URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/1/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/1/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/1/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/1/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/1/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Jumat, 18 Januari 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 12 users
Total Hari Ini: 412 users
Total Pengunjung: 4230983 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Apakah Aman Mengonsumsi ‘Ayam Suntik’? 
Penulis: https://www.guesehat.com [2/1/2019]
 
Apakah Aman Mengonsumsi ‘Ayam Suntik’?


Beberapa dari kita mungkin memiliki pemahaman bahwa ayam negeri (broiler) yang kita konsumsi pasti diberikan hormon oleh peternaknya, sedangkan ayam kampung tidak. Artinya, ayam kampung lebih baik dan menyehatkan dibandingkan ayam negeri. Padahal, tidak selalu demikian. Bahkan, hewan yang memang diberikan hormon sintetis belum tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Hormon adalah senyawa kimia yang diproduksi dan bersirkulasi di dalam tubuh. Hormon sendiri berfungsi untuk memberikan instruksi kepada sel dan jaringan apa yang harus dilakukan untuk tumbuh, bereproduksi, dan berkembang. Hormon memiliki fungsi yang spesfik, biasanya diibaratkan sebagai gembok dan kunci. Misalnya, ketika seorang ibu memiliki bayi, tubuhnya memproduksi hormon prolaktin yang menginstruksikan sel kelenjar susu untuk memproduksi susu. Hormon ini tidak menginstruksikan sel lain untuk memproduksi susu. Sama halnya dengan hormon yang terdapat dalam hewan sebagian besar hanya dapat bekerja pada hewan yang memproduksinya, tidak pada manusia.

Seluruh makhluk hidup, baik hewan dan tumbuhan, memproduksi hormon. Apa yang akan terjadi jika hormon yang diproduksi oleh hewan kita konsumsi? Sebagian besar komponen hormon adalah protein, jadi sebagian besar hormon yang terkonsumsi akan tercerna dalam sistem pencernaan kita. Beberapa hormon (kebanyakan hormon steroid) dapat mempengaruhi tubuh kita dalam konsentrasi tertentu. Tetapi bahan makanan tersebut hanya mengandung hormon steroid dalam jumlah sangat sedikit untuk dapat mempengaruhi tubuh kita.

Lagipula, banyak dari kita yang beranggapan bahwa hormon hanya terkandung dalam bahan makanan hewani. Padahal, kandungan hormon dalam hewan jauh lebih sedikit dibandingkan dari tumbuhan (sayur dan buah-buahan). Ingat, seluruh makhluk hidup membutuhkan hormon untuk dapat tumbuh dan berkembang. Jika ada bahan makanan yang mengklaim ‘bebas hormon’, kita tahu bahwa produsen makanan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Bagaimana dengan Mengonsumsi Hormon Tambahan?


Selain hormon yang secara alami dirpoduksi oleh makhluk hidup, hormon dapat ditambahkan kepada makhluk hidup untuk membantu meningkatkan prooduksi. Misalnya, hormon pertumbuhan dapat ditambahkan kepada sapi untuk memproduksi susu lebih efisien. Hormon pertumbuhan yang ditambahkan sangat identik dengan hormon pertumbuhan alami sehingga respons dari sapi sama dan produksi susu meningkat.

Pada manusia sendiri, tubuh kita dirancang untuk dapat membuang berbagai senyawa kimia (baik alami, sintetik, atau hormon tambahan dari hewan dan tumbuhan). Berbagai macam hal yang disebut alami pun terbuat dari senyawa kimia, dan senyawa kimia tambahan atau sintetik tidak lebih berbahaya dibandingkan senyawa kimia alami.

Cukup sering saya mendengar istiilah ‘ayam suntik’, yang maksudnya adalah ayam yang disuntikkan hormon tambahan oleh peternaknya. Hal ini tidak benar. Secara regulasi, tidak diperbolehkan untuk ayam dan unggas diberikan tambahan hormon. Selain itu, hal ini pun tidak  mungkin dilakukan oleh peternak karena biaya hormon yang lebih mahal tidak sebanding dengan harga jual ayam.

Kalau demikian, mengapa ayam broiler lebih gemuk dibandingkan dengan ayam kampung? Hal yang membedakan sesederhana perbedaan jenis ayamnya. Dengan lingkungan dan makanan yang sama, ayam broiler akan lebih gemuk dan mengandung lemak yang lebih banyak dibandingkan ayam kampung. Bahkan dalam kondisi tanpa penambahan hormon pertumbuhan apapun.

Ayam kampung pun mengalami pergeseran pengertian di masyarakat. Kalau Geng Sehat membayangkan ayam kampung adalah ayam yang dilepas untuk mencari makan sendiri, maka Geng Sehat sudah salah besar. Kalau demikian, tidak mungkin produksi ayam kampung di pasar dapat mencukupi kebutuhan kita. Ayam kampung diproduksi sama dengan ayam broiler, tetapi memang secara genetik ayam kampung tidak dapat tumbuh sebesar ayam broiler.

Nah, kalau semua bahan makanan juga mengandung hormon dan tidak mempengaruhi kesehatan kita, bahan makanan mana yang harus kita pilih? Hal ini dapat saya jawab, bergantung dari selera dan kebutuhan Geng Sehat. Sekarang Kita tidak perlu bingung mana bahan makanan yang lebih sehat, bukan?


https://www.guesehat.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam