URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Kamis, 20 November 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV NU GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
KLARIFIKASI FACE BOOK ``NU GARIS LURUS`` 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/10/2014]
   
KLARIFIKASI MUNCULNYA AKUN FACEBOOK NU GARIS LURUS  
  Penulis: Admin Situs Pejuang Islam  [30/10/2014]
   
DAMPAK TAWAKKAL KEPADA ALLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [21/10/2014]
   
Ucapan dan Perbuatan yang Menyebabkan Kemurtadan (3) 
  Penulis: Pejuang Islam  [15/10/2014]
   
Ucapan dan Perbuatan yang Menyebabkan Kemurtadan (2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/10/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 20 November 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 27 users
Total Hari Ini: 888 users
Total Pengunjung: 1974420 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - BUKU TAMU
 
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
1.
Pengirim: ahmadraafi  - Kota: serang
Tanggal: 19/11/2014
 
assalamualikum w wb. ustadz yg di mulyakan Allah, bagaimana tanggapan ustadz tentang menghadiri undangan ke acara The Catholic -Muslim Forum,di Vatikan,Indonesia diwakili oleh Din Samsudin.apakah boleh umat Islam menghadiri acara itu?mohon penjelasan nya ustadz.sebelumnya mohon maaf atas pertanyaan saya bila krg berkenan, wassalam 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Semestinya tidak boleh.
Dien Syamsuddin sudah menjadi salah satu tokoh liberal. Saat ini umat Islam Indonesia sedang diuji oleh Allah, karena hampir di semua sektor lebih banyak dipimpin oleh tokoh-tokoh liberal dan non muslim.

2.
Pengirim: fandi  - Kota: Jakarta
Tanggal: 19/11/2014
 
Saya melihat berita di Yahoo ada umat Muslim yang sholat digereja di Washington Amerika Serikat. Apakah diperbolehkan dalam Islam untuk sholat di gereja? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Dalam keadaan normal dan tidak tertekan, jelas tidak boleh shalat di tempat maksiat apalagi di tempat kekufuran.

Namun jika dalam keadaan darurat, atau ditekan oleh keadaan, atau demi menghindari bahaya yang lebih besar, maka hukumnya menjadi boleh.

3.
Pengirim: Hambah Alloh  - Kota: Jakarta
Tanggal: 19/11/2014
 
Asalammualaikum,
Ahok dilantik jokowi jadi gubernur apa yang terjadi nanti kalo pemimpin bukan orang muslim ?
kiyai anda juga seorang anggota MUI apa benar MUI dukung Ahok jadi gubernur ( pernyataan kh maruf amin ) ?
 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Menurut pantauan kami, itu pernyataan pribadi dan tidak mewakili lembaga MUI, sama halnya dengan Dien Syamsuddin jika jadi berangkat ke Vatikan, maka itu bukan berarti semua pengurus MUI mendukungnya, karena itu hanya keputusan pribadinya saja.

Wallahu a lam

4.
Pengirim: Hilmi Yahya  - Kota: singosari malang
Tanggal: 19/11/2014
 
assalamualikum ammy ...
my apakah benar jika seorang anak suka memukul benda dg iringan musik [klotekan/dlm bs jawa] , orang tuanya akan banyak hutang ?

waskum 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Itu hanya mitos yang tidak perlu dipercaya

5.
Pengirim: darma  - Kota: Batang
Tanggal: 18/11/2014
 
Assalamualaikum wr wb
romo kyai,sy pernah menyimak dialog antara wahaby vs syiah. meski keduanya adlh sekte sesat. dlm dialog syiah condong ke sy Ali sedangkan wahaby lbh membela sahabat Muawiah. sehingga mereka persis spt sejarah konflik syiah dan khawarij. sebenar nya apa kesamaan wahaby dan khawarij itu romo ?
syukron. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM

GEJOLAK WAHHABI VS SYIAH

Luthfi Bashori

Dua kelompok Wahhabi dan Syiah, keberadaannya saat ini di dunia adalah minoritas. Kedua kelompok ini sangat agresif dalam merekrut anggota dan simpatisan dari umat Islam, sekalipun dengan segala macam cara tanpa harus melalui etika apapun, mau jujur, mau dusta, mau menipu, mau plagiat, mau money politik, bahkan mereka menghalalkan segala macam cara demi menempuh ambisinya menguasai seluruh umat Islam, mau halal atau haram, mau sopan atau biadab, mau legal atau ilegal, maka metode apapun yang mereka lakukan dianggap sah-sah saja dan tidak menjadi masalah bagi mereka, yang penting dapat menambah anggota dan simpatisan sebanyak-banyaknya.

Kini, baik Wahhabi maupun Syiah keduanya tengah gencar memposisikan diri untuk saling berhadap-hadapan, saling beradu dan saling berlawanan di hadapan publik dengan slogan akan menyelamatkan umat Islam dari kesalahan menurut versi mereka, ibarat pahalawan kesiangan, khususnya dalam upaya mengembangkan propaganda ajaran-ajaran sesatnya, hingga tak jarang di antara keduanya terjadi adu argumen, saling mencaci, saling mengkafirkan, bahkan gesekan fisik hingga upaya pembunuhan dan pengeboman.

Kekejaman dua kelompok ini sering berimbas terhadap siapa saja yang dianggap sebagai lawannya, termasuk warga Ahlus sunnah wal jamaah. Terutama di saat kedua kelompok ini sudah dapat menguasai sebuah tempat yang mereka anggap strategis untuk menyebarkan kesesatan-kesesatan ajarannya.

Adapun dalam adu propaganda dan perebutan simpati bagi kedua kelompok ini, maka yang mereka jadikan sasaran tembak adalah warga Ahlus sunnah wal Jamaah, khususnya dari kalangan awwam agama.

Kedua kelompok ini sama-sama berani memberikan iming-iming dana yang menggiurkan, iming-iming berbagai fasilitas, bea siswa bagi para pelajar, hingga iming-iming kedudukan yang strategis bagi siapa saja yang pro terhadap program-programnya.

Wahhabi adalah kelompok yang berafiliasi pemahamannya kepada tokoh-tokoh pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab dari bangsa Najed Saudi Arabiah, seperti Bin Baz, Bin Shaleh, Utsaimin, Bin Mani`, Shaleh Fauzan dan sebagainya. Umumnya mereka selalu mengklaim diri sebagai golongan Salafi (penerus ulama Salaf), sekalipun ajaran mereka sangat berlawanan dengan pemahaman para Salaf Ahlus sunnah wal Jamaah itu sendiri.

Sedangkan Syiah (dalam hal ini adalah Imamimah) yaitu kelompok yang berafiliasi pemahamannya kepada tokoh-tokoh Persi Iran terutama tokoh spiritual mereka, Khomeini, dan mereka selalu mengklaim diri sebagai madzhab Ahlul bait, sekalipun ajaran-ajarannya sangat bertentangan dengan ajaran ulama Salaf dari kalangan Ahlul bait-nya Nabi SAW itu sendiri.

Ironisnya, masyarakat awwam Indonesia seringkali tidak menyadari, bahwa umat Islam Indonesia itu dijadikan sasaran tembak bagi kedua kelompok ini demi memenuhi ambisi mereka, bahkan program utama kelompok Wahhabi dan Syiah adalah sengaja mengeluarkan umat Islam Indonesia dari ajaran agamanya yang murni dan asli, Sunni Syafi`i, yaitu warisan aqidah yang diajarkan oleh para Walisongo sebagai penyebar agama Islam pertama kali di Indonesia kepada nenek moyang bangsa Indonesia.

Ajaran para Walisongo ini sudah teruji ketegarannya, sejak masa pra penjajahan Belanda dan Jepang hingga masa kemerdekaan RI, yang mana mayoritas masyarakat Indonesia masih berpegang teguh dengan ilmu-ilmu keislaman yang diajarkan oleh para Walisongo, bahkan hingga saat ini pun jika dihitung-hitung jumlah penghuni planet bumi yang beragama Islam terbesar, adalah kaum muslimin bangsa Indonesia yang masih istiqamah melestarikan ajaran para Walisongo.

Yang jelas agama Islam yang dianut mayoritas bangsa Indonesia adalah Ahlus sunnah wal Jamaah dengan mengikuti fiqih madzhab Syafi`i, bukan ajaran Wahhabi dan bukan ajaran Syiah alias bukan ajaran kedua pendatang baru itu. Karena itu ajaran kedua kelompok sesat ini tidak cocok dan sangat berseberangan dengan norma-norma kesopanan bangsa Indonesia yang terkenal dengan adat ketimurannya.

Salah satu ajaran Wahhabi, adalah sangat gemar mengkafirkan dan menuduh syirik terhadap orang-orang yang ahli ziarah ke makam kuburan kerabatnya, padahal amalan ini termasuk ajaran dasar dari para Walisongo yang sudah mentradisi dan mendarahdaging bagi bangsa Indonesia, khususnya di saat datang Hari Raya Idul Fitri, karena ajaran ziarah ke makam kuburan kerabat itu hakikatnya berdasarkan perintah Nabi SAW.

Salah satu ajaran Syiah Iran, adalah sangat gemar mencaci-maki dan mengkafirkan para Shahabat Nabi SAW serta mengkafirkan istri-istri Nabi SAW khususnya St. `Aisyah. Padahal istri-istri dan para Shahabat Nabi SAW itu termasuk orang-orang panutan dan idola kaum muslimin bangsa Indonesia yang sangat dihormati dan dimuliakan. Ini terbukti banyak sekali nama-nama umat Islam Indonesia yang sengaja diadopsi dari nama-nama para istri Nabi SAW maupun nama-nama para shahabat Nabi SAW sebagai bentuk tabarrukan serta bukti cinta kepada mereka, dan hal semacam ini sudah mendarahdaging bagi bangsa Indonesia.

Karena itu, ajaran kedua kelompok minoritas baik Wahhabi maupun Syiah besutan tokoh-tokoh Najed Saudi Arabiah dan Persi Iran ini sangat tidak cocok dengan kultur bangsa Indonesai. Maka umat Islam Indonesia harus berani mengusir para missionaris dari kedua kelompok Wahhabi dan Syiah ini dari daerah-daerah yang dijadikan sasaran tembak dalam propaganda ajaran sesat mereka.

Dalam menyikapi fenomena ini sebagian ulama Ahlus sunnah mengibaratkan bagi Wahhabi dan Syiah adalah : Ba`ratun tuqsamu qismain (ibarat kotoran sapi dibelah dua).

Bukti keserupaan dan kesamaan antara ajaran Wahhabi dan Syiah adalah dalam masalah Tajsim. Arti tajsim adalah penisbatan adanya anggota tubuh bagi Allah, alias Allah itu diyakini memiliki bentuk tubuh selayaknya manusia (makhluq).

Menurut Wahhabi, Allah itu bertempat di langit, Allah juga naik turun pada tingkatan-tingkatan langit, seperti layaknya manusia bertempat di bumi dan dapat naik turun dari tempat ketinggian ke tempat yang lebih rendah, semisal naik turun di tangga dengan menggunakan kakinya. Karena Allah juga diyakini oleh Wahhabi memiliki mata, tangan, kaki, dan anggota tubuh seperti anggota tubuh manusia.

