URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [29/7/2019]
   
WAJIB TAQLID BAGI SELAIN MUJTAHID 
  Penulis: Pejuang Islam  [28/7/2019]
   
MANFAAT QISHAS DALAM ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/7/2019]
   
BUKTI EMPAT MADZHAB BANYAK DIMINATI ULAMA SALAF 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/7/2019]
   
DALAM URUSAN MAKAN PUN DILARANG SOMBONG 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/7/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 21 Agustus 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 382 users
Total Pengunjung: 4544024 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
ALKAAFY, KITAB RUJUKAN UTAMA SYIAH IMAMIYYAH  
Penulis: Luqman Firmansyah  [6/1/2010]
 

ALKAAFY, KITAB RUJUKAN UTAMA SYIAH IMAMIYYAH

                                 Luqman Firmansyah                            

Sebelumnya Alkaafy digambarkan sebagai kitab RUJUKAN YANG AGUNG. Sebuah kitab rujukan yang berisi hadis-hadis murni bersumber dari Ahlulbayt. Sehingga sangat JAUH dari kekeliruan. Karena (menurut ideologi Syiah) para Imam adalah manusia-manusia SUCI (mashum), JERNIH dari segala kesalahan.

Tetapi setelah orang melihat isi kandungan Alkaafy, para penganut ideologi Syiah berusaha mengubah gambaran kitab rujukan mereka sendiri. Usaha tersebut cukup wajar dipandang sebagai PEMBELAAN. Karena terlampau SULIT untuk terus menerus menutupi hal-hal yang termuat dalam Alkaafy. Term/ istilah yang terkenal sebagai defence penganut Syiah terhadap Alkaafy adalah :

 Kami penganut Syiah adalah orang-orang berpikiran kritis. Bahkan kitab Alkaafy sebagai rujukan pun kami kritisi. Kami mengakui memang ada beberapa hal dalam Alkaafy yang tidak bisa diterima. 

Mereka seharusnya TIDAK BERHENTI hanya ada pernyataan  ada beberapa hal dalam Alkafy yang tidak bisa diterima. Paling tidak ada tiga hal yang perlu mereka jabarkan :
1. APA SAJA yang mereka maksud dengan beberapa hal dalam Alkaafy yang tidak bisa diterima itu? Sebagai bentuk pengakuan bahwa mereka KRITIS, sudah seharusnya mereka menjabarkan hal-hal tersebut. Merinci apa-apa saja yang mereka nyatakan sebagai kesalahan-kesalahan dalam Alkaafy.

2. BERAPA BANYAK yang mereka sebut sebagai beberapa hal dalam Alkaafy yang tidak bisa diterima ? Itu tugas mereka jika mengaku sebagai orang KRITIS. Penganut Syiah semestinya lebih confident mempresentasikan kitab-kitab rujukan utama mereka sendiri.
3. Setelah merinci apa dan berapa hal-hal dalam Alkaafy yang mereka akui unacceptable, sewajarnya mereka menyebutkan SIAPA yang bertanggung jawab atas kekeliruan-kekeliruan itu? Melacak siapa yang bertanggung jawab, paling tidak ada tiga pihak yang kemungkinan menjadi sumber kesalahan itu.

KEMUNGKINAN PERTAMA, kesalahan ada pada PENYUSUN ALKAAFY. Yaitu Abu Jafar Muhammad ibn Yakub ibn Ishaq al Kulainy. Jika memang kesalahan itu ada pada Alkulainy, maka Alkaafy terlalu beresiko untuk dijadikan sebagai sebuah kitab rujukan. Karena si penyusun kitab yang menjadi pelaku kesalahan-kesalahan itu.

KEMUNGKINAN KEDUA, kesalahan ada pada SANAD/PERAWI hadist dalam Alkaafy. Jika kesalahan terletak pada perawi hadis dalam Alkaafy, maka asumsinya adalah mayoritas hadis dalam Alkaafy collapsed /gugur. SEBAB, sanad atau perawi hadis dalam Alkaafy RELATIF SAMA.

KEMUNGKINAN KETIGA, kesalahan ada pada SUMBER HADIST. ( perlu diketahui bahwa hadis-hadis dalam Alkaafy rantai sanad yang disebut HANYA sampai kepada Imam !!).
Sangat sulit dipercaya jika penganut ideologi Syiah menunjuk sumber hadis mereka (para Imam) bertanggung jawab atas kesalahan. Sebab ideologi Syiah mempercayai bahwa para Imam adalah MANUSIA SUCI (mashum), mempunyai ilmu lahir batin yang BISA MENGETAHUI apa-apa yang telah lalu dan hal-hal yang akan datang. Penganut Syiah sebaiknya berhati-hati menjawab apa, berapa, dan siapa yang terlibat dalam hal-hal yang tidak bisa diterima dalam Alkaafy.

Tetapi mereka harus BERTANGGUNG JAWAB atas pernyataan mereka. DEMI MENGHINDARKAN DIRI DARI PEMBICARAAN KITAB ALKAAFY, sebagian penganut Syiah mengatakan bahwa Alkaafy bukan kitab rujukan. LALU APA KITAB RUJUKAN IDEOLOGI SYIAH?

Itulah beberapa hal yang minimal harus dijabarkan oleh penganut ideologi Syiah. TERLALU BANYAK MENGUPAS PIHAK LAIN sambil menutup kitab rujukan sendiri, adalah TINDAKAN YANG JAUH dari harapan para cendekiawan dan kaum muda saat ini. Sangat penting digelar bedah buku Alkaafy. Masyarakat berhak mendapat informasi/ pemahaman yang benar dan utuh tentang ideologi Syiah.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
1.
Pengirim: Faiz bin Ahmad  - Kota: Pasuruan
Tanggal: 6/1/2010
 
Kapan diadakan bedah buku Alkaafy ? Mohon seminggu sebelumnya diumumkan oleh pejuang islam. Syukran. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Wah, lah panitianya siapa dulu yang sanggup ? Pesimistis saya adalah apakah keinginan bedah buku Alkafi bisa terwujud. Idealnya ya menghadirkan tokoh utama Syiah Indonesia, terserah mereka deh siapa yang ditunjuk, dihadapkan dg tokoh Sunni yg sangat getol memerangi kemungkaran Syiah, kami usulkan: Habib Thohir Alkaf Tegal. Tapi sekali lagi kami pesimistis , jika kelompok Syiah berani mengadakan bedah buku Alkaafy ini ?

 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam