URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
PAHALA DICACI-MAKI SAAT MENYAMPAIKAN KEBENARAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/12/2025]
   
HASUD TERHADAP NASAB & NASIB ORANG LAIN 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/12/2025]
   
PAHALA ISTIQAMAH DI SAAT BERHALANGAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/12/2025]
   
JAMA’AH SHALAT SHUBUH DI HARI JUM’AT 
  Penulis: Pejuang Islam  [4/12/2025]
   
KESEDIHAN BENCANA ALAM YANG DINILAI NIKMAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/12/2025]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Sabtu, 25 April 2026
Pukul:  
Online Sekarang: 2 users
Total Hari Ini: 257 users
Total Pengunjung: 6347741 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
HASUD TERHADAP NASAB & NASIB ORANG LAIN 
Penulis: Pejuang Islam [ 14/12/2025 ]
 

HASUD TERHADAP NASAB & NASIB ORANG LAIN


Luthfi Bashori


Di antara sekian banyak orang yang terjangkit rasa hasud adalah melihat orang lain yang ditaqdirkan oleh Allah menjadi bagian dari keluarga terhormat, entah itu dari keluarga darah biru, atau keluarga berpangkat, maupun keluarga yang mapan dari segi ekonomi.


Demikian juga seringkali terjadi orang yang terkena penyakit hasud, iri dan dengki itu karena melihat orang lain yang maju dalam rezekinya, sehingga memiliki kekayaan yang melimpah ruah, dengan menjalankan bisnis yang bermacam-macam, tentunya yang dimaksud adalah berbagai jenis pekerjaan yang dibenarkan oleh agama maupun menurut norma kemasyarakatan.


Dua pangkat kehormatan di atas ini adalah kenikmatan besar yang diberikan oleh Allah kepada para hamba-Nya yang dipilih, namun banyak dari kalangan masyarakat awam yang saat melihatnya, menimbulkan rasa iri, dengki dan hasud dalam hati mereka, hingga berusaha untuk menjatuhkan dan memusnahkan kenikmatan tersebut dengan berbagai macam cara.     


Rasulullah SAW mengancam para pendengki, iri dan hasud tersebut dalam sabda beliau SAW: “Bukan termasuk umatku yaitu, pendengki, pengumpat dan peramal. Aku pun bukan termasuk golongannya.” (HR. Imam Thabrani melalui Sayyidina Abdullah Ibnu Busr).


Orang yang suka dengki, suka mengumpat, dan suka meramal hal-hal gaib melalui ilmu perbintangan bukan termasuk umat Nabi Muhammad SAW, dan yang dimaksud ialah bahwa hal-hal tersebut merupakan perbuatan dosa.


Dalam hadits yang lain disebutkan, "Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar." (HR. Abu Dawud).


Hal ini senada dengan larangan Allah SWT yang artinya: 


"Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. An-Nisa`: 32). 
 

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2026 Oleh Pejuang Islam