEMBENCI KEMATIAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [15/4/2015]
   
CARA SYEIKH DAUD BIN ABI HINDI SEMBUNYIKAN AMALNYA 
  Penulis: Pejuang Islam  [15/4/2015]
   
Innaa lillaah wa innaa ilaihi rojiuun 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/4/2015]
   
SHALAT BERJAMAAH DI MATA SY. UMAR BIN KHATTHAB 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/4/2015]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Senin, 27 April 2015
Pukul:  
Online Sekarang: 9 users
Total Hari Ini: 472 users
Total Pengunjung: 2534859 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - BUKU TAMU
 
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
1.
Pengirim: hari sujoko  - Kota: jombang
Tanggal: 26/4/2015
 
Bagaimana hukum memanggil istri dgn panggilan UMMI ...?.., Menurut Kyai Luthfi panggilan apa yg baik untuk memanggil istri ...? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Umumnya panggilan seperti itu diniati untuk penghormatan serta mengajari anak-anaknya agar memanggil Ummi kepada ibunya,:bukan untuk niat melakukan DHIHAR, dan kebiasaan seperti itu umum di masyarakat kita, jadi ya tidak apa-apa.

2.
Pengirim: aziz  - Kota: surabaya
Tanggal: 25/4/2015
 
assalamualaikum..ustad saya saat ini lagi punya hutang yang banyak,saya punya pekerjaan tapi tidak ada waktu untuk mengerjakan, setiap hari byk yg butuh pertolongan saya seperti keluarga orang lain, ada saja yg hrs saya bantu apalagi saya orangnya gk tegaan dan jg merasa dikasih rejeki batin Allah dgn senangnya byk mengerjakan amalan wirid, pengajian, sholat2 sunnah, byk buku agama, ceramah,saya jadi bingung mau meninggalkan semua tapi tdk bisa, mohon nesehatnya ustad mana yg harus saya utamakan, lbh utama bekerja atau membantu org dan byk mengerjakan amalan..makasih sblumnya..wassalam 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Yang wajib diutamakan adalah mencari uang untuk membayar hutang. Jika hutangnya sudah terlunasi, maka boleh memilih apa yang baik dan bisa dilakukan.

3.
Pengirim: Rufi  - Kota: Surabaya
Tanggal: 22/4/2015
 
Asskum Ustad, Apa hukumnya bisnis Valas, konon yang mana invest 5 juta bisa kambali puluhan juta. Sukron 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Dewan Syariah Nasional Menetapkan : FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF).

Pertama : Ketentuan Umum

Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).

2. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan).

3. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).

4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.

Kedua : Jenis-jenis transaksi Valuta Asing

1. Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.

2. Transaksi FORWARD, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2x24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwaadah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah)

3. Transaksi SWAP yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

4. Transaksi OPTION yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

Ketiga : Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Jakarta

Tanggal : 14 Muharram 1423 H / 28 Maret 2002 M

DEWAN SYARIAH NASIONAL - MAJELIS ULAMA INDONESIA

4.
Pengirim: andi handoko  - Kota: lahat
Tanggal: 21/4/2015
 
assalamualaikum kyiai...

di youtube heboh gusnuril ceramah natal di gereja...

bagaimana menurut pendapat kyai...? mohon jawaban trimakasih 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kami sudah mendengar video Youtube-nya, dan kesimpulan kami, dia bukan lelaki yang shalih dan telah MENJUAL kehormatan Islam kepada orang-orang kafir musuh Allah. Wallahu a lam.

5.
Pengirim: lifah  - Kota: Surabaya
Tanggal: 21/4/2015
 
assalamualaikum, pak kiyai kami telah merencanakan pernikahan, tapi orang tua pria tidak merestui, karena mengetahui bahwa calon wanita yg akan dinikahi oleh anaknya berasal dari sebuah kota" A ", dimana alasan orang tua pria tidak setuju adalah karena menantu pertamanya berasal dari kota "A" tersebut dan dalam kehidupan selama ini tidak pernah akur dengan beliau, beliau khawatir jika anaknya menikah dengan wanita tersebut keluarganya akan terpecah belah dan tidak akan akur seperti beliau dengan menantunya, bagaimana cara menjelaskan kepada beliau jika kami serius ingin menikah? terimakasih 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
1. Pernikahan yang sakinah mawaddah warrahmah adalah pernikahan yg sama-sama direstui dan didukung oleh dua orang tua dan mertua.

2. Pernikahan yang baik adalah pernikahan yang dapat MENGAWINKAN dua keluarga.

3. Seorang lelaki lebih wajib taat kepada ibu kandungnya, sedangkan seorang istri lebih wajib taat kepada suaminya.

4. Semoga keterangan kami ini dapat diambil hikmahnya.

6.
Pengirim: adi  - Kota:
Tanggal: 21/4/2015
 
Assalamualaikum, Wr Wb

menurut ustadz bagaimana buku tanbihul ghafilin karangan abu laits as samarqandi konon banyak hadis palsu menurut wahabi.
Bolehkah dibaca kami yang awam? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Jangan percaya dengan tuduhan Wahhabi, silahkan klik di google tentang Hadits Dhaif, dg kata kunci:

Hadits Dhaif, pejuangislam.com.

Kami telah menerangkannya di sana. Semoga bermanfaat.

7.
Pengirim: wildanun mukhalladun  - Kota: sumenep
Tanggal: 21/4/2015
 
apa saja fadilah puasa bulan rajab..? terima kasih 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Banyak, di antaranya:

Di dalam ash Shahihahin terdapat hadist dari Abu Bakrah rahimahullah dari Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam banwa beliau bersabda:

Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, dalam setahun itu terdapat dua belas bulan. Empat diantaranya adalah bulan haram (disucikan). Tiga dari empat bulan itu, (jatuh secara) berurutan yaitu Dzulqadah, Dzulhijah, Muharram. Sedangkan Rajab (yang disebut juga sebagai) syahru Mudhar, terletak diantara Jumada (ats Tsaniyah) dan Syakban. (HR. Bukhari)

Ibnu Jarir ath Thabari rahimahullah meriwayatkan melalui sanadnya, dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu sehubungan dengan pengagungan Allah terhadap kesucian bulan-bulan ini, beliau berkata:

Allah Taala telah menjadikan bulan-bulan ini sebagai (bulan-bulan yang) suci, mengagungkan kehormatannya dan menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan-bulan ini menjadi lebih besar dan menjadikan amal shalih serta pahala pada bulan ini juga lebih besar.
(Tafsir ath Thabari)

8.
Pengirim: Hamba Allah  - Kota: bekasi
Tanggal: 13/4/2015
 
Asalamualaikum wr.wb. kiyai mau nanya mesjid dkt rmh saya pengurusnya perokok bahkan saya sering melihat puntung rokok didalam mesjid pertanyaan saya apakah sholat yg saya laksanakan berjamaah dimesjid itu sah atau tidak? terima kasih. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Shalat berjamaahnya tetap sah, namun yang berdosa kepada Allah adalah para perokok itu, dan merekalah yang kelak akan mempertanggungjawabkan perbuatan buruknya itu di hadapan Allah.

9.
Pengirim: heru wahyu  - Kota: pekanbaru
Tanggal: 13/4/2015
 
Assalamualaikum, Wr Wb

Dalam kisah Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dengan syaitan yang mencuri harta zakat, disebutkan bahawa syaitan tersebut berkata,“Biarkan aku mengajarimu beberapa kalimah yang Allah memberimu manfaat dengannya. Bila engkau masuk ke tempat tidur, bacalah ayat kursi. Dengan demikian, akan selalu ada penjaga daripada Allah untukmu, dan syaitan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” Ketika Abu Hurairah menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau berkata, “Sungguh dia telah berkata benar, walaupun dia sebenarnya banyak berdusta.” (Hadith Riwayat Bukhari no. 2187)

Yang ingin sy tanyakan apakah dengan mengamalkan membaca ayat kursi seblm tidur itu kita termasuk mengikuti ajaran syaitan ? sbb syaitan mengajarkan demikian, mohon pencerahan.....sy yga fakir ini... 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kesaksian baik yang paling jujur adalah jika datang dari seorang musuh. Jika suatu saat, musuh anda mengatakan bahwa sebenarnya anda adalah orang yg dermawan, maka kesaksian musuh anda itulah sebuah kejujuran dan kebenaran yang sejati.

Kesaksian setan terhadap kehebatan bacaan ayat Alkursi itulah sebuah kejujuran dan kebenaran yang sejati yang diturunkan oleh Allah untuk umat Islam. Apalagi telah dibenarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Berarti kita belajar kepada Allah lewat pembenaran dari Nabi Muhammad SAW.

10.
Pengirim: Jazim Hamidi  - Kota: Purworejo
Tanggal: 12/4/2015
 
Tanya bah, banyak cerita orang-orang yang terpatuk ular dan dari cerita itu banyak orang yang meninggal, ada yang terobati tapi kondisinya pun darurat, untuk biaya satu suntikan saja ada yang sampai jutaan rupiah karena bisa yang sangat kuat.
Sebenarnya bagaimana menyikapi binatang satu ini secara tegas,

karena suatu kali saya bertemu seorang kiai yang membiarkan ular berbisa itu tanpa berupaya membunuhnya dengan alasan KARENA MEREKA JUGA SAMA-SAMA BUTUH HIDUP, KASIHAN DLL, sedangkan saya takut ketika ular itu masih berada di pohon yang kemungkinan anak-anak bermain disekitarnya. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Secara umum ular adalah binatang yang diperintahkan untuk dibunuh jika dirasa berbahaya, berdasarkan riwayat Ibnu Umar radhiyallahu anhu. Beliau mendengar Nabi shalallahu alaihi wa sallam berada di atas mimbar bersabda: Bunuhlah Ular. (HR Muslim , 2223).

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam juga bersabda:

خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِي الْحِلِّ وَالْحَرَمِ الْحَيَّةُ وَالْغُرَابُ الْأَبْقَعُ وَالْفَأْرَةُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ وَالْحُدَيَّا

Ada lima jenis binatang fasik yang boleh dibunuh baik di tanah haram ataupun di luar tanah haram: Ular, gagak yang di punggung atau perutnya ada warna putih, tikus, anjing gila, dan elang. (HR. Muslim no. 1198).

Selain memerintahkan untuk membunuh ular, secara umum Nabi shalallahu alaihi wa sallam juga memerintahkan untuk membunuh beberapa jenis ular tertentu.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkhutbah di atas mimbar dengan berkata:

اُقْتُلُوا الْحَيَّاتِ وَاقْتُلُوْا ذَا الطُّفْيَتَيْنِ وَالأَبْتَرَ فَإِنَّهُمَا يَطْمِسَانِ الْبَصَرَ وَيَسْتَسْقِطَانِ الْحَبَلَ. (أخرجه مسلم ص ٢٢٣٣

Bunuhlah ular-ular dan bunuhlah dza ath-thufyatain dan al–abtar (nama dari dua jenis ular berbisa) karena keduanya membutakan pandangan dan menggugurkan kandungan.(HR. Muslim hadits no. 2233).

Hadits Tirmidzi 1404

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ صَيْفِيٍّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِبُيُوتِكُمْ عُمَّارًا فَحَرِّجُوا عَلَيْهِنَّ ثَلَاثًا فَإِنْ بَدَا لَكُمْ بَعْدَ ذَلِكَ مِنْهُنَّ شَيْءٌ فَاقْتُلُوهُنَّ قَالَ أَبُو عِيسَى هَكَذَا رَوَى عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ صَيْفِيٍّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَرَوَى مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ صَيْفِيٍّ عَنْ أَبِي السَّائِبِ مَوْلَى هِشَامِ بْنِ زُهْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي الْحَدِيثِ قِصَّةٌ حَدَّثَنَا بِذَلِكَ الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنَا مَعْنٌ حَدَّثَنَا مَالِكٌ وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ وَرَوَى مُحَمَّدُ بْنُ عَجْلَانَ عَنْ صَيْفِيٍّ نَحْوَ رِوَايَةِ مَالِكٍ

Sesungguhnya di rumah-rumah kalian ada penghuninya (jin yg berupa ular), maka mintalah mereka untuk keluar sebanyak tiga kali. Jika setelah itu mereka tetap terlihat, maka bunuhlah mereka. Abu Isa berkata, Demikianlah Ubaidullah bin Umar meriwayatkan hadits ini dari Shaifi, dari Abu Said Al Khudri. Malik bin Anas juga meriwayatkan hadits ini dari Shaifi, dari Abu As Saib mantan budak (yang telah dimerdekakan) Hisyam bin Zuhrah, dari Abu Said, dari Nabi S.A.W.

Dalam hadits tersebut terdapat kisah. Seperti itu pula yg diceritakan oleh Al Anshari kepada kami, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Ma-n berkata, telah menceritakan kepada kami Malik & ini lebih shahih dari hadits Ubaidullah bin Umar.

Muhammad bin Ajlan juga meriwayatkan dari Shaifi seperti hadits riwayat Malik. [HR. Tirmidzi No.1404].

Hadits Tirmidzi 1405

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي لَيْلَى عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ قَالَ أَبُو لَيْلَى قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ظَهَرَتْ الْحَيَّةُ فِي الْمَسْكَنِ فَقُولُوا لَهَا إِنَّا نَسْأَلُكِ بِعَهْدِ نُوحٍ وَبِعَهْدِ سُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ أَنْ لَا تُؤْذِيَنَا فَإِنْ عَادَتْ فَاقْتُلُوهَا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى

Jika ada ular muncul di tempat tinggal maka katakanlah kepadanya, Sesungguhnya kami meminta kepadamu dgn perjanjian Nuh & Sulaiman bin Dawud agar engkau tak menyakiti kami, jika ia tetap kembali maka bunuhlah. Abu Isa berkata, Hadits ini derajatnya hasan gharib, kami tak mengetahuinya dari Tsabit Al Bunani kecuali dari jalur ini, yaitu dari hadits Ibnu Abu Laila. [HR. Tirmidzi No.1405].

Catatan: Jika ada orang yang sengaja membiarkan ular tersebut hidup, karena dianggap tidak membahayakan orang lain, makum hukumnya boleh saja, karena perintah membunuh ular itu sifatnya bukan perintah wajib.


First <<  1 [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ] [ 9 ] [ 10 ] [ 11 ] [ 12 ] [ 13 ] [ 14 ] [ 15 ]   >> Last

 
  Situs © 2014 Oleh Pejuang Islam