URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [12/9/2018]
   
MEMBAYANGKAN SITUASI NERAKA JAHANNAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/9/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/9/2018]
   
ORANG MURTAD DIJAUHKAN DARI TELAGA KAUTSAR 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/9/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/9/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 18 September 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 283 users
Total Pengunjung: 4067995 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Erdogan Dilantik Jadi Presiden, Sebut Turki Masuki Era Baru 
Penulis: https://international.sindonews.com [12/7/2018]
 
Erdogan Dilantik Jadi Presiden, Sebut Turki Masuki Era Baru


ANKARA - Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan dilantik menjadi presiden Turki dengan kekuasaan penuh pada Senin (9/7/2018). Sehari menjelang pelantikan, dia menyatakan bahwa negara berpenduduk 80 juta orang itu telah memasuki "era baru".

Erdogan telah mendominasi politik Turki selama lebih dari 15 tahun, dengan mula-mula sebagai perdana menteri dan sejak 2014 sebagai presiden.

Dia terpilih kembali pada 24 Juni lalu dengan meraih 52,5 persen suara dalam pemilu. Pemilu yang membuat Erdogan berkuasa kembali ini merupakan pemilu bersejarah karena di bawah sistem baru, yakni presidensial sesuai amanat referendum tahun 2017.

Perubahan sistem pemerintahan dari parlementer menjadi presidensial akan memberi Erdogan kekuatan-kekuatan baru yang luas, termasuk di berkuasa atas peradilan dan leluasa mengeluarkan dekrit.

Kritik sejatinya telah bermunculan sejak sistem baru itu diberlakukan, di mana sistem itu akan  mengubah Turki menjadi "rezim satu orang". Namun, Erdogan tak menghiraukan kritik tersebut.

Setelah resmi dilantik, Erdogan akan menjadi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Sistem presidensial akan membuat jabatan perdana menteri dihilangkan dan parlemen secara otomatis akan kehilangan sebagian besar kekuasaannya.

"Turki memulai era baru dengan upacara (pengambilan) sumpah presiden," kata Erdogan pada Minggu kemarin, yang dikutip Radio Free Europe.

Dia mengatakan, pelantikannya akan dihadiri 22 presiden, 17 perdana menteri, wakil presiden, dan ketua parlemen dari seluruh dunia.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menjadi salah satu pemimpin yang dijadwalkan akan hadir.

Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), partai berkuasa pendukung utama Erdogan juga  memenangkan pemilu parlemen dengan meraih 42,5 persen suara. Dengan perolehan suara tersebut, AKP menguasai 344 kursi dari 600 kursi parlemen.

Masa jabatan presiden Erdogan adalah selama lima tahun, dan ada batasan dua periode untuk berkuasa. Dengan demikian, dia bisa tetap berkuasa hingga 2028.

https://international.sindonews.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam