URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
PAHALA DICACI-MAKI SAAT MENYAMPAIKAN KEBENARAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/12/2025]
   
HASUD TERHADAP NASAB & NASIB ORANG LAIN 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/12/2025]
   
PAHALA ISTIQAMAH DI SAAT BERHALANGAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/12/2025]
   
JAMA’AH SHALAT SHUBUH DI HARI JUM’AT 
  Penulis: Pejuang Islam  [4/12/2025]
   
KESEDIHAN BENCANA ALAM YANG DINILAI NIKMAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/12/2025]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Sabtu, 25 April 2026
Pukul:  
Online Sekarang: 1 users
Total Hari Ini: 257 users
Total Pengunjung: 6347741 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
PAHALA DICACI-MAKI SAAT MENYAMPAIKAN KEBENARAN 
Penulis: Pejuang Islam [ 30/12/2025 ]
 

PAHALA DICACI-MAKI SAAT MENYAMPAIKAN KEBENARAN

 

Jika seseorang dicaci, dihina, atau disakiti dengan lisan atau tulisan, apalagi di saat menyampaikan kebenaran (amar ma`ruf), atau mengungkap kemaksiatan (nahi munkar), lalu ia bersabar dan tidak membalas dengan caci-maki yang serupa, maka ia akan mendapat pahala besar dari Allah SWT.

Dalilnya dalam Al-Qur’an:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

Membalas caci-maki dengan kebaikan:
ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Tolaklah (kejahatan) dengan cara yang lebih baik.” (QS. Fussilat: 34)

Dalil Hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah seorang hamba didzalimi lalu ia bersabar, kecuali Allah akan menambah kemuliaan baginya.” (HR. Ahmad)

Dalam hadits lain tentang orang bangkrut (muflis), disebutkan bahwa dosanya orang yang dicaci-maki itu akan dipindahkan kepada pelaku kezhaliman (pencaci) pada hari Qiamat (HR. Muslim).

Ini menunjukkan bahwa orang yang dicaci dan bersabar akan mengambil pahala dari orang yang mencacinya.

Rincian Hukum & Sikap:

1.  Sabar dan memaafkan → pahala besar, derajat diangkat.

2.  Tidak membalas dengan cacian → lebih utama.

3.  Boleh membela diri secara wajar (tanpa melampaui batas) jika diperlukan.

4.  Memaafkan lebih afdhal, namun menuntut hak juga dibolehkan.

Kesimpulan:

👉 Dicaci-maki bukan kerugian, tapi bisa menjadi ladang pahala, penghapus dosa, dan peninggian derajat, selama disikapi dengan sabar dan akhlak yang baik.

(Khusus di akun saya pribadi, maka terhadap pihak yang berkomentar negatif dengan mencaci-maki, paling-paling hanya SAYA HAPUS komentarnya, atau maksimalnya SAYA BLOKIR akunnya, agar saya cepat lupa namanya dan gak perlu kenal dengan si pencaci-nya tersebut).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2026 Oleh Pejuang Islam