HASUD TERHADAP NASAB & NASIB ORANG LAIN
Luthfi Bashori
Di antara sekian banyak orang yang terjangkit rasa hasud adalah melihat orang lain yang ditaqdirkan oleh Allah menjadi bagian dari keluarga terhormat, entah itu dari keluarga darah biru, atau keluarga berpangkat, maupun keluarga yang mapan dari segi ekonomi.
Demikian juga seringkali terjadi orang yang terkena penyakit hasud, iri dan dengki itu karena melihat orang lain yang maju dalam rezekinya, sehingga memiliki kekayaan yang melimpah ruah, dengan menjalankan bisnis yang bermacam-macam, tentunya yang dimaksud adalah berbagai jenis pekerjaan yang dibenarkan oleh agama maupun menurut norma kemasyarakatan.
Dua pangkat kehormatan di atas ini adalah kenikmatan besar yang diberikan oleh Allah kepada para hamba-Nya yang dipilih, namun banyak dari kalangan masyarakat awam yang saat melihatnya, menimbulkan rasa iri, dengki dan hasud dalam hati mereka, hingga berusaha untuk menjatuhkan dan memusnahkan kenikmatan tersebut dengan berbagai macam cara.
Rasulullah SAW mengancam para pendengki, iri dan hasud tersebut dalam sabda beliau SAW: “Bukan termasuk umatku yaitu, pendengki, pengumpat dan peramal. Aku pun bukan termasuk golongannya.” (HR. Imam Thabrani melalui Sayyidina Abdullah Ibnu Busr).
Orang yang suka dengki, suka mengumpat, dan suka meramal hal-hal gaib melalui ilmu perbintangan bukan termasuk umat Nabi Muhammad SAW, dan yang dimaksud ialah bahwa hal-hal tersebut merupakan perbuatan dosa.
Dalam hadits yang lain disebutkan, "Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar." (HR. Abu Dawud).
Hal ini senada dengan larangan Allah SWT yang artinya:
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. An-Nisa`: 32).