Dengan asumsi Wahhabi ini, maka dalam memahami ayat Kullu syai-in haalikun illa wajhah, yang artinya menurut pemahaman umat Islam adalah : Segala sesuatu itu akan rusak (di hari Kiamat) kecuali Dzat Allah, maka pemahaman sempit Wahhabi akan terjerumus pada kesesatan arti : Segala sesuatu itu akan rusak kecuali WAJAH Allah. Lantas apakah mata Allah, tangan Allah, kaki Allah dan seluruh anggota tubuh Allah selain wajah-Nya itu akan rusak? Di sinilah bukti kesesatan pemahaman tajsimnya Wahhabi yang bertentangan dengan aqidah umat Islam.

Sedangkan ajaran Syiah pun meyakini tajsim pada Dzat Allah, sebagaimana yang tertera pada buku KECUALI ALI, karangan Abbas Rais Kermani yang diterbitkan oleh Penerbit Alhuda Jakarta, pada halaman 22, saat Syiah mengklaim pembicaraan Imam Jakfar Shadiq tatkala ditanya tentang arti ayat Kullu syai-in haalikun illa wajhah, maka Imam Jakfar Shadiq menjawab : Segala sesuatu itu akan rusak kecuali WAJAH Allah, dan Wajah Allah itu adalah Ali bin Abi Thalib.

Jadi menurut keyakinan Syiah, bahwa Ali bin Abi Thalib adalah Dzat Allah dalam bentuk manusia. Di sinilah letak kesamaan antara aqidah Syiah dengan aqidah Wahhabi. Maka tidak salah jika dikatakan, antara Wahhabi dan Syiah itu ibarat kotoran sapi dibelah dua.

Bahkan aqidah Syiah ini juga sama dengan keyakinan kaum Nasrani yang mengatakan : Yesus adalah Tuhan dan Tuhan adalah Yesus. Kaum Syiah mengatakan : Ali adalah Allah dan Allah adalah Ali.

Tentu saja hakikat Imam Jakfar Shadiq sebagai Ahli bait Nabi SAW, seorang alim, suci nan bersih dari kesyirikan, tidak akan mengatakan keyakinan semacam itu. Maka hanya pengklaiman pengikut Syiah sesat saja yang menisbatkan keyakinan tajsim terhadap Dzat Allah itu kepada Imam Jakfar Shadiq.

WASPADALAH !!

- See more at: http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=625#sthash.SMXiAJY8.dpuf

6.
Pengirim: Rendi  - Kota: Jakarta
Tanggal: 17/11/2014
 
Punten Kyai’ saya mau tanya. Setiap hari saya selalu melewati jalan disalah satu perumahan yang biasa saya lewati ke tempat saya bekerja. Dan tadi pagi saat saya melewati salah satu rumah diperumahan itu, lalu motor saya menginjak genangan air, dan ada seekor anjing milik penghuni rumah itu yang menginjak genangan air itu. Apakah saya harus sertu ban motor saya karena menginjak genangan air itu? atau tidak perlu? Terimakasih Kyai’..
 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
1. Ban motor itu kan tidak dipegunakan untuk beribadah artinya tidak perlu suci. Jadi tidak perlu dicuci sertu (menurut istilah sampean).

2. Jika ingin ban motornya suci, ya jadinya perlu disertu.

7.
Pengirim: Roy  - Kota: Manado
Tanggal: 16/11/2014
 
Asalamualaikum,,,us tad sy sudah me baca arti kelt entangled TV Rodja yg katanya Wahhabi,,,tpi sy juga sudah melihat ustad dari TV Rodja yakni Badrusallam menerangkan tentang kesesatan aliran Wahabi,,,berarti TV Rodja bukan termasuk Wahabi ,,,,Mohon penjelasannya ustad,,,agar kami tidak bingiung,,,wassalam 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Tatakala warga Aswaja membongkar kesesatan Wahhabi, yaitu para pengikut MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB ANNAJDI (mohon diingat nama ini), maka kaum Wahhabi merobah dirinya dengan istilah KAUM SALAFI, lantas sengaja menisbatkan ALIRAN SESAT WAHHABI, sebagai ajaran ABDUL WAHHABI BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM, (mohon diingat nama ini juga) dengan tujuan melindungi kesesatan MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB, sehingga umat Islam yang tidak mengerti sejarah, akan terkecoh dengan pengkaburan model ini.

Sekali lagi, para ulama Aswaja sedang membicarakan kesesatan MUHAMMAD BIN ABDULWAHHAB ANNAJDI, pencetus WAHHABI dalam istilah para ulama Aswaja.

Coba perhatikan nukilan MODUS artikel Wahhabi di bawah ini saat mengecoh umat Islam:

INI-LAH WAHABI SEBENARNYA>>ABDUL WAHAB bin ABDURRAHMAN bin RUSTUM (K h a w a r i j) S E S A T..!!!

11 September 2012 pukul 11:09

Apa itu WAHABI>> Pendiri Wahabi adalah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum wafat 211 H. BUKAN>> Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab wafat 1206 H

Sebenarnya, Al-Wahabiyah merupakan firqah sempalan Ibadhiyah khawarij yang timbul pada abad ke 2 (dua) Hijriyah (jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab), yaitu sebutan Wahabi nisbat kepada Tokoh Sentralnya Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H. Wahabi ini merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada Ahlus Sunnah,dan sangat jauh dari Islam.

DST...... !!!

8.
Pengirim: Rifqi F Hisyam  - Kota: bogor
Tanggal: 15/11/2014
 
Assalamualaikum, ustadz, boleh tanya, apa yang harus kita lakukan apabila kita ragu ragu dalam suatu hal fiqh, contoh : kita ragu , apakah wudhu kita batal atau tidak. tolong diberikan penjelasannya 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Jika ragu, maka dihukumi yang terburuk.
Misalnya, ragu apakan barang ini suci atau najis, maka yang dipilih adalah yang najis.

9.
Pengirim: Hilmi Yahya  - Kota: singosari malang
Tanggal: 15/11/2014
 
assalamualaikum ammy ...

di sekolah saya (smp1sgs) kan harus shalat jumat di sekolah , bagaimana my , kan saya belum tahu syarat shalat jumat ?

wassalamualaikum 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kasus seperti ini, sebaiknya setelah shalat jumatnya itu, ditambah shalat dhuhur, karena keabsahan shalat jumat di sekolah seringkali tidak memenuhi rukun dan syaratnya, misalnya jamaah shalatnya harus ada 40 orang penduduk tetap setempat.

10.
Pengirim: aldi  - Kota: Jakarta Selatan
Tanggal: 14/11/2014
 
Assalamualaikum

Pak Kyai saya mau tanya, dulu saya pernah menjadi salah satu staf seorang notaris yg non muslim, lalu dia memberi makanan. Berupa lauk dan nasi yg dia masak sendiri. Karena saya takut makanan itu haram, lantas saya membuangnya dan mencuci piringnya. Pertanyaan saya, bagaimana jika ternyata makanan itu ternyata lauknya adalah daging yang diharamkan, apakah saya harus sertu tangan saya karena saya sudah memegang lauknya itu?
Terimakasih

Wassalamualaikum..
 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Islam itu menghukumi secara dhahir, jika dhahirnya ada daging babinya, maka tangan yang menyentuh daging babi yang basah itu harus dicuci 7 × basuhan namun salah satu dari basuhannya itu dicampur dg debu/tanah, misalnya pada basuhan ke dua.

Jika dhahirnya makanan itu tidak daging babinya, tapi khawatir najis dari bangkai/darah/najis lainnya, maka cukup tangannya dicuci biasa.


First <<  1 [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ] [ 9 ] [ 10 ] [ 11 ] [ 12 ] [ 13 ] [ 14 ] [ 15 ]   >> Last

 
  Situs © 2014 Oleh Pejuang Islam